7 Klaim Woo Gyeom Bloody Flower Soal Obat Ciptaannya, Kontroversial!

Lee Woo Gyeom (Ryeo Un) jadi karakter utama dalam serial korea Disney Plus Hotstar Bloody Flower. Tak seperti karakter utama dalam banyak drama korea umumnya yang protagonis, Ryeo Un memainkan peran sebagai Lee Woo Gyeom, seorang mahasiswa kedokteran yang menghabisi tujuh belas orang demi sebuah penelitian. Lee Woo Gyeom mencoba menjustifikasi kejahatannya itu dengan mengatakan ia hanya menghabisi seseorang dengan catatan kriminal dan itupun demi menciptakan obat yang akan bermanfaat bagi banyak orang.
Saat diamankan kepolisian dan diinterogasi, Lee Woo Gyeom kukuh tak merasa bersalah dan mengatakan ia berhasil menciptakan sebuah obat yang bisa menyembuhkan segala penyakit. Meski dicap sebagai psikopat, Lee Woo Gyeom terus menyombongkan obat hasil ciptaannya itu dengan mengeluarkan sejumlah klaim berikut ini.
1. Woo Gyeom mengklaim jika obat yang ia ciptakan bisa menyembuhkan segala penyakit dari kanker darah hingga polio

2. Ia juga mengaku jika obat yang ia ciptakan itu bisa menyembuhkan segala penyakit tanpa harus melewati prosedur pembedahan

3. Woo Gyeom mengklaim jika obat yang ia ciptakan telah menyelamatkan nyawa enam pasiennya

4. Bukan hanya itu, Woo Gyeom juga menerangkan jika obat yang ia ciptakan tak memiliki efek samping apa pun

5. Tapi, Woo Gyeom menegaskan jika obat yang ia ciptakan hanya berfungsi jika digunakan sesuai prosedur yang ia miliki

6. Jika pasien yang menggunakan obatnya mendapatkan prosedur medis lain, maka fungsi obat itu akan gagal

7. Jika pasien yang menggunakan obatnya mendapat prosedur medis lain, maka penyakit itu akan selamanya tak bisa sembuh

Saat publik marah karena kejahatannya dan jaksa Cha Yi Yeon (Keum Sae Rok) berambisi untuk memberikannya hukuman mati, Lee Woo Gyeom sama sekali tak menunjukan rasa penyesalan dan justru terus menyombongkan obat ciptaannya itu. Di atas jadi klaim yang Lee Woo Gyeom berikan untuk obat ciptaannya itu. Di persidangan, Lee Woo Gyeom bahkan berusaha membuktikan keberhasilan penelitiannya itu. Apakah benar obat itu bisa menyembuhkan segala penyakit?



















