Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Kenapa Arwah Putra Mahkota Sulit Dilawan di The East Palace?

Kenapa Arwah Putra Mahkota Sulit Dilawan di The East Palace?
Kwak Dong Yeon di The East Palace (x.com/NetflixKR)
Intinya Sih
  • Arwah Putra Mahkota sulit dikalahkan karena dendam dan amarahnya yang sangat besar akibat dibunuh oleh ayahnya sendiri, membuat jiwanya terikat kuat di dunia manusia.
  • Sebelum meninggal, ia sudah menjadi Akgwi hidup setelah membunuh saudara-saudaranya demi takhta, menjadikannya roh jahat yang kekuatannya sulit ditaklukkan.
  • Putra Mahkota memiliki bakat supranatural sejak lahir, mampu mengendalikan roh lain dan menyerap kekuatan Gwi-wabah, menjadikannya musuh paling berbahaya bagi Gu Cheon dan Saeng Gang.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Di episode awal drakor The East Palace, Putra Mahkota (Kwak Dong Yeon) dikira sebagai salah satu korban kutukan dari roh jahat. Namun, kemudian terungkap bahwa ia adalah arwah yang mengutuk keluarga kerajaan.

Sepanjang delapan episode, Gu Cheon (Nam Joo Hyuk) dan Saeng Gang (Roh Yoon Seo) ditunjukkan mengalami kesulitan dalam menghadapi arwah Putra Mahkota. Berbeda dengan saat mereka melawan hantu lainnya. Apa alasannya?

1. Ia memiliki dendam dan amarah yang terlalu besar

Kwak Dong Yeon di The East Palace
Kwak Dong Yeon di The East Palace (dok. Netflix/The East Palace)

Dalam drakor The East Palace, arwah manusia akan berubah menjadi Won Gwi jika mereka memiliki dendam yang membara. Rasa dendam ini membuat mereka terikat di dunia manusia dan mengganggu orang yang melukai mereka.

Putra Mahkota dikisahkan diracun oleh ayahnya sendiri. Hal ini menimbulkan amarah dan dendam yang besar pada dirinya. Ia kecewa sebab ayahnya tega membunuhnya. Selain itu, ia juga marah karena gagal meraih ambisinya menjadi raja.

Won Gwi bisa dikalahkan dengan memutus dendam mereka sehingga arwah-arwah ini bisa tenang dan menyeberang ke alam baka. Namun, arwah Putra Mahkota punya amarah dan dendam yang terlalu mengakar kuat sehingga tidak bisa diputus atau ditenangkan.

2. Sebelum meninggal, ia sudah menjadi Akgwi hidup

cuplikan drama The East Palace
cuplikan drama The East Palace (dok. Netflix/The East Palace)

Arwah pendendam akan berubah menjadi roh jahat atau Akgwi saat mereka membunuh manusia. Setelah menjadi Akgwi, mereka akan sulit dikalahkan dan dilawan. Begitu pula yang terjadi pada arwah Putra Mahkota. Ia berubah menjadi Akgwi dalam waktu kurang dari setahun setelah kematiannya dengan membunuh adik kandungnya.

Masalah jadi semakin besar dan rumit sebab Putra Mahkota semasa hidupnya sudah menjadi Akgwi hidup. Ia tega menghabisi nyawa kedua kakaknya demi bisa menggantikan mereka menjadi putra mahkota dan mewarisi takhta. Dosa membunuh ini membuat arwahnya tidak tenang dan sulit pergi ke alam baka.

3. Ia terlahir dengan bakat dan kemampuan supranatural

Kwak Dong Yeon di The East Palace
Kwak Dong Yeon di The East Palace (dok. Netflix/The East Palace)

Berbeda dari kebanyakan roh yang ditemui Gu Cheon, arwah Putra Mahkota sejak awal terlahir dengan bakat supranatural yang besar. Saat masih hidup, Putra Mahkota punya kemampuan seperti Saeng Gang yang bisa mendengar suara arwah.

Kemampuan supranatural ini membuat roh Putra Mahkota jadi semakin kuat. Ia mampi memerintah dan mengontrol hantu lain, seperti yang dilakukannya kepada arwah Dayang Kesayangan (Hong Suzu). Selain itu, ia memakan Gwi-wabah yang jumlahnya ratusan padahal dirinya bukan Gwi Mae sehingga kekuatan gaibnya terlalu besar untuk dikalahkan oleh Gu Cheon seorang diri.

Arwah Putra Mahkota adalah villain sekaligus salah satu roh jahat kuat yang paling sulit dikalahkan oleh Gu Cheon dan Saeng Gang di drakor The East Palace. Alasannya karena bakat supranaturalnya dan kejahatan yang dilakukannya semasa hidup.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More