4 Previlese Joo Ho Jin di Drakor Can This Love Be Translated?

Drakor Can This Love Be Translated masih jadi topik hangat di kalangan penikmat drama Korea. Karakter Joo Ho Jin jadi cowok idaman baru para cewek. Joo Ho Jin (Kim Seon Ho) memang dibuat paket lengkap banget. Gak hanya tampan, tetapi sangat cerdas baik secara intelektual maupun emosional. Belum lagi kesabarannya menghadapi tingkah Cha Mu Hee (Go Youn Jung).
Sebenarnya, karakter Joo Ho Jin bisa terbentuk seperti itu karena ia punya background yang baik. Berikut ini IDN Times Community membahas empat previlese Joo Ho Jin dalam drakor Can This Love Be Translated? Disimak sampai selesai, ya!
1. Terlahir di keluarga kaya dan terpandang

Joo Ho Jin terlahir di keluarga terpandang dan kaya raya. Bukan konglomerat, tetapi keluarganya punya nama besar di bidang pendidikan dan budaya. Sang kakek adalah orang yang sangat dihormati, bahkan setelah meninggal. Rumah peninggalan kakek Joo Ho Jin sering dikunjungi para cendekiawan sebagai sarana belajar.
Previlese ini adalah dasar dari segala previlese yang kemudian dia dapatkan selama hidup. Karena itu, sejak episode awal sudah ditunjukkan pengaruh keluarga, terlebih khusus nama besar sang kakek atas hidp Joo Ho Jin.
2. Bertumbuh di luar negeri

Saat kecil, Joo Ho Jin tinggal bersama ibu dan ayahnya di Kanada. Mereka sering berpindah dari Kanada, Amerika, dan Korea. Hal ini membuat Joo Ho Jin terbiasa bersosialisasi dalam lingkungan global yang lebih terbuka, dibandingkan dengan kalau ia hanya hidup di Korea saja.
Cara Joo Ho Jin melihat dunia terbentuk sejak ia masih kecil. Hidup di negara orang membuatnya harus berani untuk beradaptasi setiap berpindah tempat. Karena inilah Joo Ho Jin punya banyak teman dari luar negeri. Relasi yang ia bangun saat tinggal di luar negeri sangat berguna untuk kelangsungan kariernya.
3. Bisa belajar banyak bahasa

Karena bertumbuh di luar negeri, Joo Ho Jin jadi lancar berbahasa Inggris. Ia juga mengembangkan kemampuannya untuk belajar bahasa baru seperti Italia, Jepang, Mandarin, dan Prancis. Kemampuannya sebagai poliglot ini membuka banyak kesempatan kerja untuknya.
Walau ia tak mau terikat dan hanya bekerja sebagai freelancer, Joo Ho Jin membuktikan ada banyak keuntungan dari previlese-nya. Ia bisa bekerja dalam industri hiburan, politik, bahkan budaya. Karena berpikir kemampuannya selalu dibutuhkan dan tak punya tekanan untuk mencari uang, Joo Ho Jin jadi hidup lebih santai dan tak mengejar karier.
4. Tak ada tekanan dari keluarga

Pada umumnya, orang Asia itu hidup dalam ikatan yang kuat dengan keluarga. Berbeda dengan orang barat yang hidup bebas sejak berusia 18 tahun, orang Asia cenderung masih terikat dengan keluarga bahkan sampai ia menikah. Sebagian besar anak-anak keluarga Asia mengemban harapan dan ekspektasi keluarga.
Mulai dari pendidikan yang tinggi, karier yang mapan, hingga pernikahan yang tepat waktu. Previlese ini mungkin tak bisa dinilai dengan materi, berbeda dengan tiga hal di atas. Namun, untuk seorang anak di keluarga Asia, diberi kebebasan memilih jalan hidup tanpa terbeban ekspektasi orang tua adalah sebuah previlese.
Previlese ini dimiliki Joo Ho Jin sebab ia tak perlu memikirkan soal uang. Tak perlu membeli rumah sebab menerima warisan. Ia juga bebas sebagai pekerja lepas yang tak punya jenjang karier. Ayah dan ibunya selalu memberi kebebasan sejak ia remaja.
Buat kamu yang belum nonton Can This Love Be Translated? segera merapat ke Netflix, ya. Dijamin kamu bakal jatuh hati sama karakter Joo Ho Jin. Ia green flag banget dan karakternya dewasa serta stabil. Bikin penonton makin terpesona!


















