Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

6 Masalah yang Digambarkan di Doctor on the Edge, Banyak Isu Sosial?

6 Masalah yang Digambarkan di Doctor on the Edge, Banyak Isu Sosial?
Cuplikan drakor Doctor on the Edge (instagram.com/ena_drama)
Intinya Sih
  • Doctor on the Edge menyoroti perjalanan Do Ji Ui, dokter bedah plastik yang harus menghadapi trauma masa lalu dan beradaptasi dengan kehidupan sederhana di pulau terpencil selama wajib militernya.
  • Drama ini juga menggambarkan perjuangan Yuk Ha Ri dalam menerima kenyataan tentang neneknya yang sakit keras, sekaligus memperlihatkan hubungan emosional antara keluarga dan tanggung jawab profesional.
  • Serial ini mengangkat isu sosial seperti minimnya fasilitas kesehatan, rendahnya pengetahuan medis masyarakat, serta ketimpangan politik yang memengaruhi pelayanan publik di daerah terpencil.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Drakor Doctor on the Edge (2026) menggambarkan tentang kehidupan dokter bedah plastik, Do Ji Ui (Lee Jae Wook), yang ditugaskan di puskesmas sebuah pulau selama wajib militer. Do Ji Ui yang dulunya dibesarkan dan menghabiskan waktu di kota besar cukup mengalami keterkejutan. Dia menghadapi berbagai masalah yang gak banyak ditemui sebelumnya.

Jauh sebelum bekerja di puskesmas Pyeondong-do, Do Ji Ui harus menghadapi masalah yang selama ini dipendamnya dan diabaikan. Namun, Do Ji Ui seakan dipaksa untuk mengenal diri sendiri selama menjalani tugasnya ini. Lalu, apa saja masalah yang digambarkan di drakor Doctor on the Edge dengan dinamika karakter dan situasi tersebut?

Peringatan, artikel ini mengandung spoiler.

1. Dipaksa untuk menghadapi trauma

Cuplikan drakor Doctor on the Edge
Cuplikan drakor Doctor on the Edge (instagram.com/ena_drama)

Do Ji Ui sebelumnya sangat takut mengendarai kapal dan berhadapan langsung dengan laut. Dia pernah mengalami kejadian buruk hingga membuatnya kehilangan banyak hal. Selama berada di laut, Do Ji Ui bahkan harus mengkonsumsi obat penenang untuk bisa tidur selama perjalanan.

Sayangnya, obat ini malah berdampak buruk terhadap perilakunya dan bisa membahayakan. Dengan perintah tugas di kepulauan, Do Ji Ui bahkan dipaksa untuk menggunakan perahu kecil selama mengunjungi pasien. Dengan kondisi ini, dia seakan dipaksa menghadapi rasa traumanya oleh keadaan.

2. Takut kehilangan dan menghadapi kenyataan

Cuplikan drakor Doctor on the Edge
Cuplikan drakor Doctor on the Edge (instagram.com/ena_drama)

Yuk Ha Ri (Shin Ye Eun) merupakan seorang perawat yang dulunya dibesarkan oleh neneknya yang tinggal di Pyeondong-do. Sayangnya, Ha Ri harus menjalani pendidikan hingga kerja di sebuah rumah sakit besar di kota. Dengan kondisi ini, Ha Ri memutuskan untuk kembali ke Pyeondong-do dan tinggal bersama neneknya.

Namun, nenek Ha Ri merupakan pasien kanker stadium akhir yang menolak seluruh pengobatan. Sayangnya, Ha Ri merasa keputusan neneknya ini sangat egois karena berusaha meninggalkannya. Di balik keputusan tersebut, Ha Ri dipaksa untuk menyadari jika neneknya juga sangat takut menghadapi kenyataan sama sepertinya. Dia hanya ingin menghabiskan sisa waktunya bersama cucu satu-satunya tanpa ada usaha pengobatan yang menyakitkan.

