Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Cara Biar Gak Terus Kepikiran Urusan Kerja setelah Pulang
Ilustrasi istirahat (magnific.com/rawpixel.com)
  • Mencatat tugas yang belum selesai beserta prioritasnya sebelum pulang membantu pikiran melepas urusan kerja dan memudahkan memulai pekerjaan keesokan hari.
  • Ritual transisi sederhana, seperti merapikan meja, mengganti pakaian, atau mematikan notifikasi, dapat membangun batas konsisten antara waktu kerja dan waktu pribadi.
  • Batasi pengecekan pesan kerja, lalu isi waktu dengan hobi atau aktivitas santai; ingatkan diri bahwa tugas yang belum selesai dapat dilanjutkan besok.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Pulang dari kantor seharusnya menjadi waktu untuk beristirahat dan melakukan aktivitas di luar pekerjaan. Namun, pikiran tentang tugas yang belum selesai, pesan dari rekan kerja, atau agenda besok terkadang masih ikut terbawa sampai rumah. Kondisi ini bisa membuat tubuh sudah meninggalkan kantor, tetapi pikiran masih sibuk dengan berbagai urusan pekerjaan.

Kalau terus terjadi, waktu setelah bekerja bisa terasa seperti perpanjangan jam kantor. Kamu jadi sulit menikmati waktu bersama keluarga, melakukan hobi, atau sekadar bersantai tanpa memikirkan pekerjaan. Padahal, waktu istirahat juga penting untuk membantu tubuh dan pikiran memulihkan energi sebelum kembali bekerja keesokan harinya. Berikut lima cara biar gak terus kepikiran urusan kerja setelah pulang.

1. Tulis pekerjaan yang belum selesai

Ilustrasi tulis pekerjaan yang belum selesai (pexels.com/MART PRODUCTION)

Sebelum mengakhiri jam kerja, catat tugas yang masih harus dilanjutkan. Kamu bisa menuliskan pekerjaan yang belum selesai, menentukan prioritas, dan mencatat kapan tugas tersebut akan dikerjakan kembali. Buat catatan sesederhana mungkin agar mudah dipahami ketika kamu kembali bekerja.

Cara ini membantu pikiran gak perlu terus mengingat semua pekerjaan setelah sampai rumah. Ada catatan yang bisa kamu lihat kembali ketika jam kerja dimulai, sehingga kamu gak perlu menghabiskan waktu untuk mengingat apa saja yang belum diselesaikan. Kamu juga bisa lebih mudah menentukan langkah pertama saat kembali bekerja.

Setelah semua tugas sudah tercatat, beri dirimu izin untuk berhenti memikirkannya sementara. Kamu pun bisa menikmati waktu istirahat tanpa terus bertanya-tanya tentang pekerjaan yang belum selesai. Waktu setelah bekerja bisa digunakan untuk memulihkan energi sebelum kembali menjalani rutinitas pada hari berikutnya.

2. Buat ritual kecil setelah jam kerja

Ilustrasi matikan notifikasi (magnific.com/BalashMirzabey)

Ciptakan kebiasaan yang menandai bahwa aktivitas kerja sudah selesai. Misalnya, merapikan meja, mematikan notifikasi pekerjaan, mengganti pakaian setelah sampai rumah, atau mandi sebelum melakukan aktivitas lain. Pilih satu atau beberapa kebiasaan yang terasa nyaman dan mudah dilakukan setiap hari.

Rutinitas sederhana tersebut bisa menjadi transisi dari suasana kerja ke waktu pribadi. Setelah menyelesaikan kebiasaan tersebut, kamu bisa mulai mengalihkan perhatian pada kegiatan lain yang lebih santai. Cara ini juga membantu memberi tanda bahwa waktunya berhenti memikirkan pekerjaan untuk sementara.

Lakukan dengan konsisten agar tubuh dan pikiran terbiasa mengenali perubahan waktu tersebut. Gak perlu membuat rutinitas yang panjang atau rumit. Beberapa langkah sederhana yang dilakukan secara rutin sudah cukup untuk membantu membangun batas antara aktivitas kerja dan kehidupan pribadi.

