Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Hal yang Perlu Kamu Pertimbangkan sebelum Resign

5 min read
5 Hal yang Perlu Kamu Pertimbangkan sebelum Resign
Ilustrasi resign bekeja (magnific.com/pressfoto)
  • Sebelum resign, pahami akar masalah dan bedakan kelelahan sementara dari ketidakpuasan jangka panjang; pertimbangkan solusi seperti diskusi dengan atasan atau pindah tim.
  • Pastikan tabungan dan dana darurat mampu menutup pengeluaran, kewajiban, serta masa transisi; periksa pula hak, tunjangan, dan kompensasi sesuai aturan kerja.
  • Susun rencana setelah resign, termasuk target karier, pencarian kerja atau pengembangan keterampilan; pahami prosedur pengunduran diri dan selesaikan serah terima secara profesional.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Keinginan untuk resign bisa muncul karena berbagai alasan. Kamu mungkin merasa lelah dengan beban kerja yang terus bertambah, kurang cocok dengan lingkungan kantor, gak mendapatkan apresiasi yang sesuai, atau mulai kehilangan semangat untuk menjalani pekerjaan. Setelah melewati hari-hari yang melelahkan, mengajukan pengunduran diri terkadang terasa seperti jalan keluar yang paling masuk akal.

Namun, keputusan resign tetap perlu dipikirkan dengan matang. Ada banyak hal yang akan berubah setelah kamu meninggalkan pekerjaan, mulai dari kondisi keuangan, rutinitas harian, hingga rencana karier ke depan. Mengambil keputusan saat emosi sedang memuncak juga berisiko membuatmu melewatkan beberapa hal penting yang seharusnya dipersiapkan.

Kalau kamu sedang mempertimbangkan untuk resign, gak ada salahnya mengambil waktu sejenak untuk mengevaluasi situasi. Kamu berhak meninggalkan lingkungan kerja yang gak lagi sesuai dengan kebutuhanmu, tetapi pastikan keputusan tersebut dibuat dengan pertimbangan yang realistis. Berikut lima hal yang perlu kamu pikirkan sebelum mengajukan pengunduran diri.

  1. 1. Pastikan alasan resign sudah jelas

    Seorang perempuan pebisnis berpakaian putih bekerja dengan laptop sambil mempertimbangkan ide baru di kantor.
    Ilustrasi pertimbangkan alasan (magnific.com/diana.grytsku)

    Sebelum memutuskan untuk keluar, coba pahami terlebih dahulu apa yang membuatmu ingin meninggalkan pekerjaan. Apakah kamu merasa gak berkembang, memiliki beban kerja berlebihan, mengalami konflik dengan rekan kerja, atau merasa pekerjaan saat ini sudah gak sesuai dengan tujuan karier? Mengetahui akar masalah bisa membantumu menentukan langkah yang lebih tepat.

    Kamu juga perlu membedakan antara rasa lelah sementara dan ketidakpuasan yang berlangsung dalam jangka panjang. Misalnya, keinginan resign yang muncul setelah menghadapi tenggat pekerjaan mungkin berbeda dengan keinginan keluar karena lingkungan kerja terus memberikan tekanan. Jika memungkinkan, berikan waktu bagi diri sendiri untuk mengevaluasi situasi setelah pikiran lebih tenang.

    Setelah memahami alasannya, pertimbangkan apakah masalah tersebut masih bisa diperbaiki. Kamu mungkin bisa berdiskusi dengan atasan tentang pembagian tugas, mengajukan perpindahan tim, atau mencari solusi terkait jam kerja. Namun, jika situasinya terus merugikan kesejahteraanmu dan gak menunjukkan perubahan, resign bisa menjadi pilihan yang layak dipertimbangkan.

  2. 2. Periksa kondisi keuangan sebelum meninggalkan pekerjaan

    Seorang perempuan berbusana kerja menghitung uang kertas di meja kantor dengan ekspresi sedih, mengilustrasikan kondisi keuangan.
    Ilustrasi kondisi keuangan (magnific.com/benzoix)

    Salah satu hal penting sebelum resign adalah memastikan kondisi keuanganmu cukup aman untuk menghadapi masa transisi. Ketika masih bekerja, kamu mungkin terbiasa menerima gaji setiap bulan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Setelah resign, pemasukan tersebut bisa terhenti sementara, terutama jika kamu belum mendapatkan pekerjaan baru.

    Coba hitung pengeluaran rutin, seperti biaya tempat tinggal, makan, transportasi, cicilan, tagihan, dan kebutuhan keluarga. Dari perhitungan tersebut, kamu bisa memperkirakan berapa lama tabungan yang tersedia mampu menopang kebutuhan hidup. Dana darurat yang cukup dapat memberikan ruang bernapas selama mencari pekerjaan berikutnya, meskipun jumlah idealnya bergantung pada kondisi dan tanggungan masing-masing orang.

    Selain tabungan, periksa juga kewajiban keuangan yang masih berjalan serta hak yang mungkin kamu terima setelah mengundurkan diri. Jangan menganggap semua tunjangan atau kompensasi otomatis diberikan dengan jumlah yang sama karena ketentuannya bergantung pada peraturan dan kondisi hubungan kerja. Dengan perencanaan keuangan yang jelas, kamu bisa mengambil keputusan secara lebih tenang dan realistis.