3. Berusaha tetap bekerja dan menghargai lingkungan baru

Cuplikan drakor Doctor on the Edge
Cuplikan drakor Doctor on the Edge (instagram.com/ena_drama)

Do Ji Ui pertama kali bekerja di sebuah pulau kecil yang jauh dari pusat kota. Makanan di pulau ini juga sangat terbatas karena masyarakatnya bekerja sebagai nelayan. Do Ji Ui jelas cukup terkejut dan berusaha menyesuaikan diri untuk bisa bertahan hidup selama setahun di Pyeondong-do.

Sekalipun banyak dihujat, Do Ji Ui berusaha untuk bekerja dengan baik. Dia meminta masukan Yuk Ha Ri dan beberapa dokter yang telah bekerja lebih dulu daripada dirinya. Do Ji Ui berusaha keras untuk merawat pasien sesuai dengan tugasnya saja.

4. Minimnya perhatian pemerintah pada fasilitas kesehatan

Cuplikan drakor Doctor on the Edge
Cuplikan drakor Doctor on the Edge (instagram.com/ena_drama)

Selama ini, pegawai puskesmas Pyeondong-do mengaku beberapa kali mengajukan keluhan mengenai fasilitas yang terlalu tua. Mereka mengajukan pergantian dan penambahan fasilitas agar masyarakat gak menghabiskan waktunya untuk pergi ke rumah sakit besar, kecuali kasus darurat. Sayangnya, pemerintah abai dengan situasi ini sehingga pegawai harus beradaptasi dengan segala kekurangannya.

Namun, masyarakat dan pegawai puskesmas beberapa kali mengeluh dengan tindakan pemerintah yang mementingkan lapangan landas helikopter untuk diperbaiki padahal masih layak digunakan. Imbasnya, banyak pegawai yang kecelakaan karena pengerjaan proyek ini terlalu terburu—buru. Menurut nakes, gubernur gak akan memberikan dan memperbarui fasilitas kesehatan puskesmas karena gak akan berdampak pada kredibilitas suara yang akan diraihnya di pemilu mendatang.

5. Pengetahuan kesehatan masyarakat yang minim

Cuplikan drakor Doctor on the Edge
Cuplikan drakor Doctor on the Edge (instagram.com/ena_drama)

Pulau ini dihuni oleh lansia yang umumnya bekerja menjadi nelayan. Mereka jelas kurang mengetahui perkembangan zaman dan pengetahuan kesehatan. Sekalipun ada puskesmas, para lansia ini jelas membutuhkan banyak pengetahuan dari para nakes yang bekerja.

Sayangnya, kurangnya pengetahuan mereka ini juga membentuk pola pikir yang cukup bebal. Do Ji Ui bahkan harus mencari cara agar mereka bisa memperhatikan dan menerima sarannya sebagai seorang dokter. Sayangnya, kejadian ini bahkan menunjukkan jika Do Ji Ui bahkan gak pernah didengarkan sekalipun dia punya lisensi resmi untuk memberikan perawatan.

6. Perbedaan cara pandang politik dan sosial

Cuplikan drakor Doctor on the Edge
Cuplikan drakor Doctor on the Edge (instagram.com/ena_drama)

Sosok Do Ji Ui sebenarnya cukup ikonik di Pyeondong-do. Dia menggunakan helikopter untuk menyelamatkan salah satu pasien serangan jantung. Sejak saat itu, keberadaan Do Ji Ui menjadi pusat perhatian gubernur setempat karena dianggap bisa menunjang perhatian publik.

Kondisi ini membuat Do Ji Ui dipindahkan untuk mendekat dan bekerja di kota. Sayangnya, pekerjaannya gak berurusan langsung dengan pasien dan menjadi alat publisitas gubernur. Namun, Do Ji Ui sadar jika dirinya gak ingin posisi tersebut karena dianggap bertentangan dengan sumpah dokternya.

Masalah yang diangkat di drakor ini jelas menjadi cerminan isu sosial yang beredar di kalangan masyarakat. Namun, apakah Do Ji Ui akan berhasil menyelesaikan tugas militernya ini dengan baik? 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Izza Namira
EditorIzza Namira

Related Articles

See More