Jeon Somi (instagram.com/somsomi0309)
Dalam talk show di YouTube pada 2023, Somi mengatakan, semua siswa bersikap baik padanya saat dia baru pindah ke SD barunya. Namun, perundungan terjadi tak lama setelah itu. Bullying itu disebabkan oleh terpilihnya dia sebagai ketua kelas. Ia terpilih setelah hari pertamanya sekolah.
Siswa yang kalah pun merundungnya selama lebih dari tiga tahun. Mereka bahkan merobek kartu perpustakaannya dan mengisi sepatu Somi dengan sampah. Keadaan yang memburuk membuat Somi menulis surat pada gurunya untuk mengungkap situasi buruk yang dialaminya.
Gurunya meluangkan waktu untuk mendengarnya. Namun, mereka pun tak dapat berbuat apa-apa. Ia baru bisa menghentikan perundungan ini saat pergi ke salah satu anak dari kelompok yang menindasnya. Ia mengatakan dirinya menderita karena perundungan itu.
Somi juga mengaku tidak tahu bagaimana perundungan itu dimulai pada sang pelaku. Namun, dia mengaku ingin akur dengan mereka. Ia menemui pelakunya satu per satu untuk mengatakan itu. Setelah itu, kabar soal pertemuan itu tersebar luas. Anak-anak yang menindasnya jadi sadar, bahwa mereka juga tak tahu alasan mengapa mereka menindas Somi. Mereka berdamai sebelum lulus SD.