  3. 3. Tentukan rencana setelah resign

    Ilustrasi pembaruan portofolio dengan perlengkapan desain grafis dan dokumen kreatif di atas meja kerja.
    Ilustrasi memperbarui portofolio (magnific.com/freepik)

    Resign tanpa mengetahui langkah berikutnya bisa membuat masa transisi terasa lebih berat. Kamu mungkin awalnya merasa lega karena terbebas dari rutinitas kantor, tetapi beberapa waktu kemudian mulai kebingungan menentukan arah. Apalagi jika kamu belum memiliki gambaran tentang pekerjaan yang ingin dituju atau aktivitas yang akan dilakukan selama belum bekerja.

    Karena itu, cobalah menyusun rencana sebelum mengajukan pengunduran diri. Jika ingin pindah perusahaan, kamu bisa mulai memperbarui CV, merapikan portofolio, mencari lowongan, dan membangun koneksi profesional. Jika ingin beralih karier, gunakan waktu yang tersedia untuk mempelajari keterampilan yang dibutuhkan dan memahami peluang di bidang baru tersebut.

    Namun, rencana setelah resign gak harus selalu berupa pekerjaan baru. Kamu mungkin membutuhkan waktu untuk beristirahat, menyelesaikan urusan pribadi, melanjutkan pendidikan, atau mengembangkan usaha. Apa pun pilihanmu, buat gambaran yang cukup jelas mengenai tujuan, kebutuhan biaya, dan perkiraan waktu agar masa transisi terasa lebih terarah.

  4. 4. Pertimbangkan peluang berkembang di tempat kerja lain

    Seorang perempuan bisnis Asia bekerja dengan laptop di kantor sambil mencari informasi mengenai perusahaan lain.
    Ilustrasi cari informasi mengenai perusahaan lain (freepik.com/ zinkevych)

    Keinginan resign terkadang muncul karena kamu merasa sudah gak mendapatkan perkembangan berarti. Pekerjaan terasa monoton, kesempatan promosi terbatas, atau tanggung jawab yang diberikan gak lagi sejalan dengan kemampuan dan minatmu. Jika kondisi ini berlangsung lama, wajar jika kamu mulai mempertimbangkan peluang di tempat lain.

    Sebelum mengambil keputusan, coba evaluasi apa yang ingin kamu dapatkan dari pekerjaan berikutnya. Mungkin kamu menginginkan jenjang karier yang lebih jelas, kompensasi yang lebih baik, budaya kerja yang sehat, atau kesempatan mempelajari keterampilan baru. Mengetahui prioritas tersebut akan membantumu menilai apakah peluang yang tersedia benar-benar sesuai dengan kebutuhanmu.

    Jika memungkinkan, cari informasi mengenai perusahaan atau bidang yang ingin kamu tuju sebelum resign. Pelajari persyaratan lowongan, kisaran gaji, sistem kerja, dan keterampilan yang dibutuhkan. Kamu juga bisa mulai mengikuti proses rekrutmen sambil tetap bekerja. Cara ini dapat memberikan gambaran lebih nyata tentang peluang yang tersedia sekaligus mengurangi ketidakpastian selama masa transisi.

  5. 5. Pahami hak dan kewajiban sebelum mengajukan pengunduran diri

    Seorang pekerja membaca kembali dokumen kontrak kerja di meja sebagai ilustrasi peninjauan ketentuan sebelum menyetujui.
    Ilustrasi membaca kembali kontrak kerja (pexels.com/ Andrea Piacquadio)

    Resign bukan sekadar menyampaikan keinginan untuk keluar dari perusahaan. Ada prosedur yang perlu kamu perhatikan, mulai dari masa pemberitahuan, penyelesaian pekerjaan, hingga administrasi akhir masa kerja. Cobalah membaca kembali kontrak kerja atau peraturan perusahaan agar memahami ketentuan yang berlaku, termasuk soal sisa cuti, gaji terakhir, dan dokumen yang perlu diselesaikan. Jika ada hal yang belum jelas, kamu bisa menanyakannya kepada bagian sumber daya manusia.

    Selama masa transisi, usahakan tetap menyelesaikan tanggung jawab secara profesional. Rapikan dokumen pekerjaan, catat progres tugas, dan lakukan serah terima kepada rekan yang akan melanjutkan pekerjaanmu. Langkah ini membantu menjaga hubungan baik dengan perusahaan dan rekan kerja, sekaligus mempertahankan reputasi profesional yang mungkin berguna untuk perjalanan kariermu di masa depan.

    Memutuskan untuk resign memang gak selalu mudah karena ada pertimbangan tentang kesehatan diri, kondisi keuangan, dan peluang karier berikutnya. Karena itu, berikan waktu untuk mengevaluasi situasi dan menyusun rencana sebelum mengambil keputusan. Jika resign memang menjadi pilihan terbaik, persiapkan prosesnya dengan matang agar masa transisi terasa lebih terarah. Meninggalkan pekerjaan gak selalu berarti gagal; terkadang, keputusan tersebut menjadi langkah untuk membangun karier yang lebih sesuai dengan kebutuhan dan tujuanmu.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Di Balik Produksi Operasi Pesta Copet

Related Articles

See More