Kenapa Rebranding ENHYPEN Menuai Pro dan Kontra dari Fans?

- BELIFT LAB memperkenalkan rebranding besar untuk ENHYPEN jelang comeback, termasuk logo baru tanpa tanda hubung yang selama ini menjadi ciri khas grup.
- Hilangnya simbol tanda hubung memicu perdebatan karena dianggap menghapus makna koneksi antara member dan penggemar yang menjadi dasar identitas ENHYPEN.
- Fans terbagi dua kubu: sebagian melihat rebranding sebagai evolusi wajar, sementara lainnya menilai perubahan itu menghilangkan nilai emosional dan sejarah grup.
ENHYPEN baru-baru ini menjadi perbincangan fans setelah memperkenalkan identitas visual baru menjelang comeback mereka. Upaya rebranding ini mencakup logo, desain media sosial, hingga konsep yang selama ini melekat dengan boy group dari BELIFT LAB tersebut.
Alih-alih mendapat sambutan positif, rebranding tersebut justru memicu pro dan kontra di kalangan ENGENE. Sebagian menyambut perubahan tersebut sebagai langkah penyegaran, sementara yang lain mengkritiknya karena dianggap menghilangkan identitas khas ENHYPEN yang telah dibangun selama bertahun-tahun. Lantas, apa yang sebenarnya membuat rebranding ini menuai perdebatan?
1. BELIFT LAB menunjukkan upaya rebranding ENHYPEN jelang comeback grup

Pada Selasa (23/6/2026), BELIFT LAB merilis Brand Renewal Mood Teaser 1 untuk comeback ENHYPEN. Dalam video tersebut, penggemar melihat adanya perubahan besar pada identitas visual grup, termasuk logo baru yang tampak menghilangkan tanda hubung (-) atau hyphen yang selama ini menjadi bagian dari nama ENHYPEN.
Sebagian penggemar menganggap perubahan tersebut sebagai simbol dimulainya era baru grup. Namun, tak sedikit pula yang langsung mempertanyakan alasan di balik perubahan identitas yang dinilai cukup drastis tersebut.
2. Penghapusan tanda hubung (-) memicu perdebatan di kalangan penggemar

Bagi banyak ENGENE, sebenarnya masalah utamanya bukan terletak pada desain logo baru, melainkan hilangnya tanda hubung yang selama ini menjadi simbol penting dalam identitas ENHYPEN. Sejak debut, nama grup memang dibangun dari konsep "hyphen" atau tanda hubung.
Simbol tersebut melambangkan hubungan yang terjadi di antara para member serta dengan penggemar. ENHYPEN juga pada awalnya dibentuk untuk menjadi grup yang mengedepankan koneksi tersebut.
Karena itu, sejumlah penggemar merasa perubahan tersebut seolah menghapus sebagian sejarah dan identitas yang telah dibangun grup selama bertahun-tahun. Banyak yang mengungkapkan kekecewaan di media sosial dan mempertanyakan keputusan BELIFT LAB. Tak sedikit pula yang menghubungkan upaya rebranding ini dengan "menghapus" jejak sejarah grup bersama Heeseung yang telah keluar.
3. Muncul perdebatan antara fans yang pro dan kontra

Meski menuai kritik, tidak semua penggemar menolak rebranding tersebut. Sebagian menilai perubahan logo dan identitas visual merupakan bagian dari evolusi grup yang normal. Apalagi, kini ENHYPEN akan segera comeback dengan formasi baru, yaitu tanpa Heeseung.
Di sisi lain, penggemar yang menentang perubahan tersebut berpendapat bahwa identitas visual lama memiliki makna emosional yang kuat. Perdebatan inilah yang kemudian membuat rebranding ENHYPEN menjadi salah satu topik hangat di kalangan ENGENE menjelang comeback mereka pada Agustus mendatang.
Hingga saat ini, BELIFT LAB belum memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai makna di balik perubahan identitas tersebut. Namun fans memang terbelah menjadi kubu yang pro dan kontra. Gimana pendapatmu mengenai rebranding ini?



















