7 Ketidakadilan yang Dialami Kang Da Sim di My Royal Nemesis

Di episode awal My Royal Nemesis (2026), Kang Da Sim (Lim Ji Yeon) diperkenalkan sebagai villain legendaris dari Joseon pada masa pemerintahan Raja Anjong. Ia dijatuhi hukuman mati dengan meminum racun, tapi justru mengalami time travel ke masa depan dan berakhir di tubuh Shin Seo Ri.
Menariknya, setelah bangun di era modern, Da Sim menemukan bahwa sejarah mencatat namanya dengan begitu kejam, jauh berbeda dari kenyataan yang ia alami di istana. Meski dikenal sebagai sosok ambisius dan penuh intrik, ternyata ada banyak ketidakadilan yang dialami Da Sim sebelum kematiannya.
Hal inilah yang membuat penonton mulai bertanya-tanya, apakah Kang Da Sim benar-benar villain seperti yang selama ini dipercaya? Berikut deretan faktanya!
1. Da Sim dikenal sebagai salah satu selir raja yang paling ditakuti di era Joseon. Sifatnya yang ambisius dan licik, membuatnya dicap sebagai villain

2. Dalam catatan sejarah, ia disebut telah melakukan berbagai kejahatan berat, mulai dari mengacaukan tatanan istana hingga percobaan pembunuhan

3. Namun, Da Sim mengatakan bahwa semua tindakannya hanyalah cara untuk bertahan hidup di tengah politik kerajaan yang penuh permainan kotor

4. Meski terus membela diri, Da Sim tetap dijatuhi hukuman mati dengan meminum racun sekaligus dicabut gelar bangsawannya

5. Setelah kematiannya, ia dikenang sebagai villain legendaris. Ironisnya, namanya sendiri justru tidak pernah dicatat secara jelas dalam sejarah

6. Lukisan bunga plum yang dibuat Da Sim sebelum kematiannya juga dicatat sebagai karya Ratu Onjeong, padahal Da Sim lah pelukis aslinya

7. Karena itulah, sejarah akhirnya tetap mencatat Da Sim sebagai penjahat yang mati karena racun tanpa pernah mengetahui sisi lain dari kisah hidupnya

Deretan fakta di atas membuat kisah Kang Da Sim di My Royal Nemesis terasa semakin menarik untuk diikuti. Di balik citranya sebagai villain legendaris, ternyata ada banyak misteri dan ketidakadilan yang belum terungkap sepenuhnya. Nggak heran kalau banyak penonton mulai penasaran, apakah sebenarnya Da Sim memang benar-benar jahat, atau justru hanya korban politik istana?



















