Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Cara Mengatasi Brain Fog Akibat Beban Kerja Berlebih

3 min read
5 Cara Mengatasi Brain Fog Akibat Beban Kerja Berlebih
ilustrasi laki-laki mengalami brain fog (pexels.com/Tima Miroshnichenko)
  • Brain fog dapat berupa sulit berkonsentrasi, mengingat, dan memproses informasi, yang dipicu beban kerja berlebih, kurang tidur, serta stres berkepanjangan.
  • Jeda sejenak dari pekerjaan, tidur setidaknya tujuh jam, dan fokus pada satu tugas prioritas membantu mengurangi beban perhatian serta memulihkan konsentrasi.
  • Jaga asupan air dan makanan seimbang, kenali pemicu stres, lalu bicarakan pembagian tugas atau cari bantuan profesional jika keluhan mengganggu keseharian.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Pekerjaan yang menumpuk bisa membuat kamu kesulitan berpikir jernih, bahkan untuk urusan sederhana. Kamu mungkin sudah membaca satu email berkali-kali, tetapi tetap sulit memahami isinya atau menentukan balasan yang tepat. Kondisi ini bisa terasa menyebalkan, terutama ketika tenggat pekerjaan terus berjalan dan kamu dituntut tetap produktif.

Kondisi tersebut kerap disebut brain fog, yaitu istilah untuk menggambarkan kesulitan berkonsentrasi, mengingat sesuatu, atau memproses informasi. Beban kerja berlebih, kurang tidur, dan stres berkepanjangan dapat ikut memicu keluhan tersebut. Yuk simak lima cara mengatasi brain fog agar pikiran kembali jernih dan aktivitas kerja terasa lebih terkendali.

  1. 1. Berhenti sejenak dari tumpukan pekerjaan

    ilustrasi laki-laki rileks
    ilustrasi laki-laki rileks (magnific.com/diana-grytsku)

    Ketika banyak tugas menunggu, berhenti bekerja selama beberapa menit mungkin terasa seperti membuang waktu. Kamu memilih terus menatap layar karena takut pekerjaan semakin tertunda, meski pikiran mulai sulit mengikuti apa yang sedang dikerjakan. Akibatnya, tugas sederhana justru membutuhkan waktu lebih lama untuk diselesaikan.

    Memberi jeda membantu kamu mengurangi beban perhatian yang terus menumpuk. Cobalah meninggalkan meja sebentar, berjalan ringan, atau mengalihkan pandangan dari layar. Setelah itu, kembali bekerja dengan satu target kecil agar pikiran gak langsung dibebani banyak hal sekaligus.

  2. 2. Prioritaskan tidur untuk memulihkan konsentrasi

    ilustrasi perempuan tidur
    ilustrasi perempuan tidur (pexels.com/cottonbro studio)

    Pekerjaan yang belum selesai sering membuat waktu tidur menjadi hal pertama yang dikorbankan. Kamu mungkin masih memikirkan revisi ketika sudah berbaring atau membuka laptop lagi karena merasa besok gak akan sempat menyelesaikannya. Padahal, kurang tidur bisa mengganggu perhatian, daya ingat, dan kemampuan mengambil keputusan.

    Orang dewasa umumnya membutuhkan setidaknya tujuh jam tidur setiap malam. Cobalah menetapkan waktu tidur yang konsisten dan mengurangi penggunaan gawai menjelang istirahat. Jika pekerjaan selalu mengambil waktu tidurmu, evaluasi beban kerja dan batas waktu yang selama ini kamu tetapkan.

  3. 3. Atur ulang cara menyelesaikan tugas

    ilustrasi perempuan bekerja
    ilustrasi perempuan bekerja (pexels.com/AI25.Studio Studio)

    Membuka banyak tab, membalas pesan sambil mengerjakan laporan, dan berpindah tugas terus-menerus membuat perhatian mudah terpecah. Kamu mungkin merasa sudah melakukan banyak hal, tetapi ketika diperiksa, gak banyak pekerjaan yang benar-benar selesai. Situasi ini bisa menambah frustrasi karena energi terkuras tanpa hasil yang sepadan.

    Alih-alih mengerjakan semuanya bersamaan, pilih satu tugas dengan prioritas paling tinggi. Pecah pekerjaan besar menjadi langkah kecil supaya kamu punya titik awal yang jelas. Kamu juga bisa mematikan notifikasi sementara agar perhatian gak terus tertarik pada hal lain.

  4. 4. Penuhi kebutuhan cairan dan makanan

    ilustrasi perempuan makan
    ilustrasi perempuan makan (magnific.com/pikisuperstar)

    Saat dikejar tenggat, makan siang sering bergeser hingga sore dan minum air putih terlupakan. Kamu mungkin baru menyadarinya setelah kepala terasa berat, tubuh lemas, atau konsentrasi semakin sulit dipertahankan. Kondisi fisik yang kurang terjaga bisa memperburuk rasa lelah dan mengganggu aktivitas sehari-hari.

    Biasakan minum air secara berkala dan makan dengan jadwal yang lebih teratur. Pilih makanan seimbang yang mengandung karbohidrat, protein, lemak sehat, serta sayur dan buah. Langkah ini bukan solusi instan untuk brain fog, tetapi membantu memenuhi kebutuhan tubuh selama bekerja.

  5. 5. Evaluasi stres dan cari bantuan bila perlu

    ilustrasi berbicara dengan profesional
    ilustrasi berbicara dengan profesional (pexels.com/Timur Weber)

    Jika pikiran terasa berkabut hampir setiap hari, jangan langsung menganggap dirimu kurang disiplin. Tekanan kerja yang berlangsung lama bisa menguras energi mental, terlebih ketika kamu sulit beristirahat atau merasa harus selalu siap dihubungi. Mengenali pemicunya membantu kamu menentukan perubahan yang lebih tepat.

    Coba catat kapan kesulitan berkonsentrasi muncul dan kebiasaan apa yang mendahuluinya. Jika memungkinkan, bicarakan pembagian tugas dengan atasan atau cari dukungan profesional ketika stres mulai mengganggu keseharian. Apabila keluhan menetap, memburuk, atau menghambat aktivitas, konsultasikan dengan dokter karena penyebabnya bisa beragam.

    Mengatasi brain fog bukan sekadar mencari cara agar pekerjaan cepat selesai, melainkan memahami apa yang membuat pikiranmu kelelahan. Produktivitas gak harus dibayar dengan mengabaikan tidur, makan, dan kebutuhan untuk beristirahat. Kamu tetap bisa bertanggung jawab atas pekerjaan sambil memberi tubuh kesempatan untuk pulih.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Dari Kebun Nilam ke Pasar Dunia

Related Articles

See More