Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
7 Kekurangan Permainan Piano Pi O di Four Hands, Two Sonatas
still cuts drama Four Hands, Two Sonatas (dok. tvN/Four Hands, Two Sonatas)

Kang Pi O (Song Kang) dikenal sebagai pianis muda berbakat di Four Hands, Two Sonatas (2026). Sejak kecil, ia sudah menjalani latihan intensif dan mengikuti berbagai kompetisi, sehingga kemampuan teknisnya gak perlu diragukan lagi.

Namun, di balik berbagai prestasinya, permainan Pi O ternyata masih punya kekurangan. Bahkan, Hyun Soo sempat menilai bahwa kemampuan tekniknya sudah sangat baik, tetapi permainannya masih terasa kurang punya soul atau karakter personal. Lantas, apa saja yang membuat permainan piano Pi O masih terasa kurang? Yuk, simak selengkapnya!

1. Pi O terlalu fokus pada kesempurnaan teknik sehingga permainan pianonya terkadang terasa kaku dan kurang bebas dalam mengekspresikan emosi

still cuts drama Four Hands, Two Sonatas (dok. tvN/Four Hands, Two Sonatas)

2. Pi O terbiasa bermain untuk mendapatkan kemenangan, sehingga musik yang dimainkannya selalu terasa seperti pembuktian daripada ungkapan perasaan

still cuts drama Four Hand, Two Sonatas (dok. tvN/Four Hand, Two Sonatas)

3. Pi O terlalu memikirkan penilaian orang lain, terutama kakeknya, sehingga tekanan untuk jadi yang terbaik ikut memengaruhi cara ia menikmati musik

still cuts drama Four Hands, Two Sonatas (dok. tvN/Four Hands, Two Sonatas)

4. Pi O belum sepenuhnya menemukan voice atau karakter personal dalam permainan pianonya meski sudah menguasai teknik dengan sangat baik

still cuts drama Four Hands, Two Sonatas (dok. tvN/Four Hands, Two Sonatas)

5. Pi O cenderung kesulitan melepaskan kontrol saat bermain, padahal musik juga membutuhkan spontanitas dan keberanian untuk mengikuti perasaan

still cuts drama Four Hands, Two Sonatas (dok. tvN/Four Hands, Two Sonatas)

6. Pi O belum punya hubungan emosional yang sama kuatnya dengan piano seperti Jeong Yo yang mengaitkan musik dengan kenangan bersama sang ibu

still cuts drama Four Hands, Two Sonatas (dok. tvN/Four Hands, Two Sonatas)

7. Rasa insecure terhadap Jeong Yo justru bikin Pi O semakin sulit fokus pada musiknya sendiri ketika melihat Jeong Yo dapat pujian dari orang lain

still cuts drama Four Hands, Two Sonatas (dok. tvN/Four Hands, Two Sonatas)

Pada akhirnya, kekurangan Pi O bukan berarti ia adalah pianis yang lebih buruk daripada Jeong Yo di drama Four Hands, Two Sonatas. Pi O justru punya teknik, disiplin, dan pengalaman kompetisi yang sangat kuat, tetapi ia masih harus belajar bahwa bermain piano bukan cuma soal menghasilkan nada yang sempurna. Seiring kedekatannya dengan Jeong Yo, Pi O perlahan bisa menemukan bahwa musik juga membutuhkan emosi dan kebebasan untuk benar-benar terasa hidup.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article