Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
7 Kritik terhadap Sistem Pendidikan yang Disorot di Between Steps
still cuts drama Between Steps (dok. ENA/Between Steps)

Mengangkat cerita berlatar kampus, drakor Between Steps (2026) menuai sorotan karena menyuguhkan kisah realistis yang dianggap relate dengan kehidupan sehari-hari. Drama ini gak hanya berfokus pada romansa kedua tokoh utamanya, Park Min Jae (Choo Young Woo) dan Lim You Jin (Kim So Hyun), tetapi juga menyoroti berbagai kritik sosial, terutama soal realitas kehidupan mahasiswa di lingkungan kampus.

Mulai dari kasus pelecehan hingga tekanan dalam lingkungan akademik, ada sejumlah isu yang membuat penonton ikut geram dengan situasi yang dihadapi para karakternya. Nah, apa saja kritik terhadap sistem pendidikan yang disorot di Between Steps?

1. Reputasi jurusan yang lebih diutamakan daripada keadilan bagi mahasiswa, seperti saat kasus pelecehan yang sengaja ditutupi demi menjaga reputasi

still cuts drama Between Steps (dok. ENA/Between Steps)

2. Penyalahgunaan wewenang oleh dosen yang menekan mahasiswa agar mengikuti keinginannya, seperti yang dilakukan Prof Kang terhadap You Jin

still cuts drama Between Steps (dok. ENA/Between Steps)

3. Budaya senioritas yang membuat mahasiswa berada dalam posisi rentan ketika harus berhadapan dengan senior maupun dosen

still cuts drama Between Steps (dok. ENA/Between Steps)

4. Mahasiswa yang berani menyuarakan kebenaran justru mendapat stigma negatif, You Jin dicap sebagai pembuat onar setelah membela Su Bin

still cuts drama Between Steps (dok. ENA/Between Steps)

5. Minimnya dukungan terhadap mahasiswa yang mengalami ketidakadilan, sehingga You Jin harus menghadapi tekanan saat membela Su Bin

still cuts drama Between Steps (dok. ENA/Between Steps)

6. Hubungan dosen dan mahasiswa yang gak sehat ketika jabatan akademik digunakan untuk menekan, bukan membimbing

still cuts drama Between Steps (dok. ENA/Between Steps)

7. Tekanan dalam menentukan masa depan akademik yang membuat mahasiswa harus berjuang mencari jurusan sesuai minat dan kemampuannya

still cuts drama Between Steps (dok. ENA/Between Steps)

Itulah tujuh kritik terhadap sistem pendidikan yang bisa dibahas lewat drakor Between Steps. Drama ini memperlihatkan bahwa lingkungan pendidikan gak selalu menjadi tempat yang aman dan adil bagi semua orang. Ketika kekuasaan disalahgunakan dan reputasi lebih diutamakan daripada kebenaran, orang yang berani memperjuangkan keadilan justru bisa menjadi pihak yang dirugikan. Lewat perjuangan You Jin, penonton diajak melihat pentingnya integritas, keberanian bersuara, dan lingkungan yang mendukung setiap orang untuk berkembang.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article