7 Alasan Se Ah Jadi Kunci Memutus Kutukan di If Wishes Could Kill

Di If Wishes Could Kill (2026), Yoo Se Ah (Jeong So Young) bersama teman-temannya harus menghadapi teror mematikan dari aplikasi pengabul permohonan bernama Girigo. Awalnya mereka menganggap semuanya hanya candaan, sampai akhirnya serangkaian kejadian aneh berubah jadi mimpi buruk yang merenggut nyawa. Sayangnya, mereka sudah telanjur terjebak dalam permainan berbahaya ini.
Menariknya, di tengah situasi tersebut, hanya Se Ah yang disebut-sebut mampu mengakhiri kutukan Girigo. Padahal, ia bukan satu-satunya yang menggunakan aplikasi itu. Lalu, kenapa justru Se Ah yang jadi kunci utama? Ini dia penjelasannya!
1. Se Ah adalah pengguna terakhir Girigo di antara lingkaran pertemanannya, setelah Hyeong Wook, Na Ri, dan Geon Woo lebih dulu terlibat

2. Ketika permohonannya terkabul, countdown milik Geon Woo (Baek Sun Ho) yang sebelumnya aktif justru berhenti

3. Hal ini membuat Se Ah menjadi satu-satunya yang masih memiliki timer berjalan, sehingga seluruh risiko kini berpusat padanya

4. Dengan bantuan Haetsal (Jeon So Nee), countdown milik Se Ah memang sempat dihentikan, tapi kutukannya belum sepenuhnya lenyap

5. Karena kutukan masih melekat, Se Ah tetap memiliki koneksi dengan roh jahat di balik kutukan Girigo

6. Untuk benar-benar mengakhiri semuanya, Se Ah harus menemukan Maehyeong, yaitu objek yang menjadi sumber kutukan lalu menghancurkannya

7. Berkat keterhubungan tersebut, hanya Se Ah yang bisa melihat dan berinteraksi dengan “HP merah” yang menjadi wujud Maehyeong

Peran Se Ah dalam If Wishes Could Kill memang krusial, karena nasib semua orang kini bergantung pada dirinya. Nggak heran kalau ia harus menghadapi risiko besar demi menghentikan kutukan itu untuk selamanya. Jadi, seberapa jauh Se Ah akan melangkah demi menyelamatkan semuanya? Wajib banget kamu tonton sampai akhir!



















