Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Artis-Artis Korea Ini juga Keturunan Pro-Jepang, Bukan Cuma Ha Young

Artis-Artis Korea Ini juga Keturunan Pro-Jepang, Bukan Cuma Ha Young
cuplikan Kang Dong Won di film The Plot dan Ha Young (x.com/movie_n_NEW | instagram.com/havv_y)
  • Kontroversi Ha Young mengangkat kembali isu artis Korea berleluhur pro-Jepang, yang sensitif karena masa pendudukan Jepang meninggalkan trauma mendalam bagi masyarakat Korea.
  • Agensi Ha Young sempat membantah, lalu mengakui keterlibatan Ahn Sang Ho dan meminta maaf; Ha Young mengaku baru memahami rekam jejak leluhurnya setelah kontroversi.
  • Jeon Beom Sun, Lee Ji Ah, dan Kang Dong Won juga menanggapi riwayat leluhur pro-Jepang dengan mempelajari data, menyampaikan penjelasan, atau meminta maaf.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Kontroversi mengenai riwayat keluarga Ha Young membuka kembali pembahasan siapa saja artis Korea yang diketahui memiliki leluhur dengan sejarah pro-Jepang. Hal ini menjadi masalah di Korea, karena dianggap sebagai pengkhianat bangsa yang bekerja sama dengan penjajah selama 35 tahun masa kependudukan kolonial Jepang. Masa penjajahan Jepang pun meninggalkan trauma dan penderitaan yang sangat mendalam bagi rakyat Korea hingga saat ini.

Bukan hanya Ha Young, beberapa nama lain juga pernah menghadapi sorotan serupa karena latar belakang keluarganya. Riwayat tersebut pun tidak selalu diketahui oleh sang artis sejak awal. Ada yang baru mengetahui fakta sebenarnya setelah dewasa, ada pula yang mempelajari sejarah keluarganya lebih dalam setelah kontroversi muncul. Berikut sejumlah artis Korea yang pernah dikaitkan dengan kontroversi keturunan pro-Jepang.

  1. 1. Ha Young

    Ha Young di Our Sticky Love
    Ha Young di Our Sticky Love (x.com/netflixid)

    Nama Ha Young menjadi sorotan setelah ia membicarakan sosok kakek buyutnya, Ahn Sang Ho, dalam sebuah acara televisi. Ia sebelumnya hanya mengetahui kisah sang leluhur berdasarkan cerita yang diturunkan keluarga dan menganggap sejumlah pencapaiannya sebagai bagian dari sejarah keluarga yang membanggakan. Namun, Ahn Sang Ho tercatat sebagai anggota dewan Penasihat Daeseong Chinmokhoe pada 1916. Selain itu, dalam wawancara dengan Maeil Shinbo pada 1918, ia diketahui pernah menyampaikan pernyataan yang menunjukkan sikap sangat dekat dengan budaya Jepang.

    Ketika kontroversi meningkat, agensi Ha Young, Bistus Entertainment, mengeluarkan pernyataan pada tanggal 10 Agustus 2026 yang mengatakan, "Memang benar bahwa kakek buyut Ha Young adalah Ahn Sang Ho, tetapi tuduhan kolaborasi pro-Jepang tidak berdasar." Hanya berselang sehari, agensi kemudian mengakui keterlibatan Ahn Sang Ho dalam pro-Jepang dan secara resmi meminta maaf atas penjelasan mereka yang terburu-buru.

    Serelah informasi mengenai rekam jejak Ahn Sang Ho bermunculan, Ha Young juga mulai mencari dan mempelajari sejarah keluarganya secara langsung. Aktris Sticky Love ini kemudian menyampaikan permintaan maaf dan mengaku tidak mengetahui fakta tersebut ketika sebelumnya menceritakan tentang sang kakek buyut. Ia juga menyesal, karena membicarakan sejarah keluarga dan membanggakan keluarga dokternya tanpa memahami secara utuh kondisi Korea pada masa pendudukan Jepang. Kendati demikian, permintaan maaf darinya masih menuai perdebatan di kalangan publik.

  2. 2. Jeon Beom Sun

    Jeon Beom Sun
    Jeon Beom Sun (hankyung.com)

    Musisi Jeon Beom Sun juga pernah secara terbuka membicarakan sejarah keluarganya. Ia diketahui merupakan keturunan kelima dari Lee In Jik, sosok sastrawan yang dikenal sebagai penerjemah bagi Lee Wan Yong, salah satu tokoh yang paling dikenal dekat dengan Jepang. Nah, berbeda dari kasus yang baru menjadi perhatian setelah munculnya kontroversi, vokalis ban Yangbans justru mengungkap latar belakang tersebut secara terbuka. Ia menceritakan sosok leluhurnya ini saat kontroversi Ha Young mencuat.

