Mengapa Lee Woo Gyeom Tidak Terkejut saat Ditangkap di Bloody Flower?

Karakter Lee Woo Gyeom (Ryeo Un) di drakor Bloody Flower adalah mantan mahasiswa kedokteran yang jenius. Namun, hidupnya berubah total karena kecelakaan yang membuat dirinya koma selama tiga tahun. Mahasiswa jenius tersebut pun berubah menjadi pembunuh berantai dengan 17 korban.
Lee Woo Gyeom mengaku melakukan pembunuhan tersebut hanya untuk penelitian. Tujuannya adalah menciptakan obat untuk penyakit yang disebut tak bisa disembuhkan. Anehnya, Lee Woo Gyeom sama sekali tidak terkejut ataupun melawan saat digerebek oleh detektif dan jaksa. Kenapa demikian? Ini dia alasannya.
1. Memang sudah menunggu penangkapan

Jaksa Cha Yi Yeon (Geum Sae Rok) dan Detektif Gong Min Chul (Ko Kyu Pil) memimpin penggerebekan Lee Woo Gyeom. Akan tetapi, Lee Woo Gyeom tidak terkejut sama sekali saat melihat kedatangan mereka bersama tim SWAT. Bahkan ia masih bisa menyapa Jaksa Cha Yi Yeon dengan tersenyum.
Ketika digerebek, Lee Woo Gyeom sedang mengobati pasien yang menderita penyakit kanker stadium akhir. Namun, tidak ada yang memercayainya. Ia dilarang bergerak sedikit pun meski memang berniat menyelesaikan pengobatan. Akan tetapi Lee Woo Gyeom tetap tenang dan mengikuti arahan.
Lee Woo Gyeom memang sudah menantikan momen ini. Saat diinterogasi oleh Jaksa Cha Yi Yeon, ia mengaku sudah punya niat untuk menyerahkan diri usai menyelesaikan pengobatan untuk pasien kanker. Bukan ditangkap, pembunuh berantai ini merasa dirinya sudah melunak kepada pihak berwajib untuk bisa menangkapnya dengan segera.
2. Eksperimennya sudah berhasil

Lee Woo Gyeom mengaku melakukan pembunuhan dengan tujuan penelitian semata. Ia membutuhkan tubuh manusia untuk menguji obat yang dikembangkannya. Sebab, obat itu berhasil membangkitkan tumbuhan dan hewan yang mati.
Hanya saja manusia lebih rumit dari yang dibayangkan. Lee Woo Gyeom sendiri tidak yakin apakah ia membunuh saat sesudah atau sebelum memberikan obat kepada korbannya. Percobaan itu terus dilakukan hingga korban Lee Woo Gyeom mencapai 17 orang.
Saat ditanya, ia berkata bahwa aksinya akan berhenti di sana. Dengan kata lain, tidak akan ada manusia yang dikorbankan lagi oleh Lee Woo Gyeom. Sebab, eksperimennya untuk obat penyakit yang tidak tersembuhkan sudah membuahkan hasil. Ia yakin obatnya sudah siap untuk digunakan. Bahkan sudah ada enam pasien yang merasakan kemanjuran obatnya.
3. Mengincar persidangan untuk membuktikan kemampuannya

Fokus Lee Woo Gyeom kini bukan lagi pada mengembangkan obat. Sekarang ia membutuhkan pengakuan. Lee Woo Gyeom ingin menyelamatkan lebih banyak orang sebagai ganti dari pembunuhan yang telah dilakukan. Ia percaya bahwa dengan begitu dosanya akan diampuni dan ia terbebas dari hukuman.
Cara yang ampuh untuk membuktikan kemampuannya yaitu melalui persidangan. Sebab, persidangan merupakan tempat yang resmi dan tidak terbantahkan. Ia pun tak masalah untuk memberi tahu semua hal terkait aksi kejamnya kepada jaksa. Karena itulah ia harus ditangkap terlebih dahulu agar sampai pada tahap ini.
Lee Woo Gyeom harus memenangkan persidangan itu untuk mencapai tujuan selanjutnya. Ia pun memanggil Pengacara Park Han Jun (Sung Dong Il) untuk menjadi pembelanya. Lee Woo Gyeom yakin Park Han Jun tidak akan menolak karena putrinya perlu obat miliknya agar sembuh dari penyakit Batten.
Tiga alasan di atas mendasari sikap tenang Lee Woo Gyeom saat ditangkap di Bloody Flower. Ia tak memiliki alasan untuk membunuh lagi karena eksperimennya sudah berhasil. Akan tetapi, sikapnya begitu meremehkan nyawa orang lain hingga tidak menunjukkan rasa bersalah sama sekali.

















