4 Kemalangan Jeong Ji An di A Shop for Killers, Jadi Target Pembunuhan

Jeong Ji An (Kim Hye Jun) adalah karakter utama drakor A Shop for Killers. Saat masih anak-anak, ia digambarkan sebagai sosok yang dilimpahkan kebahagiaan. Ia dikelilingi oleh ibu, ayah, dan nenek yang menyayanginya.
Namun, kehidupan Jeong Ji An secara perlahan berubah drastis setelah bertemu dengan sang paman, Jeong Jin Man (Lee Dong Wook). Delapan tahun menghilang, Jeong Jin Man hadir di tengah-tengah kehidupannya. Sejak saat itu, kehidupan Jeong Ji An terasa ditimpa kemalangan bertubi-tubi. Berikut adalah peristiwa pahit yang dialami oleh Jeong Ji An selama dua episode berjalan.
1. Keluarga Jeong Ji An meninggal secara misterius

Jeong Ji An kecil (Ahn Se Bin) mengalami kemalangan bertubi-tubi. Neneknya meninggal karena mengidap sakit keras. Jeong Jin Man yang curiga atas kematian sang ibu, meminta abangnya untuk melakukan autopsi. Sayangnya, saran dari Jeong Jin Man tak diindahkan oleh pria tersebut.
Tiba-tiba saja, Jeong Jin Man mendapat kabar bahwa abang dan kakak iparnya meninggal di hari pemakaman sang ibu. Saat itu, Jeong Jin Man berada di rumah bersama Jeong Jin An. Lambat laun, Jeong Jin An mendengar kabar kalau ibunya dibunuh oleh sang ayah karena selingkuh. Ayahnya meninggal karena melompat dari gedung.
Hal tersebut menyakitkan bagi Jeong Ji An karena kabar tersebut harus didengar dari mulut teman-temannya di sekolah. Sang paman justru tak memberitahukan penyebab orangtuanya meninggal.
Begitu Jeong Ji An menjadi mahasiswa, kejadian tragis saat kecil menimpa dirinya lagi. Jeong Jin Man yang merupakan pamannya meninggal karena bunuh diri. Ia yang merasa aneh atas meninggalnya sang paman hanya bisa diam saat polisi memberikan keterangan sesuai fakta.
2. Jeong Ji An yang afasia pernah dirundung oleh teman-teman sekolahnya

Kejadian tragis yang menimpa Jeong Ji An membuat dirinya jadi afasia. Jiwanya yang terganggu, mengakibatkan dirinya tak bisa berbicara. Ia pun sering dirundung oleh teman-teman sekelasnya, baik secara verbal maupun non verbal.
Saat mengambil makanan, Jeong Ji An dibuat terjatuh oleh teman-temannya. Hanya Bae Jeong Min (Park Ji Bin) yang menolong dirinya. Gak hanya itu, ia juga pernah dikunci dari luar di sebuah gudang sampai malam.
Ketakutannya yang luar biasa menyebabkan dirinya bisa berteriak sekeras-kerasnya. Hal ini karena ia melihat ada serigala yang bersedia ingin memakannya. Padahal, serigala tersebut adalah imajinasi dari ketakutannya.
3. Jeong Ji An jadi target pembunuhan sejak usia tujuh tahun

Sejak berkenalan dengan sang paman, hidup Jeong Ji An dikejar-kejar oleh pembunuh. Ia harus loncat dari lantai kamar yang tinggi hingga tertabrak mobil. Bahkan, saat dirinya belum sembuh, ia masih diincar oleh sang pembunuh. Dengan akal cerdiknya, ia pun sembunyi di pembaringan lemari mayat. Kebetulan, mayat tersebut adalah ibunya.
Begitu ia berusia 20 tahun yang mana telah menjadi mahasiswa, dirinya pun masih jadi incaran pembunuh. Ia mendapat sebuah pesan dari hp pamannya bahwa dirinya menjadi target selanjutnya. Hal ini karena sang paman telah meninggal. Ia pun belum tahu apa alasannya dirinya harus dibunuh.
4. Jeong Ji An harus terlibat dalam situs perdagangan senjata yang dibuat oleh pamannya

Selama ini, Jeong Ji An hanya mengetahui pamannya bekerja di bidang pertanian. Siapa sangka, sang paman ternyata membuka situs perdagangan senjata yang gak boleh dibeli oleh orang sembarangan. Tentu saja, hal ini membuat dirinya panik karena namanya tercantum sebagai operator situs tersebut.
Jeong Ji An mendapat kode hijau yang artinya nantinya bakal dilindungi oleh kode ungu, merah, dan kuning. Aturan yang terlampir adalah tiga warna tersebut tidak diizinkan menyerang kode hijau.
Kira-kira, mampukah Jeong Ji An bertahan sampai akhir dalam melawan para musuh? Akankah ia menggantikan posisi pamannya sebagai pemilik situs perdagangan senjata? Temukan jawaban di A Shop for Killer hanya di Disney+ Hotstar.



















