Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Review Film Korea Hope, Pengalaman Imersif yang Sayangnya Kurang Sempurna

Review Film Korea Hope, Pengalaman Imersif yang Sayangnya Kurang Sempurna
Dok. Forged Films (Hope)
Share Article

Menerima standing ovation selama 7 menit di Festival Film Cannes tidak menjamin Hope (2026) mendapat sambutan hangat dari penonton Indonesia. Meski dibintang jajaran pemain chungmuro, film ini meraup 59.389 penonton di bioskop Indonesia sampai Rabu (10/9/2026) sejak tayang perdana pada 9 September 2026.

Film garapan Na Hong Jin yang dikenal berkat The Wailing (2016) ini menyajikan pengalaman imersif saat disaksikan di layar IMAX. Namun, pengalaman itu terasa kurang, lantaran CGI yang tidak dipoles secara maksimal. Simak ulasan film Korea Hope (2026) berikut ini!

  1. Sinopsis film Korea Hope

    Hope (2026) mengambil latar sebuah desa bernama Hope Harbor yang letaknya dekat dengan Korea Demilitarized Zone (DMZ). Suatu hari, kehidupan Hope Harbor yang tenang berubah menjadi tragedi mengerikan saat entitas misterius memporak-porandakan desa.

    Ko Beom Seok (Hwan Jung Min), Ko Sung Ki (Jo In Sung), hingga Yim Sung Ae (Jung Ho Yeon) bekerja sama untuk melindungi warga desa. Lalu, apa sebenarnya entitas misterius itu? Kenapa mereka datang ke Hope Harbor?

    Hope
    2026
    3.8/5
    Directed by Na Hong Jin
    Producer

    Saerom Kim, Saemi Kim, Na Hong Jin

    Writer

    Na Hong Jin

    Age Rating

    13+

    Genre

    Action, Thriller, Mysteri, Sci-Fiction

    Duration

    156 Minutes

    Release Date

    9 September 2026

    Theme

    Survival, Teror, Alien, Polisi, Pemburu

    Production House

    Forged Films, Plus M Entertainment

    Where to Watch

    XXI, CGV, Cinepolis

    Cast

    Hwang Jung Min, Jo In Sung, Hoyeon, Alicia Vikander, Michael Fass bender

  2. Trailer film Korea Hope

    Cuplikan film Korea Hope

  3. Review film Korea Hope

  4. 1. Hadirkan pengalaman imersif yang bikin penonton serasa ikut petualangan menegangkan di Hope Harbor

    Menurut saya, salah satu daya tarik Hope adalah pengalaman imersif yang disajikan, apalagi saat kamu menonton di layar IMAX. Sebab, film ini berulang kali menyajikan sudut pengambilan gambar eye level.

    Di beberapa adegan, saya seperti ikut berada di tengah kekacauan Hope Harbor. Mulai dari duduk di bangku belakang mobil yang sedang melaju dengan kecepatan tinggi hingga mendapat lemparan motor atau barang-barang tak terduga dari entitas misterius tersebut. Sudut pengambilan gambar ini membuat ketegangan yang dihadirkan semakin terasa.

    Di sisi lain, film ini cenderung menampilkan teknik pengambilan gambar still atau tidak bergerak di 30 menit awal. Teknik tersebut memberikan efek menenangkan, mungkin sedikit membosankan, sekaligus memupuk rasa gelisah penonton yang penasaran dengan kelanjutan setiap adegannya.

  5. 2. Sayangnya, semakin dekat dengan mata penonton, CGI yang ditampilkan justru terlihat kurang natural

    Sayangnya, pengalaman imersif itu terasa kurang sempurna, karena polesan CGI yang menurut saya tidak rapi. Jika adegan CGI disorot dari jauh, penonton mungkin tidak merasa aneh atau janggal.

    Namun, CGI di film ini jadi terlihat tidak natural saat gambarnya disorot semakin dekat dengan mata penonton. Meski begitu, kesan menegangkan yang disuguhkan tetap bikin penonton terkejut, berteriak, atau melompat sejengkal dari kursi mereka.

  6. 3. Plotnya menarik dan berpotensi hadir dengan sekuel, tapi babak ketiga terasa bertele-tele

    Perlu diakui, plot yang disajikan Na Hong Jin sangat menarik. Selain itu, film ini memang diproyeksikan untuk hadir dengan sekuel atau dikemas menjadi franchise baru. Sayangnya, eksekusi babak kedua akhir hingga babak ketiga atau sekitar 60 menit sebelum film berakhir kurang maksimal.

    60 menit terakhir seakan diciptakan khusus untuk mengulik sosok Sung Ki (Jo In Sung), salah satu karakter penting di film ini dan sekilas soal alasan entitas misterius datang ke bumi. Alih-alih dikemas sepadat mungkin, film ini justru menyuguhkan adegan kejar-kejaran, tanpa storyline yang jelas.

    Film ini tetap menarik untuk dinikmati, apalagi bagi saya yang memang tidak memasang ekspektasi sejak awal. Selain itu, keunggulan lain dari film Hope (2026) adalah audio post production yang on point sehingga semakin memacu adrenalin penonton.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More