Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
3 Strategi Proyek Laknes Ala Tim 5 di The Ordinary Jackpot, Berani?
Cuplikan drakor The Ordinary Jackpot (instagram.com/tving.official)
  • Tim 5 Hongsung International ditugaskan menghidupkan Laknes di Korea Selatan, meski merek Jepang itu memberi ekspektasi dan kompensasi rendah untuk proyek tersebut.
  • Gong Eun Tae menegosiasikan keuntungan lebih baik, lalu merekrut Manajer Cha yang berpengalaman untuk menangani pelanggan sebagai penghubung utama dengan merek.
  • Tim 5 mempromosikan Laknes melalui spanduk di lokasi strategis, influencer, serta usulan Yoon Ji Hyun memakai sepatu Laknes saat sidang perceraiannya.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Tim 5 yang dipimpin Gong Eun Tae (Lee Jun Hyuk) ditugaskan untuk menghidupkan Laknes sebagai salah satu jenama yang diperhitungkan di drakor The Ordinary Jackpot (2026). Laknes sendiri merupakan jenama yang paling diperhitungkan di Jepang. Sayangnya, popularitasnya gak naik ketika dipasarkan di Korea Selatan.

Hongsung International berupaya menghidupkan Laknes lagi di negara mereka. Tugas ini jelas tidak mudah untuk dikerjakan oleh Tim 5. Namun, Gong Eun Tae sangat optimis dengan bukti data pekerjaan sebelumnya yang bisa membangun merek lain dan berhasil berkembang. Lalu, strategi apa yang digunakan Tim 5 untuk mengerjakan proyek Laknes di drakor The Ordinary Jackpot?

Peringatan, artikel ini mengandung spoiler.

1. Merekrut manajer toko terbaik

Cuplikan drakor The Ordinary Jackpot (instagram.com/tving.official)

Gong Eun Tae sadar jika Laknes menggunakan Korea Selatan sebagai batu loncatan untuk masuk ke pasar Tiongkok. Kondisi ini membuat Laknes gak menaruh harapan lebih dan memberikan ekspektasi serta kompensasi terendah dibanding pemasok Jepang. Sayangnya, Gong Eun Tae gak ingin Laknes memandang rendah akan proyek yang ditanganinya ini.

Dengan data hasil kerja keras timnya, Gong Eun Tae berusaha negosiasi pihak Laknes dengan bantuan asisten manajer Yang Jun Ho (Seo Hyun Woo). Pada akhirnya, mereka berhasil menaikkan keuntungan kesepakatan lagi. Sayangnya, mereka harus mencari cara untuk merekrut manajer toko yang dikenal andal.

Manajer toko adalah sosok yang berurusan langsung dengan pelanggan. Gong Eun Tae dan timnya percaya jika sosok ini wajib punya sejarah karier yang bisa dibuktikan secara data. Pada akhirnya, mereka berusaha merekrut manajer Cha (Min Young) sebagai orang yang bertanggung jawab sebagai pintu antara pelanggan dan merk.

2. Publikasi di tempat strategis dan menggunakan influencer

Cuplikan drakor The Ordinary Jackpot (instagram.com/tving.official)

Laknes dikenal sebagai salah satu merk cukup ternama dan berpengaruh. Tim 5 sadar jika pasar Korea Selatan bisa jadi salah satu sumber emas karena kehidupan sosial masyarakatnya yang sangat memperhatikan penampilan. Langkah pertama, tim menyusun berbagai cara pemasaran konvensional dengan memasang beberapa spanduk untuk toko yang ada di tempat strategis, seperti Gangnam.

Gak hanya itu, tim 5 berusaha memanfaatkan strategi pemasaran populer, seperti memanfaatkan pengaruh influencer. Influencer sendiri memang punya sebuah kekuatan mempengaruhi pengikutnya. Dengan kondisi ini, tim 5 berusaha menyusun strategi pemasaran influencer dengan sangat baik.

Kondisi ini jelas sangat diperhitungkan apalagi bagi perusahaan sebesar Hongsung International. Gong Eun Tae dan timnya jelas menyusun beberapa influencer terpercaya hingga berhasil menggaet banyak perhatian di hari pertama pembukaan toko.

3. Pemilihan model iklan yang berani

Cuplikan drakor The Ordinary Jackpot (instagram.com/tving.official)

Yoon Ji Hyun (UEE) adalah model iklan tetap berbagai merk yang dipasok oleh Hongsung International. Popularitas Yoon Ji Hyun sendiri telah diakui hingga berujung kabar perceraian yang membuatnya harus menanggung banyak denda dari kontroversi ini. Gong Eun Tae sadar jika perusahaan mungkin akan menghentikan kontrak kerja Yoon Ji Hyun karena masalah perceraiannya.

Sayangnya, Gong Eun Tae harus putar otak setelah timnya banyak menghabiskan uang karena kesalahan pemesanan. Bagi Gong Eun Tae, Yoon Ji Hyun bisa jadi pisau bermata dua. Sayangnya, dia tetap harus bertaruh untuk menyelamatkan tim, barang yang sudah dikirim, hingga perusahaan.

Gong Eun Tae sadar jika latar belakang Yoon Ji Hyun bersih sebelum perceraian. Proses perceraian ini juga gak dianggap sebagai kontroversial karena Yoon Ji Hyun sangat yakin gak melakukan kesalahan di pihaknya. Pada akhirnya, Gong Eun Tae membuat sebuah soft marketing dengan mengusulkan Yoon Ji Hyun mengenakan sepatu Laknes di sidang perceraiannya.

Banyak orang memang menganggap langkah yang dilakukan Gong Eun Tae ini sangat mudah. Sayangnya perlu analisis yang kuat dan keberanian untuk mencoba sehingga bisa berhasil. Menurutmu, apakah strategi ini juga bisa diterapkan di bidang lain?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article