Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Benigno Adib Spill Detail Visual Panggung CORTIS dan Taeyong di Indonesia
Benigno Adib (instagram.com/benignoab)
  • Benigno Adib, desainer grafis asal Malang, menggarap visual LED panggung Taeyong dan CORTIS dengan riset mendalam agar identitas visual artis tetap konsisten di setiap penampilan.

  • Nino gemar menyisipkan easter egg dalam desainnya sebagai hadiah kecil untuk penggemar yang jeli memperhatikan detail visual di layar konser.

  • Saat membuat visual CORTIS di Allo Bank Festival 2026, Nino menggunakan teknik rotoscope dan bantuan teman penari demi sinkronisasi animasi dengan koreografi panggung.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Visual art saat CORTIS tampil di Allo Bank Festival Juni lalu cukup mencuri perhatian COER Indonesia, karena keren dan ciamik. Nah, salah satu desainer grafis yang mengerjakannya adalah Benigno Adib atau yang akrab disapa Nino. Sebagai seorang desainer grafis, Nino ternyata sudah beberapa kali mengerjakan visual untuk LED di sejumlah festival musik yang mengundang artis Korea di Indonesia, termasuk Taeyong NCT.

Dalam wawancara khusus bersama IDN Times pada Jumat (17/7/2026), Nino membagikan proses kreatif di balik visual penampilan panggung Taeyong dan CORTIS yang pernah ia kerjakan. Mulai dari riset mendalam terhadap video musik sang artis, menyisipkan berbagai easter egg untuk para penggemar, hingga mengeksplorasi tentang artisnya itu sendiri. Simak kisah lengkapnya di bawah ini!

1. Nino menggunakan warna dari video klip Taeyong

visual LED untuk penampilan panggung Taeyong di Indonesia (benignoadib.com)

Sebelum mulai mendesain, Nino selalu melakukan riset terhadap konsep visual yang sudah dimiliki sang artis. Misalnya saat menggarap visual panggung Taeyong di acara CXO Media Live on Stage yang berlangsung pada 9 Juli 2023 di Beach City International Stadium, Ancol, Jakarta. Ia tidak membuat konsep yang benar-benar baru. Sebaliknya, pria lulusan Universitas Negeri Malang ini mengambil inspirasi dari palet warna dan berbagai objek yang sudah muncul di MV sang idol agar penonton tetap merasakan identitas visual yang konsisten.

"Aku pernah bikin yang Taeyong itu mungkin dari warnanya itu aku ngikutin dari music video-nya gitu loh, kayak aku ambil palet-palet yang sama dari music video-nya sama kayak aku masukin beberapa objek yang dari music video-nya. Gitu sih contohnya," ujar Nino.

Menurut Nino, pendekatan ini membuat pengalaman menonton konser terasa lebih menyatu dengan dunia yang telah dibangun Taeyong melalui karya-karyanya sebelumnya. Dengan begitu, visual panggung bukan sekadar latar belakang, melainkan juga selaras dengan cerita dari musik yang dibawakan.

2. Nino senang menyisipkan easter egg untuk penggemar

motion graphic untuk Epik High buatan Nino (instagram.com/benignoab)

Selain menyesuaikan identitas visual artis, Nino juga senang menyelipkan berbagai detail kecil atau easter egg di dalam grafis yang dibuatnya. Detail tersebut memang tidak selalu disadari oleh seluruh penonton, tetapi sengaja ditujukan sebagai hadiah kecil bagi penggemar yang benar-benar mengikuti perjalanan idolanya.

Baginya, tidak masalah apabila sebagian besar penonton tidak menyadari keberadaan detail tersebut. Justru, kepuasan terbesar datang ketika ada penggemar yang berhasil menemukannya dan memahami makna di balik visual yang tampil di layar konser.

"Sebenernya notice atau gak notice it's okay, sih. Maksudnya itu cuma kayak one of the happy thing I'm doing this gitu, lho. Kayak ngasih kayak easter egg aku sebar di visualnya gitu. Kalau ada yang notice berarti itu kayak fans beratnya gitu," ujar pria yang pernah menjadi pengarah animasi dan ilustrator untuk MV Teddy Adhitya itu sambil tertawa.

3. Nino melakukan berbagai macam eksplorasi hingga bikin ulang dance CORTIS

proses pembuatan visual pangggung CORTIS (instagram.com/benignoab)

Tantangan berbeda datang ketika Nino menggarap visual penampilan panggung CORTIS yang tampil dalam Festival AlloBank pada Sabtu, 20 Juni 2026. Kali ini, ia harus memastikan animasi yang muncul di layar bisa bergerak selaras dengan koreografi para member di atas panggung. Untuk itu, ia menggunakan teknik rotoscope, yakni menggambar animasi di atas rekaman video sebagai acuan gerakan. Menariknya, pria kelahiran Oktober 1998 ini juga meminta bantuan temannya yang merupakan penggemar CORTIS sekaligus bisa menari untuk merekam ulang koreografi grup tersebut.

"Jadi kebetulan aku ada temen, Uno namanya. Dia kayak fans CORTIS gitu, dia juga bisa dance. Jadi aku minta bantuan dia buat bikin koreografi ngikutin CORTIS. Terus nanti aku, jadi ada istilahnya di animasi itu rotoscope gitu, jadi kayak kita gambar di atasnya real footage gitu, kayak tracing," jelasnya.

Lewat berbagai proses kreatif tersebut, desainer yang juga pernah dipuji Epik High hingga diajak ngobrol langsung oleh para member ini memperjelas bahwa grafis konser bukan sekadar animasi yang tampil di layar LED. Di balik setiap visual, ada riset, perhatian terhadap detail, hingga berbagai pesan tersembunyi yang sengaja dipersembahkan untuk para penggemar.

Jadi, apakah kamu sempat menyadari easter egg yang muncul saat menonton penampilan Taeyong atau CORTIS?

Curated For You

Editorial Team

Related Article