Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
cuplikan drama Doctor X: Mafia in White. (instagram.com/sbsdrama.official)
  • Su Jeong memegang dada pasien setelah operasi untuk memastikan mereka masih bernyawa, sekaligus menyimpan harapan agar pasien bisa pulih dan menjalani hidup lebih lama.
  • Kebiasaan itu berkaitan dengan trauma saat ia gagal menyelamatkan anak bernama Baraka; Su Jeong tak ingin kehilangan pasien lain atau mengulangi kesalahan penanganan.
  • Tindakan tersebut juga menjadi cara Su Jeong membuktikan keyakinannya sebagai dokter yang mampu menyelamatkan pasien, di balik sikapnya yang terlihat dingin.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Gye Su Jeong (Kim Ji Won) dalam Doctor X: Mafia in White memiliki dedikasi luar biasa bagi pasien. Meski ia hanya dokter sementara di Guseo University Medical Center (GUMC), ia sangat totalitas menyelamatkan pasien yang membutuhkan. Kejeniusan dan rasa empatinya memang luar biasa. Bahkan, hal ini terlihat dari kebiasaan uniknya usai melakukan operasi.

Seperti diketahui, usai melakukan operasi Su Jeong tak lupa memegang dada pasien sambil menutup mata. Banyak yang mempertanyakan alasan ia melakukan itu. Silakan disimak penjelasan lengkapnya!

1. Bentuk keyakinan bahwa pasien masih bernyawa

cuplikan drama Doctor X: Mafia in White. (instagram.com/sbsdrama.official)

Su Jeong dikenal sosok yang dingin dan tak peduli dengan sekitar. Namun nyatanya ia adalah sosok yang hangat dan memiliki simpati pada pasien. Usai melakukan operasi ia memegang dada pasien dengan tujuan memastikan bahwa pasien masih bernyawa. Ini juga menunjukkan sebuah pengharapan bagi Su Jeong. Apalagi ia tahu pasien yang ia operasi memiliki harapan tinggi untuk sembuh dan menjalani hidup lebih lama.

2. Trauma masa lalu

cuplikan drama Doctor X: Mafia in White. (instagram.com/sbsdrama.official)

Di masa lalu, Su Jeong mengalami insiden yang memilukan. Ia tak bisa menyelamatkan seorang anak kecil bernama Baraka dalam sebuah insiden. Penyesalan pun terlihat di wajah Su Jeong. Beberapa kali ia menempelkan wajah dan telinganya ke dada Baraka. Namun, anak kecil itu sudah tak bernyawa. Nah, kebiasaan Su Jeong memegang dada pasien adalah bagian dari trauma masa lalunya. Ia tak ingin kehilangan pasien yang ia tangani dan tak ingin siapa pun bernasib sama dengan Baraka. Ia tak ingin melakukan kesalahan yang sama dalam menangani pasien.

3. Sebagai bentuk rasa percaya diri

cuplikan drama Doctor X: Mafia in White. (instagram.com/sbsdrama.official)

Dengan kejeniusan yang dimiliki, Su Jeong selalu menyebutkan dirinya sosok yang tak pernah gagal melakukan operasi. Ia mengatakan itu penuh dengan percaya diri dan membuktikan kepada semua orang bahwa siapa pun bisa disembuhkan. Dengan memastikan nyawa pasien masih berdetak usai operasi, ini menunjukkan pembuktian bahwa dirinya sosok yang tepat untuk melakukan tindakan itu. Bukan karena sombong, melainkan untuk membuktikan pada dokter lain ia mampu melakukan itu.

Kebiasaan Su Jeong seperti ini memang terlihat unik. Meski alasannya di atas seperti menunjukkan kesombongan, namun nyatanya ia sosok yang berhati hangat dan bisa diandalkan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article