7 Keberuntungan Seo Jun Seo di Drakor Love Me

Bagi Seo Jun Seo (Lee Si Woo) di drakor Love Me, kuliah pascasarjana bukanlah idealisme demi meraih ilmu pengetahuan yang lebih tinggi, tapi kamuflase untuk menunda kenyataan pahit bernama 'dunia kerja'. Padahal, keberuntungan untuk meneruskan pendidikan ke jenjang pascasarjana belum tentu bisa diraih oleh semua orang, loh!
Asal kamu tahu, selain beruntung dalam dunia pendidikan, ada banyak keberuntungan lain dalam hidupnya yang masih belum ia syukuri. Apa sajakah itu?
1. Seo Jun Seo dibesarkan dalam keluarga yang berkecukupan. Ayahnya adalah mantan seorang kepala kantor. Sedangkan, kakaknya adalah seorang dokter obygin dengan penghasilan tinggi

2. Sayangnya, ia gak warisi ketekunan keluarganya. Padahal, secara ekonomi ia begitu terfasilitasi jika punya kemauan untuk berkembang

3. Saat orang seusianya sudah disibukkan dengan tuntutan hidup, ia terbebas dari beban itu karena keluarganya bukanlah tipe penuntut. Ia dibesarkan di tengah keluarga yang pemaklum

4. Sekalipun sesekali sang kakak, Seo Jun Kyung (Seo Hyun Jin) kerap mengkritisi perilakunya yang egois dan kekanakkan, tapi Jun Kyung tetap membantu biaya perkuliahan Jun Seo

5. Jun Seo gak perlu stress akan biaya ini itu, ia cuma perlu bernafas dan bertanggung jawab akan tiap pilihannya. Namun, ia malah sibuk berpacaran

6. Satu-satunya hal yang membuatnya stress adalah ketoksikan hubungannya dengan sang pacar. Saat ada masalah, ia punya sahabat, Ji Hye On (Dahyun) yang selalu sabar mendengarkan keluh-kesahnya

7. Saat diselingkuhi, lagi-lagi hidup melapisinya dengan keberuntungan berupa ketulusan Hye On yang sudah menunggu dan mencintainya sedari lama

Dengan berlapis-lapis keberuntungan yang menyelimutinya, epiknya Jun Seo masih sering bertingkah sebagai korban saat ada masalah. Padahal, sumber masalah itu lebih sering berasal dari dirinya sendiri.
Sebagai contoh, saat dirinya terpilih sebagai peneliti magang di sebuah stasiun TV, ia malah mundur cuma karena patah hati. Ya, itulah Jun Seo yang lagi-lagi dihadiahi keberuntungan tapi terus mengakhirinya dengan kesia-siaan.



















