4 Proyek Akting Lee Min Ho yang Menuai Kritik, Terbaru The Assassin(s)

- The Assassin(s) meraih 1 juta penonton dalam tiga hari, tetapi dikritik karena mengangkat teori konspirasi atas peristiwa 1974 hingga memicu tuntutan yayasan Park Chung Hee dan laporan polisi.
- Omniscient Reader diprotes karena menyimpang dari webtoon, dengan perubahan karakter dan cerita, CGI pertempuran dinilai kurang mulus, serta dialog membingungkan bagi penonton baru.
- When the Stars Gossip dan The King: Eternal Monarch dikritik atas dialog, alur lambat, plot hole, CGI, serta isu representasi; acara BIFF 2026 Lee Min Ho dibatalkan terkait kontroversi The Assassin(s).
Film terbaru Lee Min Ho, yaitu The Assassin(s), berhasil mengumpulkan 1 juta penonton hanya dalam waktu 3 hari penayangan. Meski sukses dalam segi jumlah penonton, film arahan Hur Jin Ho tersebut baru-baru ini justru mendapatkan kritik tajam dari publik setelah merilis plot yang dinilai menyesatkan terkait peristiwa sejarah nyata.
Namun, sebenarnya bagi Lee Min Ho ini bukanlah film pertamanya yang mendapat kritik dari publik. Sebelumnya, beberapa proyek aktingnya juga sempat menerima kritikan. Terbaru film The Assassin(s), berikut ini empat proyek akting Lee Min Ho yang mendapat kritik dari penonton maupun kritikus.
1. Film The Assassin(s) (2026)

Film The Assassin's (dok. Hive Media Corp/The Assassin's) Film The Assassin(s) mengisahkan tentang percobaan pembunuhan terhadap mantan Presiden Park Chun Hee pada tahun 1974, yang berujung pada kematian Ibu Negara, Yuk Young Soo. Dalam film ini, diceritakan bahwa percobaan pembunuhan tersebut diduga diatur oleh Korea Utara. Namun, alih-alih mengikuti hasil penyelidikan resmi, film ini justru memilih untuk mengeksplorasi teori konspirasi yang menyatakan bahwa Ibu Negara dibunuh oleh peluru yang berasal dari pengawalnya sendiri.
Bahkan, dikisahkan jika pembunuhan tersebut sebenarnya adalah rekayasa dari Presiden Park sendiri. Tak hanya itu, sejumlah adegan juga mengisyaratkan keterlibatan lembaga negara atau kantor kepresidenan sehingga hal ini memicu kemarahan dari Yayasan Presiden Park Chung Hee. Yayasan tersebut merilis pernyataan yang menuntut permintaan maaf secara publik dan mendesak penghentian penayangan film ini. Puncaknya, bahkan sutradara beserta tim produksi film The Assassin(s) dilaporkan ke Kepolisian Metropolitan Seoul.
2. Film Omniscient Reader (2025)

Film Omniscient Reader (dok. Lotte Entertainment/Omniscient Reader) Sebelumnya, film Lee Min Ho, Omniscient Reader juga sempat mendapat kritik, bahkan sejak sebelum penayangannya. Film ini menuai kritik tajam dari penggemar maupun kritikus film karena banyak penyimpangan dari cerita asli webtoon-nya. Sebagian senjata dan penggambaran karakter dinilai melenceng, seperti penggunaan senapan alih-alih pedang pada adegan tertentu. Alur cerita yang disajikan juga terasa terburu-buru dan berbeda jauh bahkan dari bab-bab awal webtoon-nya.
Tak hanya itu, efek CGI dan visual pertempuran juga dinilai kurang mulus dan belum memenuhi standar film blockbuster berbujet besar. Sebagian penonton juga merasa dialog terasa kaku serta naskahnya membingungkan bagi penonton yang belum pernah membaca karya aslinya. Film Omniscient Reader ini juga sempat mendapatkan ulasan atau rating yang cukup rendah di beberapa platform.
3. Drama When the Stars Gossip (2025)

Drama When the Stars Gossip (dok. tvN/When the Stars Gossip) Tak hanya film, drama Korea yang dibintangi Lee Min Ho, yaitu When the Stars Gossip, juga sempat mendapat kritikan. Drama ini menerima berbagai kritikan tajam terkait dialog, alur cerita, hingga pada episode akhirnya. Karakter yang dibawakan Lee Min Ho, yaitu Gong Ryong, juga menuai kecaman karena beberapa dialognya dinilai tidak pantas, seksis, dan merendahkan perempuan. Ia dianggap seperti sosok yang vulgar dan misoginis.
Penonton juga banyak mengeluhkan tentang alur ceritanya yang berjalan lambat, membosankan, serta adanya plot hole atau celah logika dalam cerita. Hubungan antar-karakter dinilai instan, dipaksakan oleh naskah, dan kurang memiliki kedalaman emosional, meskipun dibintangi oleh aktor papan atas. Episode akhir drama ini dinilai tragis secara dipaksakan dan membuat penonton kecewa, yang berujung pada penurunan rating.
4. Drama The King: Eternal Monarch (2020)

Drama The King: Eternal Monarch (dok. SBS/The King: Eternal Monarch) Terakhir, ada pula drakor The King: Eternal Monarch (2020), yang sempat mendapat beberapa kritikan. Konsep dunia paralel dan teka-teki waktu yang diangkat dinilai terlalu rumit dan membingungkan penonton, sehingga membuat alur cerita terasa lambat. Sebagian penonton juga mengkritik akting dan interaksi romantis antara pemeran utamanya, Lee Min Ho dan Kim Go Eun, yang dinilai kurang bernyawa pada beberapa adegan awal.
Pada awal penayangan, desain arsitektur istana fiktif dan kapal perang dalam drama ini juga dikritik karena dianggap mirip dengan kuil serta atribut angkatan laut Jepang, yang memicu sensitivitas sejarah publik Korea. Kualitas CGI pada beberapa adegan juga sempat dinilai kurang halus dan menuai kritik warganet. Penempatan penayangan produk sponsor, seperti minuman, ayam goreng, hingga perangkat kosmetik juga dinilai terlalu sering dan mencolok sehingga mengganggu fokus serta alur cerita.
Meski merupakan salah satu bintang Hallyu yang cukup populer, Lee Min Ho tetap kerap mendapat kritikan untuk beberapa proyek aktingnya. Bahkan, baru-baru ini acara Actors' House: Lee Min Ho di Busan International Film Festival (BIFF) 2026 juga dibatalkan karena kaitan dengan kontroversi seputar film barunya, The Assassin(s).
![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)






















