Kenapa Dunia Hiburan Rawan Eksploitasi Anak di Pro Bono?

- Industri hiburan Korea Selatan melatih dan mendebutkan anak-anak sejak usia dini, termasuk dalam grup idol dan peran cilik di drama atau film.
- Elijah, seorang penyanyi terkenal, mudah mendapatkan keuntungan besar dari investasi luar negeri berkat popularitasnya.
- Kasus eksploitasi anak seperti yang dialami Elijah menunjukkan lemahnya batasan pengembangan bakat dan perlindungan hukum bagi pekerja anak di industri hiburan.
Drakor Pro Bono (2025) turut mengangkat kasus yang kerap terjadi di industri hiburan Korea Selatan, yakni eksploitasi anak. Kondisi ini juga hampir dialami oleh Elijah (Jung Ji So) di drakor Pro Bono.
Elijah merupakan penyanyi yang terkenal di Korea Selatan. Dia juga berhasil mencuri perhatian publik dengan berbagai lagu-lagunya. Sayangnya, keuntungan yang didapatkan Elijah selama ini dianggap gak layak dan sangat kurang dengan seluruh pencapaiannya.
Pada akhirnya, kakak kandung, Kim Ju Won (Yang Joon Myung), dan ibunya, Cha jin HUi (Oh Min Ae), merupakan aktor di balik kerugian ini. Lalu, kenapa dunia hiburan rawan menjadi ladang eksploitasi anak, seperti yang diperlihatkan dalam cerita drakor Pro Bono?
Peringatan, artikel ini mengandung spoiler.
1. Menjadi murid pelatihan dan debut sejak kecil

Untuk bekerja di industri hiburan Korea Selatan, banyak orang harus melakukan pelatihan sejak kecil. Hal ini telah biasa dilakukan sejak lama. Gak hanya itu, mereka bahkan juga bisa debut jauh sebelum masuk usia legal. Kondisi ini memang kerap terjadi pada para idol di sebuah grup.
Gak hanya idol, para aktris dan aktor juga bisa debut menjadi pemeran cilik di sebuah drama maupun film. Kondisi ini juga terjadi pada Elijah yang telah debut sejak usia muda. Dalam situasi ini, Elijah sangat mengandalkan ibu dan kakaknya dalam mengurus pekerjaannya. Apalagi sebagai anak yang belum cukup usia, persoalan kerja dan upah umumnya diurus langsung oleh wali sah mereka.
2. Mendapatkan keuntungan dengan mudah

Nama besar Elijah di dunia hiburan memang gak perlu diragukan. Dia dikenal sebagai artis yang berhasil menjadi impian banyak orang. Di tengah padatnya jadwal, Elijah berhasil masuk ke sebuah universitas terbaik di negeri mereka. Bahkan, dia juga berhasil lulus dari pendidikannya ini.
Dengan berbagai langkah unggul, Elijah juga berhasil menorehkan namanya sebagai penyanyi terkenal. Dengan nama besarnya ini, ibu dan kakak Elijah berhasil mendapatkan investasi dalam jumlah yang sangat besar dari luar negeri. Dengan ini, keuntungan yang mereka dapatkan bisa dengan mudah tercapai.
3. Lemahnya batasan pengembangan bakat dan eksploitasi

Kasus yang menimpa Elijah ini cukup rumit untuk diselesaikan. Kasus ini berawal dari kasus penyerangan yang dilakukan Elijah ke penggemarnya. Sayangnya, kasus penyerangan ini terbukti salah target karena Elijah malah menjadi korban pemerasan. Pada akhirnya, Elijah mengetahui jika ibunya merupakan dalang di balik kasus penyerangan ini.
Ibunya, secara sengaja, menjauhkan Elijah dari berbagai laki-laki yang dianggap merugikan kariernya. Dia gak punya kebebasan untuk memilih kehidupan pribadinya sejak kuliah. Kondisi ini terus berlanjut bahkan setelah Elijah tumbuh dewasa.
4. Lemahnya hukum dalam melindungi pekerja anak

Kasus yang menimpa Elijah dan kedua keluarganya ini disinyalir sebagai kasus dalam keluarga saja. Sayangnya, ibu Elijah menjabat sebagai pemimpin agensi yang menaungi anaknya tersebut. Gak hanya itu, kakak Elijah juga bekerja sebagai direktur agensi yang dipimpin ibunya ini.
Persoalan ini gak bisa dikaitkan dengan kasus keluarga di bawah naungan undang-undang keluarga saja. Kasus ini jelas masuk ke ranah profesionalisme dan ketenagakerjaan. Sayangnya, pengadilan gak memberikan persetujuannya mengenai ini.
Pada akhirnya, kuasa hukum Elijah membawa permasalahan ini ke Majelis Nasional. Mereka juga mengupayakan kasus yang sama dengan Elijah untuk melindungi setiap individu yang tergabung di unit terkecil masyarakat ini. Menurutmu, apakah kasus eksploitasi anak akan berkurang setelah munculnya peraturan baru dalam undang-undang di drakor Pro Bono?


















