Sudah sekitar 2 minggu setelah berakhir, drakor Perfect Crown (2026) masih menjadi buah bibir dan muncul di berbagai kanal berita di Korea Selatan. Bahkan, masyarakat Korea Selatan membuat sebuah petisi pada Majelis Nasional untuk menghapus konten drakor tersebut. Per tanggal 26 Mei 2026 lalu, petisi ini telah ditandatangani oleh 50 ribu orang dalam 5 hari saja, lho.
Pembahasan ini bermula dengan pertanyaan bentuk negara fiksi dalam drakor tersebut. Drakor Perfect Crown memang mengambil latar dunia fiksi yang menunjukkan jika kerajaan Joseon masih ada hingga saat ini. Sayangnya, adegan penobatan raja menunjukkan jika negara Joseon ini masih berada di bawah naungan Tiongkok. Lalu, kenapa distorsi sejarah dalam drakor Perfect Crown berdampak besar bagi masyarakat Korea Selatan?
