Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Skenario Tipu Daya Lee Woo Gyeom di Bloody Flower, Berhasil?

cuplikan drakor Bloody Flower
cuplikan drakor Bloody Flower (x.com/Viu_TH)

Dalam drama Korea Bloody Flower, karakter Lee Woo Gyeom (Ryeo Un) yang semula mengklaim memiliki obat untuk penyakit tak tersembuhkan, tetap dijatuhi hukuman mati. Setelah mendengar putusan itu, Woo Gyeom tidak gentar. Sebaliknya, ia seperti menyimpan banyak rencana.

Satu di antaranya menggiring opini publik agar berbalik membelanya. Kejahatannya memang tercatat dan perlu diadili, tapi selain itu publik juga menuntut tindakan lebih untuk menguji penemuannya. Berikut tipu daya Lee Woo Gyeom yang diprediksi sebagai bagian dari skenarionya.

1. Pertemuan dengan penegak hukum dibuat seolah seperti kebetulan

cuplikan drakor Bloody Flower
cuplikan drakor Bloody Flower (dok. Viu/Bloody Flower)

Lee Woo Gyeom tidak terkejut saat dirinya ditangkap. Ia bahkan sudah menentukan pihak-pihak yang akan membelanya sejak jauh hari sebelum ditangkap. Mengetahui latar belakang pengacaranya, Woo Gyeom yakin pengacara Park Han Jun (Sung Dong Il) akan membelanya sampai akhir.

Kejadian demi kejadian seolah sudah ada sebagai bagian dari rencananya. Berakhir di meja hijau baginya bukan kesalahan, tapi memang tempat yang ia sudah targetkan sejak awal. Sepanjang itu, publik dibuat berpikir. Apakah tindakan Woo Gyeom menciptakan terobosan atau hanya sebatas pemuas obsesinya agar obat untuk penyakit tak tersembuhkan ciptaannya diakui dunia?

2. Menjadi penolong saat momen kritis

cuplikan drakor Bloody Flower
cuplikan drakor Bloody Flower (dok. Viu/Bloody Flower)

Lee Woo Gyeom dikenal sebagai mahasiswa kedokteran jenius yang akhirnya melabeli diri sebagai penyelamat. Dalam beberapa kesempatan, situasi di mana orang-orang membutuhkannya, lalu datang kepadanya bukan murni kebetulan. Ia telah membaca potensi ini jauh sebelumnya, kemudian menunggu momen paling kritis untuk turun tangan.

Ketika pasien berada dalam kondisi terhimpit, Woo Gyeom hadir sebagai solusi dengan memberikan pengobatan. Bagi mereka yang mengharapkan keajaiban, segala kemungkinan pun akan dipercaya sebagai upaya sembuh. Saat itulah Lee Woo Gyeom menanamkan ikatan balas budi sebagai hubungan jangka panjang dengan para pasiennya.

3. Mengontrol informasi dan rahasia penelitian

cuplikan drakor Bloody Flower
cuplikan drakor Bloody Flower (x.com/Viu_TH)

Sedekat apa pun hubungan Lee Woo Gyeom dan Park Han Jun selaku pengacaranya tak menutup kemungkinan masih banyak rahasia tersembunyi di antara mereka. Tepatnya, Woo Gyeom memilih untuk menahan informasi penting untuk digunakan pada momen yang menurutnya tepat. Ini membuat Han Jun pun bertanya-tanya, apakah membela Woo Gyeom adalah pilihan yang benar?

Dalam beberapa adegan, Woo Gyeom yang seharusnya merasa kalah karena putusan pengadilan justru bersikap sebaliknya. Diam-diam ia menunduk dan tersenyum puas, seolah semua yang terjadi sesuai perhitungannya. Di tengah kejanggalan kasus ini, ia mendapatkan keinginannya, yaitu demonstrasi medis.

4. Berpura-pura mengorbankan diri untuk mendapatkan pembelaan

cuplikan drakor Bloody Flower
cuplikan drakor Bloody Flower (dok. Viu/Bloody Flower)

Selama pengadilan belum mendapatkan hasil final, Lee Woo Gyeom masih bermain-main dengan situasi di dalam penjara. Ia setuju dengan arahan Park Han Jun untuk membuat rencana cadangan agar namanya kembali naik. Namun, ia tidak hanya menurut, tapi juga berimprovisasi di dalamnya.

Selesai mengantongi target untuk disembuhkan, ia melancarkan aksinya dengan memulai keributan di dalam sel. Demi hasil yang cepat, ia ambil risiko dengan berpura-pura terluka. Momen ini mengarahkannya secara tak langsung ke profesor Han (Seung Eui Yeol), rekan peneliti sekaligus yang akan membantu transfusi darah antara Woo Gyeom dengan pasiennya.

5. Mendapatkan simpati dari publik untuk sidang banding

cuplikan drakor Bloody Flower
cuplikan drakor Bloody Flower (dok. Viu/Bloody Flower)

Putusan final terhadap Lee Woo Gyeom yang sudah membunuh 17 orang adalah hukuman maksimal, hukuman mati seperti yang diajukan oleh jaksa Cha (Keum Sae Rok). Namun, pengacara Park Han Jun tidak menyerah. Begitu pun Woo Gyeom yang melihat hukuman mati bukanlah akhir hidupnya. Ada yang lebih penting dari itu.

Woo Gyeom masih meyakini adanya momen di mana ia bisa menunjukkan kemampuannya. Tapi selama ini, ia balut dengan embel-embel penyelamatan. Menariknya, usai sidang akhir, berbagai petisi baru bermunculan. Sebagian besar mempertanyakan tindakan Woo Gyeom dan menganggap aksinya menemukan obat untuk penyakit yang tak tersembuhkan sebagai terobosan dan perlu uji klinis lebih lanjut.

Bagi Lee Woo Gyeom di drakor Bloody Flower, menang bukan berarti terlepas dari jeratan hukum. Ia merasa menang jika dunia menerima penemuannya dan mengakui kemampuannya. Demi semua itu, ia perlu lebih banyak skenario seperti merencanakan kelima tipu daya tersebut.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ananda Zaura
EditorAnanda Zaura
Follow Us

Latest in Korea

See More

5 Konsep dan Format Reality Show Battle of Fates yang Memikat

19 Feb 2026, 19:28 WIBKorea