“Sudah mengambil waktu libur sepanjang akhir pekan, tetapi ketika kembali bekerja pada hari Senin, kamu tetap merasa gak lebih segar dan berenergi. Kamu merasa kosong, lelah, dan kehabisan tenaga bahkan ketika sedang bersama teman dan keluarga,” ujar Melody Wilding.
Tanda Kamu Burnout meski Suka dengan Pekerjaan, Ini Cara Mengatasinya!

Take a Deeper Reads

Punya pekerjaan yang sesuai passion bukan berarti kamu selalu terbebas dari burnout. Justru karena menyukai pekerjaan, kamu bisa terdorong untuk terus bekerja keras sampai mengabaikan kebutuhan diri sendiri.
Jika mulai merasa lelah dan gak bersemangat pada pekerjaan yang dulu disukai, bisa jadi tubuh dan pikiranmu sedang memberi tanda. Yuk, kenali tanda-tanda burnout meski kamu masih menyukai pekerjaanmu dan cari tahu cara mengatasinya lewat artikel berikut.
1. Kamu merasa lelah meski sudah beristirahat

ilustrasi berbaring (pexels.com/cottonbro) Salah satu tanda burnout adalah rasa lelah yang gak kunjung hilang meski kamu sudah tidur atau mengambil waktu istirahat. Kamu mungkin sudah menghabiskan akhir pekan tanpa bekerja, tetapi tetap merasa gak segar ketika kembali menjalani rutinitas pada Senin pagi. Kondisi ini berbeda dari kelelahan biasa karena energi seolah gak benar-benar kembali setelah beristirahat.
Melody Wilding, pekerja sosial berlisensi dan executive coach, dikutip dari HuffPost, menjelaskan bahwa kelelahan akibat burnout bisa tetap terasa meski seseorang sedang bersama orang terdekat. Kondisi ini bukan hanya membuatmu lelah saat bekerja, tetapi juga menguras energi untuk menikmati aktivitas di luar pekerjaan. Karena itu, rasa lelah yang terus menetap perlu diperhatikan jika mulai mengganggu keseharian.
2. Kamu mulai kehilangan motivasi pada pekerjaan yang dulu disukai

ilustrasi berada depan laptop (pexels.com/olly) Burnout juga bisa membuatmu gak lagi merasa terlibat dengan pekerjaan yang sebenarnya kamu sukai. Tugas yang sebelumnya terasa mudah mulai ditunda, sementara menyelesaikannya terasa seperti kewajiban yang harus dipenuhi. Bahkan ketika hasil pekerjaanmu masih bagus, motivasi yang dulu membuatmu bersemangat bisa perlahan menghilang.
Menurut Wilding, kondisi ini gak selalu terlihat sebagai penurunan performa yang drastis. Orang yang terbiasa bekerja keras bahkan mungkin tetap memberikan hasil terbaik, tetapi melakukannya karena rasa bersalah, kewajiban, atau takut tertinggal. Artinya, kamu masih produktif bukan karena merasa antusias terhadap pekerjaan, melainkan karena merasa harus terus bertahan.
“Kamu benar-benar merasa kehilangan motivasi dan mulai menunda-nunda pekerjaan yang sebelumnya bisa kamu lakukan dengan mudah,” ujar Melody Wilding.
3. Kamu mulai sinis dan gak melihat makna pekerjaan

ilustrasi berada depan laptop dengan wajah cemberut (pexels.com/anthonyshkrabaproduction) Ketika mengalami burnout, pekerjaan yang dulu terasa bermakna bisa mulai kehilangan tujuan di matamu. Kamu mungkin mempertanyakan apakah pekerjaanmu masih memberikan dampak atau merasa percuma menyampaikan ide karena gak pernah mendapat respons. Perubahan ini bisa membuatmu semakin sinis terhadap pekerjaan dan lingkungan kerja.
Dikutip dari HuffPost, Joy Harden Bradford, psikolog berlisensi di Atlanta dan pembawa acara podcast Therapy for Black Girls, menjelaskan bahwa kondisi tersebut bisa terjadi pada orang yang sebelumnya menganggap pekerjaan sebagai panggilan. Ketika gak lagi melihat dampak pekerjaannya seperti dulu, rasa keterhubungan dengan pekerjaan pun dapat berkurang. Jika berlangsung lama, kondisi ini bisa membuatmu merasa gak berdaya dan kehilangan motivasi untuk berubah.
“Kamu mulai gak bisa melihat bagaimana pekerjaanmu memberikan dampak, padahal sebelumnya kamu bisa melihatnya,” ujar Joy Harden Bradford.
4. Pekerjaan yang biasanya mudah mulai terasa berat

ilustrasi fokus depan laptop (pexels.com/yankrukov) Burnout gak hanya memengaruhi perasaan, tetapi juga kemampuanmu dalam menyelesaikan pekerjaan. Tugas yang sebelumnya bisa dikerjakan dengan cepat mungkin membutuhkan waktu lebih lama karena konsentrasi, energi, dan keterlibatan emosional mulai menurun. Kamu juga bisa menjadi lebih mudah melakukan kesalahan atau kesulitan menyelesaikan pekerjaan yang sebenarnya sudah familiar.
Kondisi tersebut gak selalu berarti kamu tiba-tiba kehilangan kemampuan dalam bekerja. Bisa jadi energi mental yang biasanya digunakan untuk fokus sudah terkuras akibat stres yang berlangsung terus-menerus. Karena itu, perubahan performa dibandingkan kebiasaanmu sebelumnya bisa menjadi salah satu tanda yang perlu diperhatikan.
5. Kamu lebih sering sakit atau merasa gak enak badan

ilustrasi sakit kepala (pexels.com/olly) Burnout juga bisa muncul melalui keluhan fisik ketika stres pekerjaan berlangsung lama. Sakit kepala, gangguan pencernaan, ketegangan otot, gangguan tidur, hingga lebih sering sakit dapat menyertainya. Jika tubuh terus memberikan sinyal tersebut, jangan langsung menganggapnya sebagai kelelahan biasa.
Perhatikan juga apakah keluhan fisik muncul bersamaan dengan perubahan suasana hati dan kebiasaan kerja. Jika kamu mulai kehilangan energi dan motivasi sekaligus mengalami gangguan fisik, coba evaluasi kembali beban serta pola kerja yang dijalani. Bila keluhan menetap atau mengganggu aktivitas sehari-hari, pertimbangkan untuk mencari bantuan profesional.
Menyukai pekerjaan bukan berarti kamu harus terus memaksakan diri sampai kehabisan energi. Kalau mulai mengenali tanda-tanda burnout, jangan ragu untuk beristirahat dan mencari bantuan saat diperlukan.























