5 Tips Menghadapi Rekan Kerja yang Menyebalkan di Bulan Ramadan

Pernahkah kamu merasa emosi lebih tipis saat puasa, terutama di kantor? Hal kecil yang biasanya bisa ditoleransi tiba-tiba terasa menyebalkan. Nada bicara rekan kerja terdengar lebih tajam dari biasanya. Fokus buyar hanya karena satu komentar singkat.
Bulan Ramadan memang menguji banyak hal, termasuk cara kita bersikap di lingkungan profesional. Energi berkurang, tapi tuntutan kerja tetap berjalan. Di sinilah kemampuan mengontrol emosi saat puasa benar-benar terasa penting. Yuk simak lima tips supaya kamu tetap tenang menghadapi rekan kerja yang bikin kesal.
1. Sadari dulu kalau emosimu memang lebih sensitif

Saat perut kosong dan energi menurun, respons emosional memang bisa berubah. Kamu jadi lebih mudah tersinggung atau cepat lelah menghadapi konflik kecil. Mengontrol emosi saat puasa dimulai dari mengakui kondisi ini. Bukan untuk mencari alasan, tapi supaya kamu lebih waspada pada reaksi sendiri.
Ketika ada sikap rekan kerja yang bikin kesal, jangan langsung bereaksi. Tarik napas dalam, hitung beberapa detik sebelum membalas. Jeda kecil itu sering kali menyelamatkan situasi. Dengan begitu, kamu tetap profesional meski hati sedang gak sepenuhnya stabil.
2. Pisahkan masalah pekerjaan dari sikap personal

Kadang yang bikin kesal bukan pekerjaannya, tapi cara penyampaiannya. Nada yang terdengar menyuruh atau sikap yang terasa meremehkan bisa memicu emosi. Di momen seperti ini, penting untuk memisahkan tugas dari perasaan pribadi. Fokuslah pada apa yang harus diselesaikan.
Kalau memang ada yang mengganggu, pilih waktu yang tepat untuk bicara. Sampaikan dengan tenang tanpa menyerang. Gunakan kalimat yang jelas dan to the point. Cara ini menunjukkan emotional intelligence tanpa harus memperpanjang konflik.
3. Jaga komunikasi tetap sopan meski hati lagi panas

Bulan puasa sering jadi momen orang berlomba-lomba memperbaiki diri. Tapi di kantor, tekanan tetap ada dan gesekan tetap mungkin terjadi. Etika kerja Ramadan justru diuji saat situasi tidak nyaman. Di sinilah kamu bisa menunjukkan kedewasaan sikap.
Hindari membalas sindiran dengan sindiran. Tahan diri untuk tidak menulis chat panjang saat emosi belum reda. Lebih baik tunggu sampai pikiran lebih jernih. Respons yang tenang sering kali membuat suasana cepat mereda.
4. Cari ruang istirahat sejenak sebelum meledak

Kalau situasi sudah terasa menekan, beri diri sendiri waktu. Kamu bisa izin ke toilet, ambil air wudu, atau sekadar duduk sebentar. Ruang jeda ini penting untuk mengontrol emosi saat puasa. Jangan memaksakan diri terlihat kuat padahal sudah di ambang ledakan.
Istirahat singkat bisa membantu menurunkan ketegangan. Setelah itu, kamu akan lebih siap menghadapi percakapan sulit. Emosi yang terkelola membuat keputusanmu lebih rasional. Ini juga menjaga hubungan kerja tetap sehat.
5. Ingat tujuan besarmu bekerja

Rekan kerja yang menyebalkan memang menyita energi. Tapi jangan sampai itu mengaburkan tujuanmu datang ke kantor. Kamu bekerja untuk tanggung jawab, pengembangan diri, dan masa depan. Jangan biarkan satu orang merusak fokus tersebut.
Dengan perspektif yang lebih luas, kamu jadi lebih selektif dalam merespons. Tidak semua hal harus ditanggapi dengan emosi. Kadang, bersikap profesional adalah bentuk sabar saat puasa yang paling nyata. Kamu tetap bisa tegas tanpa kehilangan kendali.
Menghadapi rekan kerja yang menyebalkan di bulan puasa memang bukan hal mudah. Emosi lebih sensitif, energi terbatas, dan tekanan tetap berjalan. Namun, justru di situ kemampuan emotional intelligence diuji. Yuk, jadikan Ramadan sebagai momen belajar mengelola emosi dan menjaga sikap profesionalmu.



![[QUIZ] Jika Melihat Cahaya Bulan, Apakah Perasaan Terdalam Kamu?](https://image.idntimes.com/post/20220905/pexels-photo-573238-1899637c84cbfcb8a99b876b09308647-6835a49f55ad860b7619516670ee361d.jpeg)






![[QUIZ] Jika Hujan Bisa Menyampaikan Rindu, Kepada Siapakah Perasaan Itu Tertuju?](https://image.idntimes.com/post/20251212/pexels-yankrukov-6616332_3f3bbb5a-3c40-4017-a3cd-c413c7d8d6c0.jpg)






