Pernah gak kamu merasa hidup ini kayak lomba lari maraton, di mana nilai rapor atau IPK jadi satu-satunya piala yang bikin kamu merasa berharga? Banyak orang, mungkin termasuk kamu, yang tanpa sadar memforsir diri sejak kecil demi mendapat pengakuan dari orang-orang sekitar lewat prestasi sekolah. Fenomena ini sebenarnya sangat dekat dengan tontonan masa kecil kamu, dan kalau dibedah lebih dalam, ada banyak alasan Mei Mei Upin Ipin terjebak dalam toxic academic validation yang bisa dijadikan cermin.
Kalau kebiasaan gila pujian akademik ini gak segera kamu atasi, dampaknya bisa bikin mental kamu benar-benar kelelahan alias burnout di usia muda, lho. Kamu bakal terus-menerus merasa kurang, gampang cemas saat melihat pencapaian orang lain, dan lupa cara menikmati proses belajar yang sesungguhnya. Akhirnya, kamu jadi kehilangan jati diri karena seluruh harga dirimu cuma digantungkan pada deretan angka di atas kertas ujian.
