Banyak orang beranggapan bahwa bekerja keras dan menunjukkan kinerja terbaik secara otomatis akan membawa seseorang menuju promosi jabatan. Logika tersebut memang terdengar masuk akal karena perusahaan tentu membutuhkan individu yang mampu memberikan hasil kerja optimal. Namun, realitas di dunia kerja sering kali jauh lebih kompleks daripada sekadar angka pencapaian dan target yang berhasil terpenuhi.
Naik jabatan bukan hanya soal siapa yang paling produktif, tetapi juga berkaitan dengan berbagai faktor lain yang memengaruhi keputusan organisasi. Kemampuan memimpin, membangun hubungan profesional, hingga kesiapan menghadapi tanggung jawab yang lebih besar sering menjadi pertimbangan penting. Karena itu, menarik untuk memahami mengapa kinerja bagus belum tentu membuat seseorang lebih cepat mencapai posisi yang lebih tinggi, yuk simak bersama.
