Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Fakta The Assassin(s), Film Lee Min Ho yang Tuai Kontroversi
cuplikan film Assassins (instagram.com/hivemedia_corp)
  • The Assassin(s) mengangkat cerita insiden percobaan pembunuhan Presiden Park Chung Hee pada 1974.

  • Film garapan Hur Jin Ho dibintangi Lee Min Ho sebagai reporter pemula, bersama Yoo Hai Jin, Park Hae Il, Bae Sung Woo, dan Jung Woo Sung.

  • Sejak tayang 23 September 2026, film meraih 2.045.499 penonton per 3 Oktober, tetapi juga memicu tuduhan distorsi sejarah dan propaganda politik.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

The Assassin(s) menjadi film Korea terbaru yang tengah jadi perhatian banyak orang. Dibintangi aktor papan atas seperti Lee Min Ho dan Yoo Hai Jin, film ini diangkat dari kisah nyata mengenai insiden penembakan mantan Ibu Negara Yuk Young Soo, istri dari Presiden Park Chung Hee kala itu.

Sejak tayang perdana pada 23 September 2026 lalu, film ini cukup sukses secara komersial. Terlepas dari itu, film garapan sutradara Hur Jin Ho tersebut juga menghadapi serangkaian kontroversi. Lebih jauh, berikut sejumlah fakta film The Assassin(s) yang bisa disimak.

1. Diangkat dari tragedi tahun 1974

poster karakter film The Assassin(s) (instagram.com/hivemedia_corp)

The Assassin(s) menggambarkan insiden nyata percobaan pembunuhan Presiden Park Chung Hee pada upacara Hari Kemerdekaan Korea Selatan, tepatnya 15 Agustus 1974. Dalam ceritanya, terjadi penembakan saat Presiden Park Chung Hee berpidato. Di satu sisi, presiden selamat, tetapi Ibu Negara Yuk Young Soo dan seorang gadis muda tewas akibat tembakan tersebut.

Setelah penembakan, seorang warga Korea di Jepang bernama Mun Se Gwang ditangkap sebagai pelaku. Beranjak dari tragedi itu, beberapa orang mempertanyakan hasil investigasi secara keseluruhan dan berupaya mengungkap sejumlah kejanggalan yang dilihatnya.

2. Digarap sutradara Hur Jin Ho

still cut film The Assassin(s) (instagram.com/hivemedia_corp)

Film The Assassin(s) digarap sutradara Hur Jin Ho. Pria berusia 63 tahun ini menjadi salah satu sutradara senior Korea Selatan yang sudah banyak menggarap film dalam berbagai genre berbeda.

Dalam karya terbarunya yang berjudul The Assassin(s), ceritanya mengenai upaya pembunuhan terhadap Presiden Park Chung Hee saat upacara Hari Pembebasan Nasional. Sebelum ini, ia juga pernah terlibat dalam proyek film lain seperti The Last Princess (2016), Forbidden Dream (2019) hingga A Normal Family (2023).

3. Dibintangi pemeran papan atas

Para pemeran di film The Assassin(s) (x.com/hivemediacorp)

Selain ceritanya menarik, perhatian penonton juga tertuju kepada para pemeran film The Assassin(s) ini. Ada banyak nama besar yang ikut membintanginya, termasuk Lee Min Ho yang memerankan karakter reporter pemula bernama Han Yeong Il.

Selain itu, ada juga nama seperti Yoo Hai Jin sebagai detektif Park Cheol Gu dan Park Hae Il sebagai editor surat kabar kota bernama Jae Hwan. Ada lagi nama lainnya seperti Bae Sung Woo sebagai Song Min Ho hingga Jung Woo Sung sebagai Han Sang Il.

4. Sudah tembus 2 juta penonton di Korea Selatan

still cut film The Assassin(s) (instagram.com/hivemedia_corp)

Sejak tayang perdana pada 23 September 2026 lalu, The Assassin(s) langsung menarik perhatian banyak orang. Menurut data Korean Film Council, film ini sudah ditonton sekitar 2.045.499 penonton per 3 Oktober 2026. Artinya, angka 2 juta penonton itu didapat kurang dari 2 minggu sejak penayangan pertamanya.

Jumlahnya sendiri mungkin masih bisa bertambah meski belakangan dilanda banyak kontroversi. Terlebih, The Assassin(s) juga masih tayang di seluruh Korea Selatan. Salah satu saingan terbesarnya kali ini adalah film berjudul TAZZA: The Song of Beelzebub yang dimainkan Byun Yo Han.

5. Dilanda kontroversi

still cut film The Assassin(s) (instagram.com/hivemedia_corp)

Terlepas dari kesuksesannya secara komersial, The Assassin(s) juga dilanda kontroversi, terutama terkait tuduhan distorsi sejarah. Ada juga pihak lain yang menuding film tersebut sebagai propaganda politik untuk menggiring opini bahwa mantan Presiden Park Chung Hee terlibat dalam pembunuhan tersebut.

Salah satu alasan munculnya tuduhan distorsi sejarah karena film ini menggambarkan insiden percobaan pembunuhan Presiden Park Chung Hee pada upacara Hari Kemerdekaan 15 Agustus 1974. Jika mengacu hasil penyelidikan resmi waktu itu, pelaku tunggal Mun Se Gwang bertindak atas perintah Korea Utara. Namun, film tersebut dianggap membawa premis yang seolah-olah menyiratkan bahwa Mun tak bergerak sendiri dan ada campur tangan dari pihak lain.

Setelah dihujani kritik, tim produksi The Assassin(s) langsung menolak klaim bahwa pihaknya mendistorsi sejarah. Mereka menjelaskan film ini tidak punya maksud untuk menetapkan hasil sejarah baru atau mengubah fakta-fakta yang ada.

Itulah tadi sejumlah fakta film The Assassin(s) yang bisa diketahui. Bagaimana menurutmu?

Curated For You

Editorial Team

Related Article