    "Saya tidak tahu bahwa saya adalah keturunan seorang kolaborator pro-Jepang. Saya hanya seorang mahasiswa yang mencintai sejarah," ujar Jeon Beom Sun dalam program Maebul Show pada Kamis (13/8/2026).

    Jeon Beom Sun kemudian mempelajari karya-karya Lee In Jik dan sejarah keluarganya, termasuk bagaimana Lee Jin Ik meninggalkan keluarga mereka untuk pergi bersama perempuan Jepang. Ia juga menggunakan proses tersebut sebagai bagian dari refleksi pribadi terhadap masa lalu keluarganya.

  3. 3. Lee Ji Ah

    Lee Jiah (Instagram.com/e.jiah)
    Lee Jiah (Instagram.com/e.jiah)

    Lee Ji Ah juga pernah terseret pembahasan mengenai sejarah keluarganya. Kakeknya, Kim Soon Heung, diketahui memiliki riwayat terkait aktivitas pro-Jepang. Ketika persoalan tersebut mencuat, Lee Ji Ah menjelaskan posisi dirinya secara langsung. Ia menyebut telah mengetahui sejarah sang kakek sejak 2011 dan beberapa kali mendatangi Minsokmunje Yeonguso atau Research Institute for National Issues untuk memeriksa berbagai data terkait.

    "Saya mengonfirmasi memang ada catatan donasi kakek saya. Namun bahkan dengan mempertimbangkan konteks sejarah pada saat itu, tindakan seperti itu tidak dapat dibenarkan dengan alasan apa pun," katanya dikutip dari JoyNews24 pada Februari 2025 lalu.

    Pada saat yang sama, ia menjelaskan telah hidup mandiri sejak usia 18 tahun dan tidak mendapatkan dukungan finansial dari orangtuanya. Hingga kini, Lee Ji Ah dikabarkan telah putus hubungan dari keluarganya, karena permasalahan yang rumit.

  4. 4. Kang Dong Won

    Kang Dong Won di drama Tempest (Dok. Disney+ Hotstar/Tempest)
    Kang Dong Won di drama Tempest (Dok. Disney+ Hotstar/Tempest)

    Kang Dong Won juga pernah menghadapi kontroversi terkait sejarah leluhurnya. Ia merupakan cicit dari Lee Jong Man yang tercatat sebagai tokoh dengan rekam jejak kolaborasi bersama Jepang. Dalam wawancara pada 2007, Kang Dong Won sempat membicarakan sang kakek buyut berdasarkan cerita keluarga yang ia dengar sejak kecil.

    Kontroversi tersebut kembali menjadi sorotan ketika Kang Dong Won terlibat dalam film 1987: When the Day Comes pada 2017. Film ini mengangkat kisah perjuangan demokrasi Korea Selatan. Ia memerankan mendiang martir Lee Han Yeol. Kontras dengan leluhurnya yang pro-Jepang, sang aktor mengungkapkan kala itu belum mengetahui secara akurat mengenai tindakan-tindakan sang leluhur pada masa pendudukan Jepang.

    "Pertama, saya menundukkan kepala dan meminta maaf yang sebesar-besarnya karena telah menimbulkan keresahan terkait kakek buyut saya dari pihak ibu. Sejak kecil, saya tumbuh besar mendengar cerita-cerita yang mengharukan tentang beliau. Karena nenek saya dari pihak ibu adalah keturunan dari orang yang berjasa bagi kemerdekaan nasional, saya secara alami menerima cerita-cerita positif tentang kakek buyut saya dan saat wawancara tahun 2007, saya tidak sepenuhnya menyadari tindakan salahnya. Saya meminta maaf yang sebesar-besarnya sekali lagi," ungkap Kang Dong Won mengutip Sports Chosun pada Maret 2017 lalu.

    Kang Dong Won lalu secara pribadi mengunjungi keluarga yang berduka sebelum dan sesudah syuting untuk menyampaikan permintaan maaf yang tulus. Adapun pihak Yayasan Peringatan Lee Han Yeol merilis pernyataan bahwa pemilihan Kang Dong Won sebagai Lee Han Yeol bukan masalah yang begitu besar.

    "Terlalu sempit untuk menyarankan penggantian aktor karena masalah yang menyangkut kakek buyut dari pihak ibunya, bukan ayahnya. Kami tidak melihat masalah yang signifikan di sini," ujar pihak yayasan mengutip Herald Muse pada April 2017.

    Riwayat keluarga memang menjadi bagian dari sejarah seseorang, tapi tidak otomatis menggambarkan pandangan atau pilihan hidup keturunannya. Keempat artis di atas pun menunjukkan respons yang berbeda dan menjadi bahan diskusi netizen di media sosial.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More