Aturan Menggunakan Aplikasi Girigo di Drakor If Wishes Could Kill

- Drama horor If Wishes Could Kill bercerita tentang Choi Hyeong Wook, siswa SMA yang keinginannya terkabul lewat aplikasi misterius bernama Girigo.
- Aplikasi Girigo memungkinkan pengguna membuat permintaan dengan menuliskan nama, tanggal lahir, dan membuat video sebelum mengirimkannya untuk diproses.
- Setiap keinginan yang dikabulkan memiliki konsekuensi mematikan karena aplikasi tersebut menuntut nyawa penggunanya sebagai bayaran melalui hitungan mundur 24 jam.
Drama Korea orisinal Netflix, If Wishes Could Kill, mengawali kisahnya pada seorang siswa SMA bernama Choi Hyeong Wook (Lee Hyo Je) yang keinginannya terkabulkan berkat aplikasi Girigo. Namun, kejadian aneh hingga mengerikan justru mulai terjadi setelah keinginannya terwujud. Sebelum menyadari hal tersebut, ia memberitahukan aplikasi misterius tersebut pada para sahabatnya.
Keisengan yang terjadi sebagai bentuk candaan pun membuat para siswa lain membuat permintaan di aplikasi tersebut. Namun, mereka telah menyadari bahwa ada sesuatu yang aneh dari Girigo. Aplikasii tersebut ternyata meminta nyawa sebagai bayaran atas keinginan yang telah diwujudkan.
Pada awalnya, aplikasi Girigo tentunya tak membuat banyak orang merasa percaya. Terlebih lagi, penggunaannya tergolong mudah sehingga tak dicurigai. Berikut cara dan aturan menggunakan aplikasi Girigo.
1. Langkah pertama, penggunanya harus menuliskan tanggal lahir dan nama dengan jelas. Hal ini bisa dilakukan di kertas, dinding hingga lantai

2. Jika menulis di kertas, pengguna harus memegang kertas yang bertuliskan saju dan nama tersebut. Lalu, membuka aplikasi Girigo

3. Untuk mengajukan permintaan, penggunanya diwajibkan untuk membuat video dengan menyebutkan keinginan. Tanggal lahir dan nama harus diperlihatkan ju

4. Pengguna harus menekan tombol kirim agar keinginannya bisa mulai diproses. Permintaan yang diajukan tak bisa dibatalkan dengan cara apa pun

5. Setelah keinginannya dikabulkan, aplikasi Girigo akan menampilkan penghitung waktu mundur selama 24 jam yang tak bisa dihentikan dengan cara biasa

6. Ketika penghitungan mundur selesai menjadi 0, penggunanya akan mengalami kematian. Sebelumnya, hal-hal aneh juga sudah mulai terjadi

7. Pengatur waktu itu bisa berhenti jika ada pengguna selanjutnya yang keinginannya terwujud. Dalam kata lain, pengguna itu menggantikan kematiannya

Bukan aplikasi biasa, Girigo sebenarnya membawa kutukan mematikan yang menjadikan nyawa sebagai bayarannya. Keinginan para penggunanya memang akan terwujud. Namun, mereka akan menghadapi kematian tragis dengan aksi bunuh diri karena dikendalikan oleh sosok misterius. Jika ada aplikasi Girigo di dunia nyata, apakah kamu akan menggunakannya untuk mendapatkan keinginan?


















