Gaeun eks MADEIN Menang Lawan Agensi, Penangguhan Kontrak Dikabulkan

- Pengadilan Distrik Pusat Seoul mengabulkan penangguhan kontrak eksklusif Gaeun dengan 143 Entertainment setelah sengketa lebih dari setahun.
- Pengadilan menilai tindakan terduga direktur internal bertentangan dengan kewajiban melindungi artis, serta tidak melihat niat agensi melanjutkan manajemen Gaeun.
- Gaeun melaporkan CEO 143 Entertainment atas dugaan pelanggaran perlindungan anak dan remaja dari kejahatan seksual; kasus telah dilimpahkan ke kejaksaan.
Gaeun, eks anggota MADEIN memenangkan permohonan penangguhan efektivitas kontrak eksklusif yang diajukannya terhadap 143 Entertainment. Pengadilan Distrik Pusat Seoul mengabulkan permohonan tersebut setelah sengketa bergulir selama lebih dari satu tahun.
Putusan ini pun menjadi babak baru dalam perselisihan hukum yang melibatkan Gaeun dan 143 Entertainment. Sebelumnya, Gaeun menuding pendiri sekaligus CEO agensi melakukan pelecehan seksual, kekerasan verbal, serta intimidasi. Namun, 143 Entertainment membantah seluruh tuduhan tersebut.
1. Gaeun menangkan permohonan penangguhan kontrak eksklusif terhadap 143 Entertainment

Sengketa hukum antara Gaeun dan agensi 143 Entertainment akhirnya memasuki babak baru. Setelah bergulir selama lebih dari satu tahun, Pengadilan Distrik Pusat Seoul mengabulkan permohonan penangguhan efektivitas kontrak eksklusif yang diajukan oleh Gaeun.
Kabar tersebut diumumkan oleh Pusat Hak Asasi Buruh Media Hanbit pada Selasa (4/8/2026). Dalam putusannya, pengadilan menilai tindakan yang diduga dilakukan oleh direktur internal 143 Entertainment bertentangan dengan kewajibannya sebagai pihak yang seharusnya melindungi dan mendukung artis di bawah naungannya.
Pengadilan juga menilai tidak ada bukti yang menunjukkan perusahaan hingga saat ini masih memiliki niat untuk menjalankan tugas manajemen terhadap Gaeun. Atas dasar tersebutlah pengadilan akhirnya memutuskan untuk mengabulkan permohonan penangguhan efektivitas kontrak eksklusif yang diajukan Gaeun.
2. Kronologi dugaan pelecehan seksual yang melibatkan CEO 143 Entertainment

Menurut keterangan yang disampaikan Pusat Hak Asasi Buruh Media Hanbit dalam konferensi pers pada April 2025 lalu, dugaan pelecehan ini bermula pada Oktober 2024 ketika Gaeun yang saat itu masih berusia di bawah 19 tahun dipanggil ke ruang CEO 143 Entertainment. Pihak Gaeun menyebut sang idol mendapat kekerasan verbal dan ancaman selama sekitar tiga jam sebelum diduga mengalami pelecehan seksual secara paksa.
Kasus ini pun langsung menjadi sorotan publik setelah program Crime Chief di JTBC pada November 2024 lalu menayangkan laporan mengenai dugaan pelecehan seksual yang melibatkan CEO sebuah agensi hiburan terhadap anggota girl group. Meski identitas pihak yang terlibat tidak disebutkan secara langsung, banyak netizen yang menduga kasus itu berkaitan dengan MADEIN dan 143 Entertainment.
Tak lama setelah laporan tersebut mencuat, 143 Entertainment pun mengumumkan Gaeun keluar dari MADEIN dengan alasan kondisi pribadi. Di samping itu, agensi juga membantah tuduhan pelecehan seksual terhadap CEO dan menyatakan memiliki bukti untuk membantah klaim tersebut.
3. Gaeun tempuh jalur hukum, kasus berlanjut ke kejaksaan

Selain mengungkap kasus dugaan pelecehan seksual, dalam konferensi pers yang berlangsung pada April 2025, Gaeun bersama Pusat Hak Asasi Buruh Media Hanbit dan tim kuasa hukumnya juga mengumumkan bahwa mereka telah melaporkan CEO 143 Entertainment. Laporan tersebut diajukan atas dugaan pelanggaran Undang-Undang Perlindungan Anak dan Remaja dari Kejahatan Seksual.
Berdasarkan laporan SPOTV News pada Selasa (4/8/2026) kasus tersebut telah dilimpahkan ke kejaksaan dan kini masih dalam proses hukum.





















