Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kenapa Jeong Yo Diprediksi Hancur di Akhir Four Hands, Two Sonatas?
Cuplikan drakor Four Hands, Two Sonatas (dok.tvN/Four Hands, Two Sonatas)
  • Choi Jeong Yo kembali ke Korea setelah sembilan tahun untuk membalas Kang Pi O, yang diyakininya sebagai pelaku penculikan dan penembakan di Praha.
  • Kang Pi O memiliki posisi penting bagi Jeong Yo sejak remaja, tetapi Jeong Yo tidak mengetahui Pi O diam-diam mencari dan menyelidiki keberadaannya selama sembilan tahun.
  • Kondisi mental Pi O memburuk setelah mengetahui ibunya dalang insiden Jeong Yo; balas dendam Jeong Yo berpotensi menghancurkan keduanya.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Di paruh kedua drakor Four Hands, Two Sonatas (2026), Choi Jeong Yo merencanakan balas dendam terhadap Kang Pi O. Situasi ini dimulai ketika Choi Jeong Yo diculik ketika dia menghadiri kompetisi piano di Praha. Saat itu, Choi Jeong Yo dibawa ke sebuah hutan dan ditembak oleh pelaku.

Seiring berjalannya waktu, Choi Jeong Yo berusaha mencari tahu latar belakang kejadian ini. Setelah 9 tahun berlalu, dia memutuskan muncul dan kembali ke Korea Selatan untuk mengumpulkan bukti yang ada. Namun, penonton merasa jika Choi Jeong Yo diprediksi akan hancur di episode terakhir drakor Four Hands, Two Sonatas. Lalu, kenapa prediksi ini bisa muncul?

Peringatan, artikel ini mengandung spoiler.

1. Choi Jeong Yo percaya jika Kang Pi O pelakunya

Cuplikan drakor Four Hands, Two Sonatas (dok.tvN/Four Hands, Two Sonatas)

Setelah beberapa saat tinggal di Praha, Choi Jeong Yo menelusuri kejadian tersebut dan mendapatkan kesimpulan jika Kang Pi O merupakan pelakunya. Gak hanya itu, Choi Jeong Yo bahkan merasa kesal karena melihat Kang Pi O melanjutkan hidup dan bermain piano seperti biasanya tanpa menunjukkan kehilangan. Padahal, Choi Jeong Yo menganggap sosok Kang Pi O sangat berarti bagi hidupnya.

Setelah kembali ke Korea Selatan, Kang Pi O juga mengakui hal ini. Sayangnya, beberapa orang berusaha mencerahkan persepsi salah Choi Jeong Yo mengenai Kang Pi O. Namun, Choi Jeong Yo gak mempercayai hal ini  dan tetap berpegang teguh pada pendapatnya.

2. Kang Pi O dianggap berarti di hidupnya

Cuplikan drakor Four Hands, Two Sonatas (dok.tvN/Four Hands, Two Sonatas)

Seperti disinggung di atas, posisi Kang Pi O di hidup Choi Jeong Yo sebenarnya cukup berarti di hidupnya sejak kecil. Keduanya menjalin pertemanan singkat ketika mengikuti sebuah kompetisi di usia 10 tahun. Ketika bertemu lagi di usia 18 tahun, Kang Pi O juga berperan besar terhadap hidup Choi Jeong Yo.

Saat itu, Jeong Yo kesulitan bermain piano di depan banyak orang karena serangan panik. Kang Pi O berusaha membuat Jeong Yo fokus terhadap permainannya tanpa memikirkan pendapat orang lain. Sejak saat itu, posisi Kang Pi O di hidup Choi Jeong Yo naik drastis.

3. Perjuangan Kang Pi O selama 9 tahun

Cuplikan drakor Four Hands, Two Sonatas (dok.tvN/Four Hands, Two Sonatas)

Dari sudut pandang Jeong Yo, Kang Pi O hidup dengan baik dan seakan melupakan dirinya. Mimpinya menjadi pianis terkenal juga berhasil diraih dengan mudah. Namun, kondisi jauh berbeda dengan Choi Jeong Yo yang kehilangan kemampuannya bermain piano setelah saraf jarinya rusak karena tembakan di bahu kanannya.

Namun, Choi Jeong Yo gak pernah mengetahui jika Kang Pi O mencarinya dengan segala usaha selama 9 tahun ini. Selama itu, Kang Pi O dengan sabar mencari tahu kejadian penculikan Choi jeong Yo dan berharap menemukan sosok sahabatnya ini dalam kondisi hidup. Sayangnya, Choi Jeong Yo gak pernah tahu hal ini dan Kang Pi O juga berusaha menutupinya.

4. Mental Kang Pi O yang gak stabil dan diprediksi akan hancur

Cuplikan drakor Four Hands, Two Sonatas (dok.tvN/Four Hands, Two Sonatas)

Kehilangan Choi Jeong Yo membuat Kang Pi O kesulitan untuk menjalani hidupnya. Dia bahkan terkena serangan panik di panggung terakhirnya. Kondisi ini semakin parah setelah mengetahui jika ibunya merupakan otak di balik kejadian nahas Choi Jeong Yo.

Kang Pi O hanya ingin Choi Jeong Yo puas balas dendam sekalipun harus hidup penuh tekanan, baik dari ibunya yang mengancam bunuh diri dan Choi Jeong Yo. Sejak saat itu, Kang Pi O seakan bertekad untuk turut hancur bersama dengan balas dendam sahabatnya itu. Buktinya, dia beberapa kali mengunjungi jembatan di sungai Han yang terkenal sebagai tempat bunuh diri warga setempat.

Langkah Choi Jeong Yo ini cukup menakutkan karena keputusannya juga gak menguntungkan dirinya. Dia bertekad menghancurkan orang yang dibenci sekaligus dicintai. Namun, apakah prediksi ini akan terjadi di akhir cerita Choi Jeong Yo?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article