7 Paradoks Gye Su Jeong di Doctor X, Dingin tapi Peduli

- Gye Su Jeong tampil dingin dan blak-blakan, tetapi mengambil alih operasi saat pasien ditinggalkan serta mengutamakan keselamatan pasien dibanding hierarki rumah sakit.
- Sebagai dokter bedah lepas, ia tegas membatasi tugas dan memasang bayaran tinggi, namun tetap serius menangani operasi tanpa membedakan status sosial pasien.
- Meski dianggap pembangkang dan menjaga jarak, Gye Su Jeong mampu berkoordinasi dalam tim; keahliannya dibutuhkan rumah sakit, sementara masa lalunya terkait Doctor X masih misterius.
Gye Su Jeong (Kim Ji Won) langsung mencuri perhatian lewat sikapnya yang sulit ditebak dalam drama Korea Doctor X: Mafia in White. Sebagai dokter bedah lepas, ia tidak ragu mengkritik senior dan menolak tuntutan pekerjaan yang dianggap tidak sesuai dengan kesepakatan. Namun, di balik pembawaannya yang dingin, Gye Su Jeong justru menunjukkan kepedulian besar ketika keselamatan pasien dipertaruhkan.
Kepribadian tersebut membuat kehadirannya di Rumah Sakit Universitas Guseo memicu berbagai pertentangan sejak episode pertama. Ia sering dianggap menyebalkan, padahal sejumlah tindakannya memperlihatkan tanggung jawab yang tidak selalu dimiliki dokter dengan jabatan lebih tinggi. Berikut tujuh paradoks Gye Su Jeong dalam Doctor X: Mafia in White yang membuat karakter ini menarik untuk diikuti.
1. Terlihat cuek, tetapi tidak tega membiarkan pasien terlantar

still cut drama Korea Doctor X (instagram.com/sbsdrama.official) Gye Su Jeong bukan dokter yang sibuk membangun kesan ramah di hadapan rekan kerjanya. Ia lebih suka berbicara seperlunya dan tidak terlalu peduli ketika orang lain merasa tersinggung. Sikap tersebut membuat dirinya mudah dianggap tidak memiliki empati terhadap lingkungan sekitar.
Namun, episode pertama memperlihatkan sisi berbeda ketika para dokter meninggalkan pasien yang masih berada di meja operasi. Mereka bergegas menolong Kim Myeong Seop (Kim Jong Goo) yang tiba-tiba mengalami kondisi darurat. Gye Su Jeong justru mengambil alih tindakan medis agar pasien yang ditinggalkan tidak kehilangan kesempatan untuk diselamatkan.
2. Menolak senioritas, tetapi menghormati tanggung jawab dokter

still cut drama Korea Doctor X (instagram.com/sbsdrama.official) Bagi Gye Su Jeong, jabatan tinggi tidak otomatis membuat keputusan seseorang selalu benar. Ia bahkan berani mempertanyakan tindakan dokter senior ketika menemukan sesuatu yang dianggap berisiko. Cara bicaranya yang langsung membuat keberanian tersebut sering dipandang sebagai bentuk ketidaksopanan.
Menariknya, Gye Su Jeong justru menunjukkan penghormatan besar terhadap tanggung jawab profesi dokter. Ia tidak menerima keadaan ketika kepentingan seorang petinggi membuat pasien lain kehilangan perhatian medis. Paradoks ini memperlihatkan bahwa dirinya lebih menghargai kewajiban menyelamatkan pasien daripada kedudukan seseorang dalam hierarki rumah sakit.
3. Memasang batas kerja, tetapi tetap serius saat operasi

still cut drama Korea Doctor X (instagram.com/sbsdrama.official) Sebagai dokter bedah lepas, Gye Su Jeong memiliki ketentuan kerja yang tidak selalu sesuai dengan kebiasaan rumah sakit. Ia tidak ingin dibebani urusan penelitian dokter senior maupun kegiatan sosial yang berada di luar tugasnya. Ketegasan tersebut membuat sebagian kolega menganggapnya terlalu banyak menuntut.
Akan tetapi, sikapnya berubah menjadi sangat fokus ketika berhadapan dengan persoalan medis yang membutuhkan keahliannya. Gye Su Jeong tidak memperlakukan tindakan operasi sebagai pekerjaan yang boleh diselesaikan secara asal. Ia justru menunjukkan bahwa membatasi kewajiban administratif tidak sama dengan mengurangi keseriusan dalam menangani pasien.
4. Terlihat mengutamakan uang, tetapi tidak membedakan nilai pasien

