Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Cara Membedakan Kemalasan dan Burnout, Kamu Lagi Alami yang Mana?

3 min read
5 Cara Membedakan Kemalasan dan Burnout, Kamu Lagi Alami yang Mana?
ilustrasi seorang perempuan yang sedang burnout (magnific.com/wayhomestudio)
  • Kemalasan umumnya muncul pada tugas yang membosankan dan motivasi bisa kembali saat ada aktivitas menarik, sedangkan burnout dipicu tekanan berkepanjangan hingga energi terkuras sebelum mulai.

  • Istirahat singkat biasanya membantu saat malas, tetapi burnout dapat membuat lelah menetap, minat terhadap banyak aktivitas menurun, serta disertai frustrasi, sulit fokus, kewalahan, atau perubahan tidur.

  • Rasa malas sesekali tergolong wajar; jika lelah dan kehilangan motivasi berlangsung lama, mengganggu keseharian, serta sulit ditangani sendiri, kondisi ini perlu diperhatikan dan bantuan profesional dapat dicari.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Pernah merasa tidak ingin melakukan apa pun, bahkan untuk menyelesaikan pekerjaan yang sebenarnya mudah? Dalam situasi seperti ini, kita mungkin langsung menyebut diri sendiri sebagai orang malas. Padahal, rasa enggan melakukan sesuatu tidak selalu berarti kemalasan karena bisa saja tubuh dan pikiran sedang membutuhkan waktu untuk beristirahat.

Salah satu kondisi yang sering disalahartikan sebagai kemalasan adalah burnout. Keduanya memang bisa sama-sama membuat seseorang kehilangan motivasi dan sulit memulai aktivitas, tetapi penyebab serta pengalaman yang dirasakan bisa berbeda. Nah, berikut lima cara yang dapat membantu membedakan rasa malas biasa dengan burnout. Keep scrolling!

  1. 1. Perhatikan penyebabnya

    ilustrasi malas bekerja
    ilustrasi malas bekerja (magnific.com/stockking)

    Kemalasan biasanya muncul ketika seseorang tidak memiliki cukup dorongan untuk mengerjakan sesuatu, terutama jika tugas tersebut dianggap membosankan atau kurang menarik. Namun, ketika ada hal yang benar-benar ingin dilakukan, energinya bisa kembali dan ia mampu mengerjakannya.

    Sementara itu, burnout biasanya berkaitan dengan tekanan atau tuntutan yang berlangsung terus-menerus. Seseorang mungkin sebenarnya ingin menyelesaikan pekerjaannya, tetapi merasa energinya sudah terkuras bahkan sebelum mulai. Jadi, pertanyaannya bukan hanya “Apakah aku sedang malas?”, tetapi juga “Apa yang membuatku sampai tidak punya energi untuk melakukan ini?”

  2. 2. Lihat apakah istirahat membuat keadaan membaik

    ilustrasi seorang cewek sedang burnout
    ilustrasi seorang cewek sedang burnout (magnific.com/pressfoto)

    Ketika hanya sedang malas, mengambil jeda sebentar atau melakukan sesuatu yang menyenangkan terkadang sudah cukup untuk mengembalikan keinginan beraktivitas. Setelah menonton satu episode drama, tidur siang, atau menikmati waktu santai, seseorang mungkin kembali merasa siap mengerjakan tugas.

    Pada burnout, istirahat singkat belum tentu langsung membuat seseorang merasa pulih. Rasa lelah dapat tetap bertahan meskipun sudah tidak sedang bekerja. Bahkan, aktivitas yang biasanya menyenangkan pun terkadang terasa tidak terlalu menarik karena energi fisik dan mental sudah banyak terkuras.

  3. 3. Perhatikan apakah kehilangan minat terjadi pada banyak hal

    ilustrasi cowok sedang kehilangan minat
    ilustrasi cowok sedang kehilangan minat (freepik.com/rawpixel)

    Kemalasan biasanya lebih spesifik terhadap aktivitas tertentu. Misalnya, seseorang malas mengerjakan laporan karena pekerjaannya terasa membosankan, tetapi masih bersemangat ketika diajak makan bersama teman atau melakukan hobi favoritnya.

    Burnout dapat membuat kehilangan energi dan minat terasa lebih luas. Seseorang mungkin tidak hanya enggan bekerja, tetapi juga tidak terlalu menikmati aktivitas yang biasanya membuatnya senang. Jika perubahan ini berlangsung cukup lama dan mulai mengganggu kehidupan sehari-hari, kondisi tersebut layak diperhatikan lebih serius.

  4. 4. Perhatikan kondisi fisik dan emosional

    ilustrasi seorang perempuan yang sedang burnout di kantor
    ilustrasi seorang perempuan yang sedang burnout di kantor (magnific.com/wayhomestudio)

    Kemalasan biasanya tidak selalu disertai perubahan kondisi fisik atau emosional yang berarti. Seseorang mungkin hanya menunda pekerjaan karena tidak ingin mengerjakannya sekarang. Setelah memutuskan untuk mulai, aktivitas tersebut pun masih bisa dilakukan seperti biasa.

    Burnout dapat disertai kelelahan yang terasa lebih menyeluruh. Seseorang mungkin menjadi lebih mudah frustrasi, sulit berkonsentrasi, merasa kewalahan, atau mengalami perubahan pola tidur. Karena itu, jangan buru-buru menyalahkan diri sendiri ketika tubuh dan pikiran terasa benar-benar terkuras.

  5. 5. Lihat apakah pola tersebut terus berulang

    ilustrasi terlalu banyak pekerjaan
    ilustrasi terlalu banyak pekerjaan (magnific.com/wayhomestudio)

    Sesekali merasa malas merupakan hal yang wajar. Tidak setiap hari harus diisi dengan produktivitas tinggi, dan setiap orang pasti memiliki waktu ketika ingin bermalas-malasan. Yang perlu diperhatikan adalah ketika rasa lelah dan kehilangan motivasi terus berulang meskipun seseorang sudah berusaha beristirahat.

    Jika perasaan tersebut berlangsung lama, semakin mengganggu pekerjaan atau kehidupan sehari-hari, dan sulit ditangani sendiri, ada baiknya mencari bantuan profesional. Burnout juga tidak seharusnya digunakan sebagai diagnosis untuk diri sendiri hanya berdasarkan beberapa gejala yang dirasakan.

    Membedakan kemalasan dan burnout bukan berarti kita harus mencari alasan untuk tidak melakukan sesuatu. Justru, memahami perbedaannya membantu kita mengetahui kapan perlu mendorong diri untuk mulai bergerak dan kapan tubuh serta pikiran benar-benar membutuhkan pemulihan. Yuk, kenali perbedaannya dan segera tangani supaya tak semakin mengganggu produktifitasmu.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More