Sebelum Fix ‘j.‘, JACOB Sempat Siapin Judul Puitis untuk Album Solonya

- JACOB resmi debut solo lewat album 'j.' yang dirilis 10 Juni, setelah hampir tiga tahun proses kreatif bersama orang-orang terdekatnya.
- Sebelum memilih judul sederhana 'j.', JACOB sempat mempertimbangkan nama puitis seperti 'Where The Wind Blow' dan 'Drifting On A Memory'.
- Ia menggambarkan identitas musik solonya sebagai easy, sweet, dan relatable, mencerminkan keinginannya menghadirkan lagu yang nyaman dan dekat dengan pendengar.
Surabaya, IDN Times - JACOB akhirnya resmi debut sebagai solois lewat album “j.” yang dirilis pada 10 Juni lalu. Album ini mengusung lagu-lagu yang sentimental untuk member boygrup THE BOYZ tersebut, karena dikerjakan hampir 3 tahun bersama orang-orang di sekitar yang amat sangat mendukungnya untuk merilis proyek ini.
Untuk proyek debut solo, judul album JACOB ini bisa dibilang singkat, padat, dan ringkas. Hanya terdiri dari satu huruf, “j.” yang adalah huruf pertama dari namanya, ternyata sempat ada kandidat nama lain yang disiapkan sang idol. Kepada IDN Times, ia ungkap sudah sempat me-listing nama yang panjang dan terkesan puitis.
Lantas, apa alasan JACOB akhirnya memilih judul yang terkesan sederhana ini untuk album pertamanya sebagai solo artis ini. Yuk simak wawancara khusus IDN Times bersama idol kelahiran Toronto, Kanada ini!
1. JACOB sempat mau pakai judul puitis untuk album solo pertamanya

Sembari sedikit mengingat dan membuka catatan di ponsel pintarnya, JACOB mengungkapkan bahwa ia sempat kepikiran untuk menggunakan judul yang lebih puitis untuk album solo pertamanya ini.
“Aku sebenarnya punya banyak ide (untuk judul albumnya), tapi, gak tau deh, aku ngerasanya (kadang) terlalu panjang dan itu gak cocok aja buatku,” ujar JACOB menjelaskan.
Hanya kepada IDN Times, ia pun membocorkan 2 nama yang sempat jadi kandidat judul albumnya ini. Pertama ada “Where The Wind Blow”, lalu kedua ada “Drifting On A Memory”.
“Ya terdengar lebih puitis, tapi pada akhirnya ‘j.’ terdengar jauh lebih baik,” kata JACOB sembari tersenyum.
2. JACOB sempat merasakan ketegangan harus berkarya solo tanpa para member THE BOYZ

JACOB pada akhirnya mengungkap, bahwa di tengah-tengah persiapan untuk album solonya ini, ada sedikit perasaan menegangkan yang ia rasakan. Terlebih, ini pengalaman bermusik pertamanya sendirian tanpa member THE BOYZ yang selama ini selalu membersamainya kala di atas panggung.
“Aku harus melakukan semuanya sendiri tanpa para member. Dan sebagai orang yang introvert, aku merasa (bermusik secara solo) itu mungkin bagian paling tersulit.”
Meski begitu, selama proses mempersiapkan karya solonya ini, JACOB juga merasa ada sensasi seru. Ia senang, bisa menunjukkan karakternya sebagai solois kepada penggemar dan juga orang-orang yang mendengarkan musiknya.
3. JACOB pilih easy, sweet dan relatable untuk deskripsikan identitas musiknya

Sensasi seru saat mempersiapkan album solonya ini, nampaknya juga yang memengaruhi identitas yang ia ingin tonjolkan. Secara blak-blakan, JACOB pun mengatakan bahwa easy, sweet, dan relatable adalah 3 kata yang paling gambarkan dirinya di album solo ini.
Idol bersuara manis ini pun mengungkap alasannya, yang ternyata ada sentuhan sentimental masa lalu didalamnya.
“Aku selalu ingin bikin musik yang relatable, jadi orang yang mendengarkan bisa nemuin comfort di lagu-laguku. Itu kayak, dulu pas remaja, aku suka lagu yang enak didengerin dan selalu diulang-ulang. Nah, aku juga pengen bikin lagu yang kayak gitu (di album solonya ini).”
Nah, kalau menurut kamu sendiri, apa sih kata yang paling pas gambarin musik JACOB di album solonya ini? Tulis di kolom komentar ya.



















