Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Kenapa Aplikasi Girigo Sulit Ditinggalkan di If Wishes Could Kill?
cuplikan drama If Wishes Could Kill (dok. Netflix/If Wishes Could Kill)
  • Para karakter di drakor If Wishes Could Kill menggunakan aplikasi Girigo untuk mewujudkan keinginan pribadi, meski harus menanggung konsekuensi berbahaya.
  • Hasil dari permohonan lewat Girigo langsung terlihat nyata, membuat para pengguna semakin tergoda meski nyawa menjadi taruhannya.
  • Rasa penasaran terhadap asal-usul dan kekuatan misterius Girigo membuat para karakter sulit melepaskan diri dari kutukan aplikasi tersebut.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Dalam drakor If Wishes Could Kill, para karakternya terlibat masalah serius karena menggunakan aplikasi bernama Girigo. Aplikasi tersebut bukan aplikasi biasa. Girigo tidak dapat diunduh seperti aplikasi pada umumnya dan biasa dibagikan melalui tautan sebelum diinstal.

Girigo merupakan aplikasi mematikan. Keinginan seseorang bisa terkabul lewat aplikasi tersebut, tetapi ada harga yang sangat mahal sebagai tebusannya. Para karakter yang menggunakannya harus menghadapi serangkaian petaka yang sulit diselesaikan. Kendati demikian, aplikasi ini terbilang sulit untuk ditinggalkan. Memang apa alasannya? Yuk, simak penjelasannya di bawah ini!

1. Setiap karakter mempunyai masalah yang ingin cepat diselesaikan

cuplikan drama If Wishes Could Kill (dok. Netflix/If Wishes Could Kill)

Girigo adalah aplikasi yang dapat mengabulkan permintaan. Seseorang yang mempunyai keinginan dapat mewujudkan keinginannya itu dengan merekam video saat menyebut keinginan sembari memegang tulisan berisi nama dan tanggal lahir.

Jika berurusan dengan permintaan, setiap karakter tentu punya sesuatu yang berbeda-beda untuk diminta. Choi Hyeong Wook (Lee Hyo Je), misalnya. Ia sangat frustasi karena nilai matematikanya selalu rendah hingga ia iseng membuat permohonan agar mendapat nilai matematika yang sempurna saat try out. Ada pula Kim Geon Woo (Baek Sun Ho) yang coba-coba meminta agar latihan pacarnya, Yoo Se Ah (Jeon So Young), di akhir pekan dibatalkan. Mereka merasa butuh keajaiban yang dapat menolong mereka keluar dari masalah.

2. Hasilnya langsung terlihat nyata

cuplikan drama If Wishes Could Kill (dok. Netflix/If Wishes Could Kill)

Choi Hyeong Wook merasa sangat senang saat permintaannya benar-benar terkabul sejak ia menggunakan aplikasi Girigo. Ia membagikan aplikasi tersebut pada teman-temannya agar mereka mengikuti jejaknya. Tanpa diduga, ia akhirnya tewas saat timer di aplikasi tersebut berakhir.

Permohonan Kim Geon Woo juga terwujud. Yoo Se Ah tidak jadi latihan di akhir pekan karena kematian Choi Hyeong Wook yang mendadak. Selanjutnya, Kim Geon Woo yang menjadi target untuk kehilangan nyawa. Laki-laki itu terluka parah karena mendapat serangan dari makhluk tak kasat mata.

Yoo Se Ah nekat membuat permohonan agar Kim Geon Woo segera membaik. Ia sadar berikutnya adalah nyawanya yang menjadi taruhan. Namun, ia gak menyesali keputusannya karena ia gak mau kehilangan orang yang ia sayangi. Ia sudah melihat sendiri bagaimana aplikasi Girigo benar-benar memberikan hasil yang nyata. Jadi, ia rela mengorbankan nyawanya asalkan bisa menyelamatkan Kim Geon Woo.

3. Rasa penasaran semakin besar

cuplikan drama If Wishes Could Kill (dok. Netflix/If Wishes Could Kill)

Girigo merupakan aplikasi yang gak bisa diretas. Kang Ha Joon (Hyeon Woo Seok) yang dikenal pandai dalam bidang IT bahkan gak bisa menghapus atau mereset aplikasi tersebut. Timer pun terus berjalan setelah pemohonnya membuat permintaan dan berhasil dikabulkan.

Haetsal (Jeon So Nee) yang tak lain adalah kakak Kang Ha Joon memiliki Indera keenam. Haetsal memberi tahu bahwa Yoo Se Ah dkk sedang berurusan dengan roh jahat. Girigo menjadi media penyebar kutukan yang dibuat roh jahat tersebut. Dengan bantuan Haetsal, Yoo Se Ah dapat terbebas sementara dari kutukan.

Tidak masuk akal memang, tetapi rasa penasaran mereka semakin besar setelah merasakan dampaknya. Mereka harus mencari tahu awal mula aplikasi itu diciptakan agar kutukan yang ada dapat diputus dan tidak menelan korban lagi.

Meskipun aplikasi Girigo membawa banyak masalah, ternyata tidak mudah untuk meninggalkannya. Ketiga alasan di atas menjadi penyebab kuat yang membuat aplikasi tersebut tidak langsung diabaikan walau terbukti berbahaya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team