7 Rasa Bersalah Lee Han Young pada Ayahnya di The Judge Returns

- Rasa bersalah Lee Han Young berawal saat ia ikut berada di lokasi demo buruh, namun memilih diam dan tidak memberi kesaksian demi menyelamatkan diri
- Keputusannya untuk tidak bersuara membuat ayahnya dijadikan kambing hitam dan dianggap sebagai provokator dalam insiden pengeroyokan buruh
- Trauma melihat ayahnya dipenjara membuat Lee Han Young bertekad tidak lagi diam ketika ketidakadilan terjadi di depan matanya
Rasa bersalah menjadi emosi yang terus membayangi hidup Lee Han Young dalam drama The Judge Returns. Semua berawal dari kasus masa lalu yang menyeret ayahnya hingga harus menjalani hukuman penjara. Peristiwa itu meninggalkan penyesalan mendalam yang sulit ia lepaskan.
Saat kejadian tersebut, Lee Han Young berada di lokasi namun memilih diam dan tidak memberi kesaksian. Keputusannya itu membuat sang ayah dijadikan pihak yang disalahkan dalam kasus pengeroyokan buruh demo. Sejak saat itu, rasa bersalah Lee Han Young tumbuh dan memengaruhi setiap langkahnya sebagai hakim. Berikut rasa bersalah Han Young pada ayahnya dalam drakor The Judge Returns.
1. Rasa bersalah Lee Han Young berawal saat ia ikut berada di lokasi demo buruh, namun memilih diam dan tidak memberi kesaksian demi menyelamatkan diri

2. Keputusannya untuk tidak bersuara membuat ayahnya dijadikan kambing hitam dan dianggap sebagai provokator dalam insiden pengeroyokan buruh

3. Lee Han Young menyadari sikap pengecutnya turut menyeret sang ayah hingga harus menjalani hukuman penjara selama empat bulan

4. Setiap mengingat masa lalu itu, Lee Han Young dihantui penyesalan karena gagal membela kebenaran saat orang terdekatnya dikorbankan

5. Rasa bersalah tersebut membentuk pandangannya bahwa hukum sering kali berpihak pada yang kuat dan menekan mereka yang tak berdaya

6. Trauma melihat ayahnya dipenjara membuat Lee Han Young bertekad tidak lagi diam ketika ketidakadilan terjadi di depan matanya

7. Penyesalan masa lalu mendorong Lee Han Young bersikap keras dan berani mengambil risiko dalam setiap putusan hukum yang ia buat

Rasa bersalah pada ayahnya menjadi luka batin yang terus mendorong Lee Han Young untuk berubah. Penyesalan itu membentuk prinsipnya sebagai hakim agar tidak lagi membiarkan kebenaran dikorbankan. Setiap putusan yang ia ambil adalah upaya menebus kesalahan masa lalu. Dengan cara itu, Lee Han Young berharap keadilan yang ia tegakkan tidak lagi melukai orang yang tak bersalah.


