3. Hindari mengecek pesan kerja terus-menerus

Ilustrasi mengecek pesan (pexels.com/Ivan S)

Notifikasi dari grup kantor atau pesan pekerjaan bisa membuat pikiran kembali tertuju pada urusan kerja setelah jam kerja selesai. Kalau memungkinkan, matikan notifikasi yang gak mendesak agar waktu istirahatmu gak terus terganggu. Kamu bisa mengaktifkan kembali notifikasi ketika jam kerja dimulai.

Kalau ada pekerjaan yang memang membutuhkan pemantauan, kamu bisa menentukan waktu tertentu untuk mengecek pesan. Misalnya, luangkan beberapa menit pada waktu yang sudah kamu tentukan daripada membuka pesan setiap kali notifikasi masuk. Cara ini membantu kamu tetap mengetahui hal penting tanpa harus terus memantau ponsel.

Batas yang jelas antara waktu kerja dan waktu pribadi bisa membuat waktu setelah bekerja terasa lebih personal. Kamu jadi punya ruang untuk beristirahat, melakukan hobi, atau menghabiskan waktu bersama orang terdekat tanpa terus memikirkan urusan kantor. Sesuaikan batas tersebut dengan kondisi pekerjaan dan tanggung jawabmu.

4. Isi waktu dengan aktivitas yang membuatmu fokus

Ilustrasi menonton film (pexels.com/Vitaly Gariev)

Ketika pulang, jangan biarkan pikiran terus berputar tanpa aktivitas. Kamu bisa memasak, berolahraga ringan, membaca, menonton film, merawat tanaman, atau melakukan hobi yang kamu sukai. Pilih kegiatan yang terasa menyenangkan dan sesuai dengan energi yang kamu punya setelah menjalani aktivitas seharian.

Pilih kegiatan yang membuat perhatianmu tertuju pada apa yang sedang dilakukan. Saat fokus pada aktivitas tersebut, pikiran punya kesempatan untuk beralih sejenak dari urusan pekerjaan. Kamu juga bisa memilih kegiatan sederhana yang gak membutuhkan banyak persiapan, seperti mendengarkan musik atau menikmati minuman favorit.

Gak perlu melakukan sesuatu yang produktif setiap kali memiliki waktu luang. Aktivitas santai juga boleh menjadi bagian dari waktu istirahatmu. Gunakan waktu setelah pulang kerja untuk melakukan hal-hal yang membuatmu nyaman agar tubuh dan pikiran punya kesempatan untuk beristirahat.

5. Ingatkan diri bahwa pekerjaan bisa dilanjutkan besok

Ilustrasi minum dan santai (pexels.com/ www.kaboompics.com)

Terkadang, pikiran tentang pekerjaan terus muncul karena merasa semua tugas harus selesai hari ini. Padahal, beberapa pekerjaan masih bisa dilanjutkan pada jam kerja berikutnya. Setelah mencatat hal-hal yang perlu dikerjakan, izinkan dirimu berhenti memikirkannya untuk sementara dan gunakan waktu setelah pulang untuk beristirahat.

Beristirahat bukan berarti mengabaikan pekerjaan. Kamu sedang memberikan kesempatan kepada tubuh dan pikiran untuk memulihkan energi sebelum kembali bekerja. Waktu setelah pulang kerja juga merupakan bagian dari kehidupanmu. Kamu berhak menggunakannya untuk beristirahat, bertemu orang tersayang, melakukan hobi, atau sekadar menikmati waktu tanpa memikirkan pekerjaan.

Memisahkan pekerjaan dari waktu pribadi memang membutuhkan kebiasaan dan batasan yang konsisten. Gak harus langsung sempurna, mulai saja dari langkah kecil yang paling mudah dilakukan. Ketika jam kerja selesai, cobalah mengingat satu hal sederhana yaitu hari ini sudah selesai. Besok masih ada waktu untuk melanjutkannya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article