Kenapa Park Gi Ppeum Memilh Jadi Pengacara Publik di Drakor Pro Bono?

Park Gi Ppeum (So Ju Yeon) merupakan salah satu pengacara kepentingan publik yang tergabung di Tim Pro Bono firma hukum Oh & Partners. Pribadinya sangat unik, ia selalu memancarkan keberanian, empati, dan keteguhan hati secara sekaligus. Dan, berhasil mengantarkan penonton untuk melihat sisi kemanusiaan dari seorang pengacara.
Bekerja di dunia hukum yang dingin dan penuh intrik dalam drakor Pro Bono. Park Gi Ppeum ternyata punya alasan tesendiri kenapa ia memilih bekerja sebagai pengacara kepentingan publik. Padahal sebelumnya, di firma hukum yang sama ia telah menempati posisi yang strategis dan tak mudah untuk bisa di posisi itu. Lalu, kenapa Park Gi Ppeum memilih menjadi pengacara publik di drakor ini? Simak alasan lebih lengkapnya di bawah ini.
1. Park Gi Ppeum tersentuh akan keputusan Kang Da Wit saat jadi hakim kasus ayahnya dahulu

Di masa lalu, Park Gi Ppeum selalu memiliki alasan kenapa ia menjadi tertarik akan sesuatu. Salah satunya pada dunia hukum, semuanya berawal saat ia mendapatkan keputusan baik dari Kang Da Wit yang berperan sebagai hakim atas kasus penipuan yang menimpa ayahnya dahulu.
Meski bukan kesalahan ayahnya, kejadian itu malah membuat ayahnya harus menanggung berbagai kerugian. Dengan keputusan adil dari Kang Da Wit, Park Gi Ppeum akhirnya menemukan cara baru untuk bangkit dari keterpurukan yang sedang dialami, yaitu dengan mempelajari hukum perdata untuk bisa menjadi pihak yang dapat membantu orang membutuhkan.
2. Park Gi Ppeum ingin bekerja demi keadilan

Setelah memutuskan untuk mempelajari ilmu hukum, Park Gi Ppeum langsung mendapatkan pekerjaan dengan gaji dan masa depat yang menjanjikan di firma hukum Oh & Partners. Ia bahkan diakui sebagai karyawan yang cakap dan mumpuni, bahkan atasannya sendiri tak rela melepaskan Park Gi Ppeum saat ingin mengundurkan diri.
Bukan tanpa sebab Park Gi Ppeum melepaskan pekerjaannya sebagai anggota tim M&A Oh & Partners. Selama bekerja, ia merasa tak bisa menyelamatkan pihak yang rentan dan hanya berprioritas mencari keuntungan. Karena pekerjaan ini bertolak belakang denan niat baiknya, ia memilih mundur dan mendaftar sebagai pelamar internal untuk bergabung dengan Tim Pro Bono.
3. Dorongan hati untuk ingin selalu bersikap empati

Berkat pengalaman hidupnya di masa lalu, Park Gi Ppeum secara bertahap memiliki rasa empati yang tinggi. Bahkan, ia selalu mendapatkan rasa nyaman dan hangat dari kedua orang tua yang disabilitas, meski sempat terpuruk karena penipuan.
Sejak itu, rasa keadilan Park Gi Ppeum mulai terbentuk. Ia tak hanya bisa merasakan kesulitan orang lain, namun juga mampu melakukan pendekatan empatik yang membuat hubungannya dengan klien terasa hangat. Tanpa dibuat-buat, ia mampu mendengarkan tanpa menghakimi, menguatkan tanpa memaksa, dan merangkul tanpa memperlihatkan superioritas.
Hingga episode 4, Park Gi Ppeum sudah mulai menunjukkan bagaimana kehidupannya yang sebenarnya dibalik seorang pengacara kepentingan publik. Bahkan lewat kisahnya, penonton dapat mengetahui alasan tersirat ia akhirnya memilih bekerja sebagai pengacara kepentingan publik, alih-alih bertahan di divisi M&A yang dianggap bisa membuat kehidupannya terjamin.



















