Pada Jumat (22/5/2026), muncul petisi untuk boikot dan menghapus Perfect Crown dari platform streaming. Petisi tersebut diunggah di papan petisi publik di laman Majelis Nasional Korea Selatan.
Muncul Petisi Hapus Perfect Crown dari Streaming, Diisi 27 Ribu Kali!

- Petisi penghapusan drama Korea Perfect Crown muncul setelah tudingan distorsi sejarah, terutama pada adegan penobatan Pangeran Ian dan kostum kerajaan yang dianggap tidak akurat.
- Lebih dari 27 ribu tanda tangan terkumpul dalam petisi yang menuntut penghapusan Perfect Crown dari platform streaming serta sanksi bagi stasiun televisi penayangnya.
- Tim produksi dan pemeran utama telah meminta maaf serta berjanji menghapus adegan kontroversial, namun respons publik tetap terbelah antara dukungan dan kritik.
Kontroversi drama Korea Perfect Crown masih terus memanas walau kisahnya sudah berakhir. Setelah menuai kritik karena dugaan distorsi sejarah di episode terakhirnya, kini muncul petisi yang menuntut agar drakor tersebut dihapus dari platform streaming.
Petisi tersebut bahkan telah mengumpulkan lebih dari 27 ribu tanda tangan. Gimana nasib Perfect Crown selanjutnya? Simak penjelasannya!
1. Petisi penghapusan Perfect Crown muncul usai kontroversi distorsi sejarah

Pembuat petisi mengklaim bahwa drakor tersebut telah menampilkan ketidakakuratan sejarah secara berulang kali. Petisi itu menunjuk pada adegan penobatan Pangeran Ian (Byeon Woo Seok) hingga distorsi dalam kostum kerajaan.
Banyak netizen Korea merasa drama tersebut menghadirkan distorsi sejarah dan menyentuh isu sensitif terkait hubungan Korea dan China. Maka, petisi itu muncul untuk meminta tindakan yang lebih tegas dari pemerintah Korea Selatan.
2. Petisi telah mengumpulkan lebih dari 27 ribu tanda tangan

Per hari Minggu (24/5/2026) pagi, petisi terkait penghapusan Perfect Crown telah melampaui 27 ribu tanda tangan, utamanya dari netizen Korea Selatan. Angka tersebut menunjukkan besarnya perhatian publik Korea terhadap kontroversi yang tengah terjadi.
Melalui petisi itu, pembuatnya mendesak pemerintah Korea Selatan untuk memberikan sanksi permanen berupa penghapusan Perfect Crown dari berbagai platform streaming. Tidak cuma di dalam negeri, tapi juga secara internasional.
Tak hanya itu, mereka juga meminta agar stasiun televisi penayang drama tersebut mendapat pembatasan izin penyiaran. Juga dikecualikan dari pendanaan pemerintah untuk proyek-proyek berikutnya.
Petisi ini masih akan dibuka hingga 21 Juni 2026 mendatang. Jika berhasil mengumpulkan 50 ribu tanda tangan selama 30 hari, petisi tersebut akan dirujuk ke komite parlemen yang relevan untuk dipertimbangkan.
3. Selain minta maaf, tim produksi juga berjanji menghapus adegan penobatan Pangeran Ian yang memicu kontroversi

Sebelumnya, sutradara Park Joon Hwa yang menggarap drakor ini telah menyampaikan permintaan maaf resmi terkait masalah distorsi sejarah tersebut. Ia mengaku bertanggung jawab atas ketidaknyamanan yang dirasakan penonton. IU dan Byeon Woo Seok selaku pemeran utama juga menyampaikan permohonan maaf mereka.
Selain itu, pada Jumat (22/5/2026), tim produksi juga berjanji untuk menghapus adegan penobatan Pangeran Ian yang memicu kontroversi. Dilansir allkpop, perwakilan MBC mengatakan, "Kami akan menghapus adegan penobatan dari semua platform distribusi. Karena drama ini sedang didistribusikan ke berbagai platform, mungkin akan membutuhkan waktu untuk perubahan tersebut."
Meski begitu, respons penonton akan hal ini masih terbelah. Sebagian menganggap kontroversi ini terlalu dibesar-besarkan karena Perfect Crown merupakan drama fiksi, sementara lainnya merasa isu sejarah tetap tidak boleh dianggap ringan.







![[QUIZ] Jika Emosimu Berapi-api, Ini Member CORTIS yang Siap Meredakannya](https://image.idntimes.com/post/20260519/upload_8c7d7639a34fc7d691af7523f6ee41d7_f99bdd26-018b-483f-bf9b-99a9e6eec565.jpg)