still cut drama Korea Doctor X (instagram.com/sbsdrama.official) Gye Su Jeong dikenal memiliki standar bayaran tinggi untuk kemampuan bedah yang ditawarkannya. Hal tersebut membuat dirinya mudah dinilai sebagai dokter yang terlalu memperhitungkan keuntungan pribadi. Namun, episode kedua menghadirkan situasi yang menguji anggapan tersebut melalui dua pasien dengan latar belakang berbeda.
Rumah sakit harus menangani seorang donatur kaya dan seorang remaja yang sama-sama membutuhkan tindakan medis. Ketika pihak lain mempertimbangkan status sosial pasien, Gye Su Jeong justru memperhatikan kebutuhan penanganan keduanya. Sikap tersebut memperlihatkan bahwa menetapkan harga tinggi atas keahlian tidak otomatis membuat dirinya mengutamakan pasien berdasarkan kekayaan.
5. Percaya diri menghadapi operasi, tetapi masa lalunya menyimpan pertanyaan

still cut drama Korea Doctor X (instagram.com/sbsdrama.official) Kemampuan Gye Su Jeong membuatnya berani mengambil keputusan dalam situasi medis yang sulit. Ia tidak mudah kehilangan keyakinan ketika dokter lain meragukan kemungkinan keberhasilan suatu tindakan. Kepercayaan diri tersebut menjadi salah satu alasan kehadirannya begitu menonjol di ruang operasi.
Namun, akhir episode kedua memperlihatkan petunjuk mengenai tindakan medis misterius yang berkaitan dengan sosok Doctor X. Sebuah operasi pada masa lalu disebut berhasil, tetapi pasien yang ditangani kemudian meninggal beberapa waktu setelahnya. Informasi tersebut membuat keyakinan Gye Su Jeong terasa lebih kompleks karena latar belakang keberhasilannya belum sepenuhnya terungkap.
6. Tidak suka bersosialisasi, tetapi mampu bekerja dalam tim

still cut drama Korea Doctor X (instagram.com/sbsdrama.official) Gye Su Jeong tidak terlihat berusaha mendapatkan penerimaan melalui acara makan bersama atau hubungan sosial dengan senior. Ia lebih memilih menjaga jarak daripada mengikuti kebiasaan yang tidak berhubungan langsung dengan pekerjaannya. Sikap tersebut membuat interaksinya dengan sejumlah dokter berlangsung kurang harmonis.
Meski demikian, episode kedua menunjukkan bahwa ia tetap memahami pentingnya koordinasi ketika dua operasi harus berlangsung hampir bersamaan. Gye Su Jeong memastikan penanganan pasien remaja dapat diteruskan ketika dirinya dibutuhkan dalam operasi pasien lain. Tindakan tersebut memperlihatkan bahwa menjaga jarak secara pribadi tidak berarti menolak kerja sama profesional.
7. Sering dianggap pembangkang, tetapi justru dibutuhkan rumah sakit

still cut drama Korea Doctor X (instagram.com/sbsdrama.official) Sejak awal kedatangannya, Gye Su Jeong menimbulkan ketidaknyamanan bagi sejumlah dokter di Rumah Sakit Universitas Guseo. Keberaniannya mempertanyakan keputusan senior membuat dirinya dianggap sulit dikendalikan. Bahkan, kemampuannya tidak selalu melindungi dirinya dari konsekuensi ketika menentang orang berpengaruh.
Ironisnya, rumah sakit tetap membutuhkan keahlian Gye Su Jeong untuk menghadapi kasus yang sulit ditangani dokter lain. Bu Seung Gwon (Son Hyun Joo) melihat kemampuan tersebut sebagai sesuatu yang berguna bagi kebutuhan institusi. Kondisi ini membuat Gye Su Jeong berada dalam posisi unik karena kehadirannya ditolak oleh sebagian orang, tetapi kontribusinya tetap sulit digantikan.
Tujuh paradoks Gye Su Jeong dalam Doctor X: Mafia in White memperlihatkan bahwa sikap dingin dan keberaniannya menentang senior tidak cukup untuk menjelaskan kepribadiannya, terutama setelah tindakan nyata di ruang operasi menunjukkan bahwa ia memiliki standar tanggung jawab yang berbeda dari sejumlah dokter di sekitarnya. Ketika masa lalu yang berkaitan dengan Doctor X mulai memunculkan pertanyaan baru, ketegasan Gye Su Jeong justru terasa semakin menarik karena penonton belum mengetahui apakah kepercayaan dirinya akan terus menjadi kekuatan atau menghadirkan konflik yang lebih besar pada episode berikutnya.
























