Kenapa Mark Lee eks NCT Disebut All Rounder Idol?

- Mark Lee mengejutkan penggemar dengan keluar dari NCT setelah 10 tahun berkarier dan dikenal sebagai idol serba bisa yang dijuluki all rounder.
- Sejak debut, Mark menunjukkan kemampuan rap khas dan menonjol di berbagai unit NCT, bahkan aktif menulis lebih dari 100 lagu untuk grupnya.
- Partisipasinya di program High School Rapper serta berbagai penampilan ikonik membuat Mark diakui sebagai seniman berbakat dan ‘ace’ dalam dunia K-pop.
Keluarnya Mark Lee dari NCT membuat penggemar terkejut. Dia dikenal sangat pekerja keras dan mencintai musik. Banyak penggemar yang mengunggah momen penting sepanjang karier bermusik Mark sebagai anggota NCT.
Selama 10 tahun, Mark berhasil membuktikan diri dengan bakat dan kerja kerasnya selama ini dalam bermusik. Berbagai bukti menunjukkan jika Mark berhasil menjadi sosok idol serba bisa yang bisa disebut sebagai all rounder. Bahkan, penggemar NCT juga mengakui jika sosok Mark berhak menyandang gelar ‘ace’ atas kerja kerasnya selama ini.
Lalu, kenapa hal ini bisa terjadi dan membuat Mark mendapat julukan tersebut?
1. Punya skill rap yang unik dan jadi ciri khas NCT

SM Entertainment sendiri memang dikenal sebagai pencetak penyanyi berbakat sejak puluhan tahun lalu. Namun, sosok Mark ini dinilai punya keunggulan tersendiri dengan keahlian rapnya. Mark sendiri awalnya debut sebagai NCT U dengan lagu “The 7th Sense” yang dibawakan bersama Taeyong, Jaehyun, Doyoung, dan Ten.
Di lagu debutnya itu, kemampuan Mark dinilai sangat unggul bagi rapper yang baru debut dan berusia 16 tahun. Kenyataannya, Mark mengaku gak bisa rap ketika melakukan audisi di Kanada. Gak hanya itu, di beberapa lagu NCT 127 dan NCT Dream, Mark selalu menunjukkan kemampuan rap yang sangat matang.
Bagian rap Mark menjadi ciri khas lagu NCT yang sangat menonjol. Buktinya, dia bahkan bekerja dan aktif di dua unit berbeda.
2. Aktif sebagai penulis lagu sejak debut

Selama 10 tahun, Mark diketahui telah menulis 101 lagu dan juga menjadi komposer dari beberapa lagu tersebut. Faktanya, Mark telah menulis lagu sejak debut, lho. Di antaranya 3 lagu debut, “The 7th Sense” (2016), “Fire Truck” (2016), dan “Chewing Gum” (2016) dari 3 unit NCT turut jadi hasil karya Mark sebagai penulis lagu. Hal ini menjadi sebuah pembuktian jika Mark memang diakui kemampuannya.
Setelah debut, Mark juga terus berpartisipasi dalam menulis lagu untuk grupnya, baik NCT 127, NCT Dream, maupun NCT U. Gak hanya itu, beberapa lagu WayV juga turut digarap Mark, lho. Sejak saat itu, Mark selalu berusaha meningkatkan kemampuannya dengan mengikuti program survival, seperti High School Rapper (2017).
Dalam program ini, Mark berhasil membuktikan diri dengan masuk ke babak final dan menempati ranking ketujuh. Padahal, saat itu dirinya juga aktif bekerja sebagai idol. Dia juga menulis lagu “Drop” (2017) yang ditampilkan di babak final bersama dengan Seulgi Red Velvet.
3. Punya berbagai bagian dan pertunjukan ikonik

Melalui program High School Rapper ini, Mark jelas menghadapi tantangan yang sangat berat sebagai idola 18 tahun yang aktif sebagai idol dan harus menyelesaikan tantangan untuk maju ke babak selanjutnya. Sejak saat itu, Mark mulai dikenal gak hanya sebagai sosok rapper idola saja, tapi juga seorang seniman berbakat.
Sejak debut, Mark berhasil membawakan bagiannya dengan sangat khas sekali. Buktinya, akun YouTube Dingo Music mengunggah sebuah video 100 detik untuk membuat kompilasi berbagai bagian ikonik dalam lagu yang dilakukan Mark Lee. Sebenarnya, penggemar juga kerap mengunggah berbagai bagian ikonik Mark sejak masa debut, lho.
Buktinya, Mark bahkan disebut sebagai “Pro-debuter” karena telah debut selama 4 kali di 4 grup yang berbeda. Makanya, gak salah jika penggemar merasa SM Entertainment kehilangan potensi besar seperti Mark ini.