Kenapa Episode Pertama Perfect Crown Banjir Kritikan?

Capaian rating tinggi ternyata memberi peluang besar bagi Perfect Crown (2026) mendapat beragam ulasan, baik positif, maupun negatif. Dilansir Nielsen Korea, episode perdana drakor comeback IU dan Byeon Woo Seok ini berhasil tembus 7,8 persen. Menduduki rating tertinggi ketiga dalam sejarah drama Korea MBC.
Meski mendapat beragam kritikan usai episode pertama tayang, tapi rating Perfect Crown (2025) episode 2 semakin meningkat dengan 9,5 persen. Nah, mari kita bedah satu per satu, kenapa Perfect Crown (2026) banjir kritikan dari penonton?
Peringatan: Artikel ini mengandung spoiler, ya!
1. Ekspektasi penonton terlalu tinggi, baik dari segi visual hingga chemistry-nya

Semua mise en scene yang disiapkan dengan maksimal pasti akan kalah dengan ekspektasi. Sejak awal, penonton memang memiliki ekspektasi tinggi terhadap drakor ini, karena menjadi comeback IU dan Byeon Woo Seok setelah semakin menuai popularitas berkat karya terakhir mereka.
Maka tidak mengherankan, kalau penonton menaruh harapan besar, terlebih lagi trailer yang disajikan cukup menegangkan, bikin penasaran, tapi juga dibalut komedi jenaka. Namun, saat menyaksikan Perfect Crown (2026), penonton justru mengomentari alur cerita, desain produksi, hingga chemistry yang dirasa kurang.
2. Episode pertama dianggap membosankan oleh sebagian penonton

Beberapa penonton berkomentar bahwa alur cerita Perfect Crown (2026) membosankan. Bahkan ada juga yang mengaku ketiduran saat menonton episode pertama drakor tersebut.
Namun, alih-alih membosankan, mungkin alur cerita drakor ini memang mudah ditebak dan bukan sesuatu yang fresh. Penonton bisa dengan mudah menebak kelanjutan kisah Seong Huiju (IU) dan Pangeran Agung Ian (Byeon Woo Seok).
Selain itu, sejak awal Perfect Crown (2026) ini memang sudah dibanding-bandingkan dengan drakor bertema sejenis, seperti Princess Hours (2006), The King 2 Hearts (2012), hingga The King: Eternal Monarch (2020). Memang dari segi kualitas dan kebaruan, ketiga drakor tersebut masih unggul.
3. Akting Byeon Woo Seok dinilai kebanting dengan Gong Seung Yeon

Di sisi lain, Byeon Woo Seok sebagai pemeran Pangeran Agung Ian aktingnya dinilai kebanting dengan karakter Yoon Yi Rang yang diperankan Gong Seung Yeon. Penonton memang memuji akting Gong Seung Yeon lebih dalam, micro expression-nya detail, dan ter-deliver dengan kuat.
Gak cuma itu, penonton juga beranggapan karakter Seong Huiju yang cegil dibuat terlalu berlebihan. Sangat kontras dengan Pangeran Agung Ian yang digambarkan dingin, kaku, dan gengsian. Maka dari itu, beberapa menilai chemistry IU dan Byeon Woo Seok masih kurang.
Namun, semua penilaian di atas hanya berdasarkan dua episode pertama drakor Perfect Crown (2026). Beberapa penonton mengaku tetap akan menyaksikan episode-episode mendatang drakor ini, karena sangat menantikan comeback IU dan Byeon Woo Seok.