Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Kenapa Distorsi Sejarah Drakor Perfect Crown Berdampak Besar?
Cuplikan drakor Perfect Crown (dok.MBC/Perfect Crown)
  • Drakor Perfect Crown menuai kontroversi besar di Korea Selatan karena dianggap mendistorsi sejarah dengan menggambarkan Joseon berada di bawah kekuasaan Tiongkok.
  • Masyarakat Korea Selatan sangat menghargai sejarah dan kedaulatan dinasti Joseon, yang dikenal sebagai simbol identitas budaya serta kebanggaan nasional mereka.
  • Kontroversi ini memicu kekhawatiran akan potensi ketegangan diplomatik antara Korea Selatan dan Tiongkok di tengah hubungan kedua negara yang sedang memburuk.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Sudah sekitar 2 minggu setelah berakhir, drakor Perfect Crown (2026) masih menjadi buah bibir dan muncul di berbagai kanal berita di Korea Selatan. Bahkan, masyarakat Korea Selatan membuat sebuah petisi pada Majelis Nasional untuk menghapus konten drakor tersebut. Per tanggal 26 Mei 2026 lalu, petisi ini telah ditandatangani oleh 50 ribu orang dalam 5 hari saja, lho.

Pembahasan ini bermula dengan pertanyaan bentuk negara fiksi dalam drakor tersebut. Drakor Perfect Crown memang mengambil latar dunia fiksi yang menunjukkan jika kerajaan Joseon masih ada hingga saat ini. Sayangnya, adegan penobatan raja menunjukkan jika negara Joseon ini masih berada di bawah naungan Tiongkok. Lalu, kenapa distorsi sejarah dalam drakor Perfect Crown berdampak besar bagi masyarakat Korea Selatan?

1. Rakyat Korea Selatan dikenal sangat menghargai sejarah mereka

Cuplikan drakor Perfect Crown (instagram.com/mbcdrama_now)

Banyak masyarakat luar negeri yang menyadari jika Korea Selatan sangat kental dengan adat dan budayanya. Buktinya, beberapa situs bersejarah di Korea Selatan dikelola dan diperbarui dengan sangat baik hingga sekarang. Istana Gyeongbokgung adalah salah satu bukti nyata pemerintah Korea Selatan peduli dengan kelestarian sejarah mereka.

Istana ini didirikan pada tahun 1395 di tahun keempat masa kepemimpinan raja Taejo di dinasti Joseon. Sayangnya, istana ini pernah mengalami masa keruntuhan ketika masa penjajahan Jepang di Korea. Di tahun 1996, gedung pemerintahan Jepang yang berdiri di lingkungan istana dirobohkan dan pembangunan ulang istana Gyeongbokgung dimulai.

Gak hanya itu, makam para Raja dinasti Joseon juga menjadi situs bersejarah yang masuk ke daftar tempat bersejarah dunia oleh UNESCO di tahun 2009, lho. Langkah pemerintah ini menunjukkan jika rakyat Korea Selatan sangat menghargai sejarah mereka.

2. Status Joseon dalam sejarahnya

Cuplikan drakor Perfect Crown (instagram.com/disneypluskr)

Drakor ini mengambil latar belakang terusan dinasti Joseon yang berhasil bertahan hingga 600 tahun lamanya hingga di masa modern ini. Joseon sendiri merupakan dinasti yang dibangun oleh Raja Taejo yang berdiri pada tahun 1392 dan menjadi cikal bakal budaya modern Korea Selatan.  Joseon sendiri merupakan negara yang berdaulat tanpa ada bayangan negara lain.

Pada dasarnya, budaya yang dianut di masa Joseon ini memang banyak diadaptasi dari budaya Tiongkok. Hal ini jelas gak bisa dipisahkan karena Tiongkok dan Korea punya hubungan kental akan sejarah mereka. Namun, Joseon sendiri bukan berada di bawah pengaruh Tiongkok karena hubungan keduanya hanya sebatas geopolitik saja.

Makanya, adegan penobatan Pangeran Agung I An yang diperankan Byeon Woo Seok ini dianggap kontroversial karena menunjukkan jika negara mereka berada di bawah naungan Kaisar. Padahal, Joseon merupakan negara yang berdaulat dan menganggap Raja sebagai pemimpin tertinggi tanpa ada pengaruh dari kerajaan lain.

3. Takut akan jadi alat pemicu ketegangan antarnegara

Cuplikan drakor Perfect Crown (instagram.com/mbcdrama_now)

Di masa kini, hubungan China dan Korea Selatan memang memasuki masa dingin. Keduanya sejak lama telah menjadi sahabat perjuangan dalam menghadapi invasi Jepang. Namun, perbedaan politik membuat kedua negara ini kerap mengambil keputusan yang berseberangan hingga memicu perdebatan di kalangan masyarakat.

Ketika kontroversi drakor Perfect Crown muncul, ada beberapa orang yang menganggap bahwa masyarakat Korea Selatan sangat berlebihan dalam menyikapi karya fiksi ini. Sayangnya, ada juga yang berpendapat bahwa masyarakat Tiongkok bisa menjadikan alat perdebatan mengenai status Joseon di masa lalu karena drakor ini juga ditayangkan secara luas. Menurutmu, bagaimana?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

Related Article