Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

3 Karakter Wanita Berpengaruh Bagi Sato Hideo di 100 Days of Deception

3 min read
3 Karakter Wanita Berpengaruh Bagi Sato Hideo di 100 Days of Deception
cuplikan drakor 100 Days of Deception (dok. tvN/100 Days of Deception)

Kehidupan Sato Hideo (Jin Young) dalam drakor 100 Days of Deception bersinggungan dengan banyak pihak. Ada yang hubungannya terjalin dengan baik, namun ada juga yang menyimpan banyak misteri. Hal ini tak terjadi tanpa sebab, kehidupan Sato Hideo nyatanya tidak digerakkan oleh perintah militer, melainkan oleh intrik, luka, dan rahasia.

Salah satunya dipengaruhi oleh tiga karakter wanita di bawah ini. Mereka hadir di kehidupan Sato Hideo dengan membawa cerita yang berbeda. Lantas, siapakah tiga karakter wanita tersebut dan apa pengaruhnya bagi hidup Sato Hideo? Yuk, simak!

  1. 1. Lee Ga Kyung

    cuplikan drakor 100 Days of Deception
    cuplikan drakor 100 Days of Deception (dok. tvN/100 Days of Deception)

    Sato Hideo hidup dalam kedok identitas elit Jepang sebagai putra angkat Direktur Jenderal Sato Shinichi (Jin Sun Kyu). Ketika Lee Ga Kyeong menyusup sebagai peserta pelatihan penerjemah, ia membawa misi rahasia dari kelompok kemerdekaan Gugukdan untuk membunuh ayah angkat Sato Hideo. Keberadaan Lee Ga Kyung berhasil menciptakan dilema moral terbesar bagi Sato Hideo. Ia terjebak di antara kewajibannya untuk melindungi otoritas ayahnya atau mengikuti naluri kemanusiaannya untuk melindungi wanita yang mulai ia sayangi itu.

    Secara bertahap, Lee Ga Kyung memengaruhi Sato Hideo untuk tidak sekadar melihat segala sesuatu dari kacamata kepatuhan birokrasi kolonial. Ketika Sato Hideo melihat beban moral yang dipikul Lee Ga Kyung, seperti saat dipaksa menerjemahkan interogasi para pejuang Joseon, Sato Hideo mulai terdorong untuk bertindak di luar tugas resminya. Ia bahkan mulai bersedia membantu menyembunyikan gerak-gerik mencurigakan Lee Ga Kyung dan melindunginya dari bahaya. Secara tidak langsung sikapnya ini mulai mengikis loyalitas mutlak Sato Hideo terhadap Pemerintahan Jenderal Jepang.

  2. 2. Ibu angkat Sato Hideo

    cuplikan drakor 100 Days of Deception
    cuplikan drakor 100 Days of Deception (dok. tvN/100 Days of Deception)

    Pada episode 8, muncul seorang wanita yang diduga adalah ibu angkat Sato Hideo dahulunya. Wanita itu disinyalir memegang peran psikologis yang luar biasa besar dalam membentuk pribadi Sato Hideo saat ini. Meskipun ia diceritakan telah menghilang secara misterius, sosoknya tetap menjadi pilar emosional utama bagi Sato Hideo.

    Sebagai anak yatim piatu berdarah Joseon yang diadopsi oleh pejabat tinggi Jepang, Sato Shinichi. Hideo tumbuh di lingkungan elit kolonial yang asing dan penuh tekanan. Ibu angkatnya yang juga keturunan Joseon menjadi satu-satunya orang yang memberikan kasih sayang tulus tanpa syarat. Kehangatan sang ibu membuat Sato Hideo tetap mempertahankan rasa nyaman terhadap identitas aslinya sebagai orang Joseon, meskipun ia dipaksa hidup sebagai warga Jepang.

  3. 3. Kim Myung Nam

    cuplikan drakor 100 Days of Deception
    cuplikan drakor 100 Days of Deception (dok. tvN/100 Days of Deception)

    Kim Myung Nam (Park Jung Yeon) memiliki pengaruh taktis dan politik yang sangat signifikan terhadap jalan hidup Sato Hideo. Meskipun Sato Hideo menaruh hati pada Lee Ga Kyung, kehadiran KIm Myung Nam di lingkaran elitnya bertindak sebagai ujian besar bagi loyalitas birokrasi dan keselamatan Sato Hideo. Kim Myung Nam merupakan tunangan Sato Hideo melalui perjodohan politik yang diatur oleh ayah angkat Sato Hideo, Sato Shinichi. Bagi Sato Shinichi, menikahkan Sato Hideo dengan putri dari pemilik perusahaan tekstil terbesar di Joseon, Jail Textile, adalah langkah strategis untuk memperkuat pengaruh birokrasi Jepang di Joseon.

    Kim Myung Nam memberikan pengaruh psikologis sebagai sosok cermin bagi Sato Hideo. Keduanya sama-sama berasal dari kelas atas Gyeongseong yang diuntungkan oleh kolonialisme. Namun, Kim Myung Nam memilih menolak kenyamanan tersebut demi kemerdekaan bangsanya dan bergabung dengan Gugukdan.

    Kehadiran mereka membawa dampak besar terhadap konflik batin, pilihan politik, hingga keselamatan hidup Sato Hideo. Mereka tak hanya bertindak sebagai katalis yang mengacaukan dinding pertahanan emosional Sato Hideo. Namun, juga memaksanya untuk menghadapi krisis identitas yang mendalam.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Related Articles

See More