Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

6 Hal yang Sebaiknya Kamu Lakukan Saat Ditaksir Atasan!

6 Hal yang Sebaiknya Kamu Lakukan Saat Ditaksir Atasan!
ilustrasi disukai atasan (pexels.com/Mikhail Nilov)
Intinya Sih
  • Artikel membahas langkah bijak menghadapi situasi ketika atasan menunjukkan ketertarikan pribadi, agar tetap menjaga batas profesional di lingkungan kerja.
  • Ditekankan pentingnya menolak dengan sopan, tidak memberi harapan palsu, dan menghindari tindakan frontal yang bisa memicu konflik atau kesalahpahaman.
  • Bagi yang saling menyukai, disarankan mempertimbangkan risiko hubungan, menjaga privasi dari gosip kantor, serta tetap profesional demi kestabilan karier.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Di dalam sebuah kantor seringkali terjadi berbagai hal yang tidak terduga. Salah satunya adalah ketika ternyata bos atau atasan ketahuan menaksir atau menyukai kamu.

Perasaan aneh dan bingung pasti mengganggu kamu. Pasalnya, bos yang biasanya galak dan jutek tiba-tiba berubah menjadi manis dan lembut. Bos juga menjadi lebih sering menatap dengan tatapan mesra. Bahkan, hingga akhirnya bos mengajak berkencan misalnya.

Mungkin ada perasaan bimbang dalam dirimu, antara memikirkan perasaan dan masa depan karir. Jika memang kamu tidak memiliki perasaan terhadap atasan tersebut, sebaiknya jangan memaksakan perasaan. Sekalipun atasan jelas memiliki kualitas dan masa depan yang baik, namun apa artinya jika kamu sebernarnya tidak ada perasaan. Lalu, apa sih yang sebaiknya kamu lakukan? Simak ulasannya, yuk!

1. Langkah pertama, jangan memberi harapan

ilustrasi atasan di kantor
ilustrasi atasan di kantor (pexels.com/RDNE Stock project)

Jika kamu tidak punya perasaan yang sama dengan atasanmu, sebaiknya batasi interaksi personal sejak awal, sekalipun hal tersebut hanyalah sebatas hubungan kerja. Kamu juga tidak perlu menanggapi secara berlebihan ketika bos mulai menggoda dengan ucapan maupun tindakan. Bersikaplah seakan-akan bos sedang bercanda sehingga kamu juga harus menaggapi sikapnya dengan candaan.

Bagaimana pun caranya, jangan biarkan kesempatan atasanmu untuk mendekati atau berdua saja dengan kamu. Pasalnya, jika kamu bersikap lunak, hal itu akan dianggap sebagai harapan untuknya. Kamu juga tidak salah jika sesekali menolak ajakan atau permintaannya.

2. Langkah kedua, tolaklah dengan cara yang tepat

ilustrasi mengobrol
ilustrasi mengobrol (pexels.com/RDNE Stock project)

Sekalipun kamu sudah mengambil sikap membentengi diri, tak jarang si bos justru semakin gencar mendekat. Kamu bisa mengutarakan penolakan dengan cara yang halus dan simpatik.

Sampaikanlah bahwa kamu memang sedang tidak ingin menjalin hubungan dengan siapapun karena alasan tertentu. Kamu bisa menjelaskan dengan detail perihal alasanmu, atau cukup menjawab singkat tanpa perlu penjelasan yang mendalam.

3. Langkah ketiga, coba jodohkan dengan rekan kerjamu

ilustrasi interaksi di kantor
ilustrasi interaksi di kantor (pexels.com/Antoni Shkraba Studio)

Jika kamu merasa tidak enak untuk mengutarakan penolakan pada atasan, kamu bisa menggunakan cara lain. Misalnya saja, menjodohkan bos dengan rekan kerja yang sedang jomblo. Kamu bisa membuat skenario yang mempertemukan bos dan rekan kerjamu tersebut. Setelah itu, biarkan segala sesuatunya berjalan alami dan kamu tidak perlu terlalu banyak ikut campur.

Yang terpenting, jangan sekali-kali menggunakan cara-cara yang tergolong frontal. Misalnya saja, menyuruh teman laki-laki menjemput ke kantor. Hal semacam itu mungkin saja membuat bos tersinggung atau sakit hati. Kamu harus ingat bahwa bagaimana pun karirmu bergantung pada atasanmu.

Hal yang berbeda bisa saja terjadi, yaitu jika kamu juga memiliki perasaan yang sama dengan atasan. Sebenarnya sah-sah saja jika kamu dan atasanmu saling menyukai. Namun, ada beberapa hal penting yang tetap harus diperhatikan.

4. Pertama, pikirkan resikonya

ilustrasi dunia kerja
ilustrasi dunia kerja (pexels.com/Pavel Danilyuk)

Bagaikan dua mata pisau, menerima cinta atasan tentu ada untung dan ruginya. Untungnya, kamu akan mendapatkan kebahagian karena memiliki kekasih baru. Namun, pikirkan ketika mungkin suatu saat hubungan kamu dan atasanmu dilanda masalah. Apakah kamu dan dia bisa sama-sama bersikap profesional? Atau justru ada kemungkinan kamu akan dipindahkan ke divisi lain atau bahkan dipecat?

5. Kedua, jangan biarkan gosip menyebar

ilustrasi gosip di kantor
ilustrasi gosip di kantor (pexels.com/Tima Miroshnichenko)

Sekalipun sedang merasa bahagia, kamu tidak harus menceritakan kebahagiaanmu kepada seluruh teman-teman kantor, bukan? Pilihlah orang-orang tertentu yang bisa kamu percaya dan dapat menyimpan rahasia. Pasalnya, hubungan antara bos dan bawahan seringkali dinilai negatif sehingga akan lebih baik jika tidak dipublikasikan.

6. Ketiga, usahakan untuk tetap profesional

ilustrasi bersikap profesional
ilustrasi bersikap profesional (pexels.com/Ron Lach)

Kamu dan bos memang memiliki hubungan spesial. Namun, bukan berarti kamu harus diperlakukan istimewa untuk hal-hal yang berkaitan dengan pekerjaan. Kamu dan bos haruslah sama-sama bersikap profesional agar hubungan yang terjalin tidak mengganggu kinerja karyawan lain dan kestabilan di lingkungan kerja.

Ada-ada saja hal yang tidak bisa kamu prediksi, terlebih jika menyangkut soal perasaan. Jika hal seperti ini kamu alami, jangan panik dan tetaplah tenang untuk menjaga profesionalitasmu dalam bekerja.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Nabila Inaya
EditorNabila Inaya
Follow Us