Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

4 Ide Kreatif Gong Yeon Su sebagai Tim Marketing di Make Me Tingle

3 min read
4 Ide Kreatif Gong Yeon Su sebagai Tim Marketing di Make Me Tingle
still cuts drama Make Me Tingle (dok. TVING/Make Me Tingle)
  • Gong Yeon Su mengembangkan mystery box Loand berbekal inspirasi dari instalasi pameran, menciptakan unsur kejutan yang membuat pengalaman belanja lebih menarik dan mendapat sambutan positif.

  • Untuk memperkaya mystery box, Yeon Su mengusulkan lilin aromaterapi serta kode QR menuju playlist musik agar konsumen dapat membangun suasana sesuai keinginan.

  • Saat Loand membuka pop-up store di Busan, Yeon Su mengajukan produk edisi terbatas bertema kota tersebut guna menyesuaikan strategi pemasaran dengan lokasi dan menarik pengunjung.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Gong Yeon Su (Nam Ji Hyun) dalam drakor Make Me Tingle (2026) dikenal sebagai sosok yang memiliki kemampuan pemasaran yang baik. Saat bekerja sama dengan Loand, perusahaan yang bergerak di bidang mainan dewasa, ia menunjukkan kreativitasnya melalui berbagai ide untuk menarik perhatian konsumen.

Menariknya, ide Yeon Su gak hanya berfokus pada produk yang dijual, tetapi juga pengalaman yang dirasakan konsumen. Mulai dari konsep mystery box hingga produk edisi terbatas, berikut empat ide kreatifnya!

  1. 1. Mengembangkan konsep mystery box

    still cuts drama Make Me Tingle
    still cuts drama Make Me Tingle (dok. TVING/Make Me Tingle)

    Yeon Su mendapatkan inspirasi untuk mengembangkan konsep mystery box setelah melihat instalasi berisi pesan-pesan acak di sebuah pameran. Ia lalu memanfaatkan ide tersebut untuk menciptakan pengalaman berbelanja yang lebih menarik bagi konsumen Loand.

    Konsep ini mengandalkan unsur kejutan sehingga konsumen gak sekadar membeli produk, tetapi juga merasakan pengalaman saat membuka kotak tersebut. Ide Yeon Su pun mendapat sambutan positif dan mystery box Loand berhasil meraih kesuksesan.

  2. 2. Menambahkan lilin aromaterapi ke dalam mystery box

    still cuts drama Make Me Tingle
    still cuts drama Make Me Tingle (dok. TVING/Make Me Tingle)

    Saat berdiskusi dengan Dokgo Dal (Kim.Jae Young) mengenai isi mystery box, Yeon Su mengusulkan penambahan lilin aromaterapi dan produk lain yang bisa membantu membangun suasana intim. Menurutnya, pengalaman konsumen gak hanya ditentukan oleh produk utama, tetapi juga suasana yang mendukung penggunaannya.

    Dal awalnya kurang setuju karena ingin mystery box tetap berfokus pada mainan dewasa. Namun, setelah mereka membicarakan manfaat lilin tersebut, Dal akhirnya menerima usulan Yeon Su dan memasukkannya ke dalam konsep produk.

  3. 3. Menyertakan kode QR berisi playlist

    still cuts drama Make Me Tingle
    still cuts drama Make Me Tingle (dok. TVING/Make Me Tingle)

    Gak berhenti pada lilin aromaterapi, Yeon Su juga mengusulkan penambahan kode QR yang terhubung ke playlist musik. Dengan begitu, konsumen bisa memutar musik untuk menciptakan suasana yang sesuai dengan keinginan mereka.

    Ide ini melengkapi konsep mystery box yang sebelumnya sudah dikembangkan. Yeon Su ingin produk Loand menawarkan pengalaman yang lebih menyeluruh, bukan sekadar menyediakan mainan dewasa bagi konsumennya.

  4. 4. Membuat produk edisi terbatas bertema Busan

    still cuts drama Make Me Tingle
    still cuts drama Make Me Tingle (dok. TVING/Make Me Tingle)

    Ketika Loand mendapat tawaran membuka pop-up store di Busan, Yeon Su melihat peluang untuk menghadirkan sesuatu yang berbeda. Ia mengusulkan produk edisi terbatas bertema Busan agar penawaran Loand terasa lebih relevan dengan lokasi pop-up store tersebut.

    Usulan ini disambut baik oleh tim Loand. Ide tersebut menunjukkan bahwa Yeon Su mampu menyesuaikan strategi pemasaran dengan kesempatan yang muncul, sekaligus memberikan alasan tambahan bagi konsumen untuk tertarik mengunjungi pop-up store mereka.

    Keempat ide tersebut memperlihatkan kreativitas Yeon Su dalam mengembangkan strategi pemasaran Loand. Dalam Make Me Tingle, ia gak hanya berusaha membuat produk lebih menarik, tetapi juga memikirkan pengalaman konsumen dan peluang untuk memperluas daya tarik bisnis tersebut.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Kisah Koperasi Perempuan di Tepi Rel

Related Articles

See More