poster dating show Transit Love 4 (x.com/tvingdotcom)
Setelah pasar menyadari bahwa penonton menyukai formula ini, dating show pun menjamur bak jamur di musim hujan. Namun, penonton cepat bosan dengan format orang-orang cantik dan tampan yang saling menggoda. Produser akhirnya memutar otak untuk menyajikan sesuatu yang lebih raw atau mentah dan nyata.
Di sinilah era Transit Love atau EXchange mengubah peta permainan. Alih-alih membawa orang asing, acara ini memaksa para peserta untuk tinggal serumah dengan mantan kekasih mereka sambil mencoba berkencan dengan orang baru. Menonton seseorang menangis diam-diam melihat mantannya menggandeng orang lain adalah jenis rasa sakit yang tidak bisa ditulis oleh penulis naskah mana pun.
Evolusi ini terus meluas dan menyentuh berbagai lapisan masyarakat. Ada Better Late than Single yang memberikan harapan bagi mereka yang belum pernah berpacaran di usia dewasa. Lalu ada My Sibling's Romance, di mana campur tangan dan dinamika keluarga, yaitu kakak-adik menjadi bumbu utama.
Hingga kini, trennya pun akhirnya sudah mencapai tahap ekstrem dan eksperimental, seperti My Remaining Love atau Love Against Time yang mempertemukan penyintas penyakit mematikan. Lalu ada juga The Love Lab yang menggunakan pendekatan eksperimen psikologis untuk membedah insting cinta manusia.