Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Imbas Kontroversi Assassin(s) ke Yoo Hae Jin hingga Lee Min Ho, Didemo
potret Yoo Hae Jin dan Lee Min Ho dalam film Assassin(s) (dok. Hive Media Corp)
  • Film Assassin(s) tayang perdana di Korea Selatan pada 23 September 2026, lalu memicu tuduhan distorsi sejarah karena mengangkat penembakan Yuk Young Soo dengan unsur fiksi.
  • Unggahan soal rencana demo di depan rumah Yoo Hae Jin beredar, tetapi keaslian dokumennya belum terkonfirmasi; sejumlah selebritas pendukung film juga mendapat kritik daring.
  • Acara Lee Min Ho di Festival Film Internasional Busan dibatalkan tanpa alasan rinci, sementara Asosiasi Produser Film Korea mengecam serangan pribadi terhadap kreator dan pemain.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Setelah lama dinantikan, film Assassin(s) yang dibintangi oleh para aktor papan Korea atas akhirnya tayang perdana di bioskop Korea Selatan pada 23 September 2026. Namun, hanya beberapa hari setelah dirilis, proyek layar lebar tersebut malah terjerat kontroversi dugaan distorsi sejarah.

Masalah ini juga meluas dan menyeret nama Yoo Hae Jin hingga Lee Min Ho, yang tampil dalam film Assassin(s). Bahkan baru-baru ini, dikabarkan akan ada massa pengunjuk rasa yang melayangkan protes langsung ke rumah Yoo Hae Jin. Berikut ini informasi selanjutnya.

1. Ada pihak-pihak yang mengancam akan gelar demo protes di depan rumah Yoo Hae Jin

potret Yoo Hae Jin dalam film Assassin(s) (dok. Hive Media Corp)

Pada Kamis (1/10/2026), sebuah unggahan berjudul "Sebuah protes telah diajukan di luar rumah aktor utama film Assassin(s)" mulai beredar di komunitas daring Korea Selatan. Postingan tersebut juga menyertakan foto formulir pemberitahuan demonstrasi di luar ruangan, yang diklaim penulis akan melakukan unjuk rasa di depan rumah Yoo Hae Jin.

Formulir tersebut mencantumkan nama aksi sebagai "Kecaman terhadap Yoo Hae Jin dan perusahaan produksi film Assassin(s)." Peserta yang tercatat 20 orang dan periode protes ada pada 3—30 Oktober 2026. Namun, keaslian dokumen dan pengajuan protes yang viral ini belum dikonfirmasi. Unggahan itu pun sempat menyebutkan kediaman Yoo Hae Jin.

Tidak hanya Yoo Jae Jin, kontroversi ini juga menyeret nama-nama selebriti yang menghadiri VIP premiere film Assassin(s). Baru-baru ini, akun media sosial milik Lee Young Ae, Kim Go Eun, hingga Park Byung Eun, turut dibanjiri komentar KNetz yang mengkritik mereka karena merekomendasikan film tersebut.

2. Acara Lee Min Ho batal di Festival Film Internasional Busan 2026

potret Lee Min Ho dalam film Assassin(s) (dok. Hive Media Corp)

Pada Kamis (1/10/2026), Festival Film Internasional Busan mengumumkan melalui akun media sosial resminya bahwa acara "Actors House: Lee Min Ho," yang dijadwalkan 7 Oktober 2026 telah dibatalkan karena keadaan yang tidak dapat dihindari. Pihak penyelenggara mengatakan tiket akan dibatalkan dan dikembalikan secara otomatis tanpa memerlukan permintaan terpisah.

Agensi Lee Min Ho, MYM Entertainment, juga meminta maaf kepada penggemar, karena sang aktor tidak dapat menghadiri acara itu dengan alasan yang sama seperti pemberitahuan dari Festival Film Internasional Busan. Namun, beberapa pihak berspekulasi, pembatalan tersebut kemungkinan berkaitan dengan kontroversi seputar film Assassin(s).

3. Asosiasi Produser Film Korea kecam kritik berlebih terhadap aktor

poster film Assassin(s) (dok. Hive Media Corp)

Film Assassin(s) disutradarai oleh Hur Jin Ho dan terinspirasi dari peristiwa penembakan Yuk Young Soo, istri mantan Presiden Park Chung Hee, pada upacara Hari Pembebasan pada 15 Agustus 1974. Ceritanya mengeksplorasi teori seputar insiden tersebut, termasuk kemungkinan adanya penembak lain selain Moon Se Kwang dan potensi keterlibatan lembaga pemerintah, saat para tokoh menyelidiki apa yang terjadi di balik upaya pembunuhan itu.

Setelah informasi tentang alur cerita film Assassin(s) dirilis, kritik dengan tuduhan distorsi sejarah muncul dari beberapa kalangan politik dan kelompok konservatif. Muncul pula seruan untuk membedakan antara catatan sejarah yang sebenarnya dan rekonstruksi fiksi film itu. Sebelumnya, tim produksi menjelaskan Assassin(s) adalah film fiksi yang dibuat berdasarkan peristiwa sejarah. Namun, mereka menegaskan film ini murni hasil imajinasi sinematik dan sama sekali tidak dibuat untuk tujuan politik.

Asosiasi Produser Film Korea akhirnya turut mengeluarkan pernyataan pada Kamis (1/10/2026). Asosiasi tersebut menyatakan keprihatinan atas kritik berlebihan yang ditujukan kepada para kreator individu, termasuk perusahaan produksi, sutradara, aktor, dan staf, hanya karena mereka berpartisipasi dalam film Assassin(s). Evaluasi suatu karya seharusnya hanya berfokus pada karya itu sendiri dan tidak boleh mengarah pada serangan pribadi.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article