Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Kenapa Pelaku Bullying Bisa Terlihat Ramah di Depan Orang Lain? 

4 min read
Kenapa Pelaku Bullying Bisa Terlihat Ramah di Depan Orang Lain? 
ilustrasi pelaku bullying yang terlihat ramah di depan orang lain (pexels.com/fauxels)
  • Pelaku bullying bisa bersikap berbeda kepada orang yang berbeda, terutama kepada target yang dianggap lebih lemah.

  • Pelaku dapat menjaga citra baik sehingga orang lain sulit percaya saat mendengar kesaksian korban.

  • Bullying sering terjadi secara tersembunyi sehingga orang lain hanya melihat sisi ramah pelaku.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Saat membayangkan pelaku bullying, mungkin yang terlintas adalah seseorang yang kasar, suka mengintimidasi, atau terang-terangan membuat orang lain merasa takut. Padahal, tidak semua pelaku perundungan menunjukkan perilaku seperti itu di depan banyak orang. Ada juga yang justru dikenal ramah, mudah bergaul, bahkan terlihat menyenangkan di lingkungan sosialnya.

Hal ini terkadang membuat orang di sekitar korban sulit percaya ketika mendengar bahwa seseorang yang mereka kenal sebagai pribadi baik ternyata melakukan bullying. Korban pun bisa merasa semakin sendirian karena pengalaman yang dialaminya seolah bertentangan dengan citra pelaku di mata orang lain. Lantas, mengapa seseorang bisa bersikap ramah kepada banyak orang, tetapi melakukan bullying kepada orang tertentu?

  1. 1. Pelaku bisa menunjukkan sisi yang berbeda kepada setiap orang

    ilustrasi beberapa orang sedang tertawa
    ilustrasi beberapa orang sedang tertawa (pexels.com/PICHA Stock)

    Perilaku seseorang tidak selalu sama dalam semua situasi. Seseorang bisa sangat ramah ketika sedang bersama teman, tetapi berubah ketika berhadapan dengan orang yang dianggap lebih lemah atau tidak memiliki posisi sosial yang kuat. Dalam konteks bullying, pelaku mungkin memilih target tertentu berdasarkan berbagai pertimbangan, misalnya karena korban dianggap berbeda, tidak banyak teman, sulit melawan, atau berada dalam posisi yang membuatnya mudah dikendalikan.

    Keramahan yang ditunjukkan kepada orang lain tidak selalu berarti seseorang memperlakukan semua orang dengan cara yang sama. Seseorang bisa bersikap hangat kepada satu kelompok, tetapi menunjukkan perilaku berbeda kepada orang lain. Ini karena kepribadian manusia cukup kompleks dan tidak bisa dinilai hanya dari satu perilaku.

  2. 2. Ada keinginan untuk mempertahankan citra yang baik

    ilustrasi membantu orang lain
    ilustrasi membantu orang lain (pexels.com/Christina Morillo)

    Banyak pelaku bullying sebenarnya sadar bahwa perilakunya tidak baik. Karena itu, mereka dapat berusaha mempertahankan citra sebagai orang yang baik, ramah, atau menyenangkan. Di depan guru, atasan, orangtua, atau komunitas, pelaku bisa menunjukkan sikap yang berbeda. Mereka mungkin aktif membantu orang lain, bercanda, atau terlihat mudah bergaul. Citra tersebut kemudian membuat orang lain lebih sulit membayangkan bahwa orang yang sama mampu melakukan perundungan. Dalam kondisi tertentu, reputasi yang baik bahkan dapat membuat kesaksian korban dipertanyakan.

  3. 3. Bullying sering terjadi di situasi yang tidak terlihat banyak orang

    ilustrasi korban bullying
    ilustrasi korban bullying (pexels.com/Yan Krukau)

    Tidak semua bullying dilakukan secara terang-terangan. Perundungan bisa terjadi ketika hanya ada beberapa orang, melalui percakapan pribadi, grup chat, media sosial, atau tempat yang jarang diawasi. Pelaku mungkin tahu kapan dan di mana ia bisa melakukan bullying tanpa mudah diketahui orang lain. Karena itu, seseorang bisa saja terlihat sangat baik selama berada di lingkungan sosial yang ramai, tetapi melakukan tindakan berbeda ketika hanya berhadapan dengan targetnya. Inilah salah satu alasan mengapa orang di luar situasi tersebut terkadang tidak menyadari apa yang sebenarnya dialami korban.

  4. 4. Pelaku mungkin memiliki posisi sosial yang kuat

    ilustrasi memimpin rapat kerja
    ilustrasi memimpin rapat kerja (pexels.com/fauxels)

    Popularitas juga bisa memengaruhi bagaimana perilaku seseorang dilihat oleh lingkungan. Seseorang yang memiliki banyak teman, dianggap lucu, berprestasi, atau punya pengaruh dalam kelompok mungkin lebih mudah mendapatkan kepercayaan dari orang lain. Ketika orang seperti ini melakukan bullying, korban dapat berada dalam posisi yang sulit. Jika korban bercerita, ia mungkin khawatir tidak dipercaya atau justru dianggap sebagai pihak yang membuat masalah.

    Hal ini bukan berarti pelaku selalu sengaja memanfaatkan popularitasnya untuk menyembunyikan tindakan bullying. Namun, posisi sosial yang kuat dapat membuat perilaku negatifnya lebih sulit terlihat oleh orang lain. Apalagi, orang cenderung lebih mudah percaya pada seseorang yang selama ini dikenal baik dan populer.

  5. 5. Orang lain hanya melihat sebagian dari dirinya

    ilustrasi berdiskusi dengan rekan kerja
    ilustrasi berdiskusi dengan rekan kerja (unsplash.com/Amy Hirschi)

    Ada alasan sederhana mengapa pelaku bullying bisa terlihat ramah: orang lain memang belum tentu pernah melihat sisi tersebut. Dalam kehidupan sehari-hari, kita hanya berinteraksi dengan seseorang dalam situasi tertentu. Seorang rekan kerja mungkin mengenal seseorang sebagai pribadi yang suka membantu. Teman nongkrongnya mengenalnya sebagai orang yang humoris. Sementara itu, orang yang menjadi target bullying bisa memiliki pengalaman yang sangat berbeda. Karena itu, penilaian terhadap seseorang sebaiknya tidak hanya didasarkan pada reputasi atau kesan yang terlihat di permukaan.

    Pada akhirnya, seseorang memang bisa memiliki sisi yang berbeda dalam berbagai hubungan. Keramahan di depan banyak orang tidak otomatis menghapus kemungkinan adanya perilaku buruk yang terjadi secara tersembunyi. Karena itu, saat membahas tentang bullying, yang perlu diperhatikan bukan hanya siapa yang terlihat paling baik di depan umum, tetapi juga bagaimana seseorang memperlakukan orang lain ketika tidak ada banyak orang yang melihat.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team
Yudha ‎
EditorYudha ‎

Dari Kebun Nilam ke Pasar Dunia

Related Articles

See More