Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Kenapa Yi Ahn Dijuluki Pangeran Suyang Abad ke-21 di Perfect Crown?

Kenapa Yi Ahn Dijuluki Pangeran Suyang Abad ke-21 di Perfect Crown?
cuplikan drama Perfect Crown (dok. MBC/Perfecrt Crown)
Intinya Sih
  • Yi Ahn, pangeran dalam drakor Perfect Crown, menjadi wali raja bagi keponakannya setelah kakaknya meninggal, menciptakan dinamika politik mirip kisah Pangeran Suyang di sejarah Joseon.

  • Citra Yi Ahn yang karismatik, dingin, dan berani melawan tradisi, membuatnya dijuluki 'Pangeran Suyang Abad ke-21', terutama karena langkah kontroversialnya menikahi rakyat biasa demi strategi politik.

  • Posisinya sebagai paman raja muda, menimbulkan kecurigaan akan ambisi tersembunyi merebut takhta. Namun rakyat melihat Yi Ahn sebagai simbol monarki modern yang menolak aturan lama.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Berlatar di era monarki konstitusional, drakor Perfect Crown menyoroti hidup Pangeran Agung Yi Ahn (Byeon Woo Seok). Sepeninggal kakaknya, ia harus mengemban tanggung jawab sebagai wali raja bagi keponakannya yang masih belia.

Eksistensinya ini pun gak hanya menuai sorotan, tapi juga kontroversi. Bahkan, usai muncul dengan cheolik di tengah jamuan ulang tahun kerajaan, ia mendapat julukan "Pangeran Suyang Abad ke-21". Penasaran gak sih kenapa Pangeran Yi Ahn dijuluki begitu? Cek alasannya di sini!

1. Posisi politik Yi Ahn seperti Pangeran Suyang

cuplikan drama Perfect Crown
cuplikan drama Perfect Crown (dok. MBC/Perfecrt Crown)

Dalam konteks sejarah Korea Selatan, Pangeran Suyang—yang kemudian dikenal sebagai Raja Sejo—merupakan penguasa ketujuh Dinasti Joseon. Ia merupakan putra kedua dari Raja Sejong sekaligus paman dari Raja Danjong.

Setelah kakak laki-lakinya meninggal dunia, ia merebut takhta dari keponakannya sendiri, Raja Danjong, yang masih muda melalui kudeta. Untuk memastikan gak ada ancaman terhadap takhtanya, Raja Sejo memerintahkan agar Danjong dihukum mati.

Situasi ini memiliki kemiripan dengan Yi Ahn dalam drama Perfect Crown. Sebagai putra kedua dari Raja Hui Jong (Son Jun Ho), ia telah dibatasi sejak kecil agar gak melampaui kemampuan kakaknya yang menjadi penerus takhta.

Namun, ia harus menjadi wali raja bagi keponakannya setelah kakaknya itu meninggal dunia. Meski merupakan putra raja, Yi Ahn adalah pangeran yang "gak memiliki apa-apa" dalam hal kekuasaan nyata dibandingkan saudaranya, sehingga memicu dinamika politik yang mirip dengan peristiwa sejarah tersebut.

2. CItra Yi Ahn dinilai mirip dengan Pangeran Suyang

cuplikan drama Perfect Crown
cuplikan drama Perfect Crown (dok. MBC/Perfecrt Crown)

Seperti citra Pangeran Suyang yang ambisius, tegas dan kadang dianggap kejam demi tujuannya, Yi Ahn memiliki aura karismatik, dingin dan tertutup yang membuatnya mendapatkan reputasi tersebut di mata masyarakat modern Korea. Bahkan di lingkungan istana, Ibu Suri Yoon Yi Rang (Gong Seung Yeon) mencurigai Yi Ahn memiliki ambisi tersembunyi.

Berbeda dari sosok kakak atau keponakannya yang rapuh, layaknya Pengeran Suyang, Yi Ahn adalah pendobrak aturan yang berani melawan tradisi, termasuk keputusannya menikahi rakyat biasa. Langkah ini dipandang sebagai taktik politik yang cerdas tapi kontroversial, mirip dengan prinsip Pangeran Suyang yang meyakini bahwa kekuasaan sejati hanya dimiliki oleh mereka yang mampu merebutnya, tanpa memedulikan garis keturunan maupun aturan suksesi yang berlaku.

2. Yi Ahn dianggap mengancam takhta

cuplikan drama Perfect Crown
cuplikan drama Perfect Crown (dok. MBC/Perfecrt Crown)

Yi Ahn menempati posisi sebagai paman dari seorang raja muda yang gak berdaya. Kondisi ini memicu kekhawatiran di kalangan keluarga kerajaan bahwa Yi Ahn mungkin akan merebut takhta dari keponakannya sendiri. Ia diduga memiliki sisi kejam dan keinginan terselubung, seperti yang disebutkan Yoon Yi Rang.

Meski Pangeran Suyang dalam sejarah adalah seorang perebut kuasa, tapi ia adalah seorang raja yang cakap. Hal ini mencerminkan langkah Yi Ahn yang mungkin sedang menghancurkan sistem aristokrat lama demi membangun sistem yang baru.

Sebagaimana saat ia dikitrik oleh anggota keluarga kerajaan karena mengenakan busana santai pada perayaan ulang tahun raja. Namun, rakyat justru membela Pangeran Yi Ahn karena ia dianggap lebih mengutamakan kepraktisan daripada aturan formal dan mencontohkan monarki modern.

Yi Ahn di drakor Perfect Crown dijuluki sebagai "Pangeran Suyang Abad ke-21" karena posisi politik dan reputasinya. Sebutan ini juga mempertegas sisi pribadinya sebagai pangeran yang berusaha bertahan di tengah intrik istana modern, sambil berusaha merebut kembali otoritas yang seharusnya ia miliki.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Hella Pristiwa
EditorHella Pristiwa
Follow Us