Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Bukan Cuma Asmara, 7 Aturan Kencan Ini Bisa Bikin Karier Ikut Meroket
ilustrasi sukses, karier, pencapaian (magnific.com/magnific)
  • Prinsip kencan seperti standar realistis, menetapkan batasan, dan komunikasi efektif dapat membantu memilih peluang kerja serta mengelola beban tugas secara profesional.
  • Saat mencari kerja atau bernegosiasi, fokus pada pengalaman dan nilai diri; hindari menjelekkan tempat kerja lama, bangun keahlian spesifik, dan sampaikan kompensasi berdasarkan kemampuan.
  • Jika pekerjaan terus menghambat perkembangan, kesejahteraan, promosi, atau kenaikan gaji, evaluasi situasinya dan pertimbangkan peluang baru tanpa menyia-nyiakan potensi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Siapa bilang aturan dalam dunia kencan cuma berguna untuk urusan mencari pasangan? Ternyata, beberapa kebiasaan yang membuat hubungan romantis berjalan lebih sehat juga bisa kamu terapkan saat membangun karier, lho. Mulai dari berani menetapkan batasan, memahami nilai diri, sampai tahu kapan harus meninggalkan sesuatu yang sudah gak lagi memberi perkembangan.

Kebiasaan tersebut ternyata bisa membantumu menjadi pribadi yang lebih percaya diri dan profesional di tempat kerja. Jadi, kalau selama ini kamu menganggap urusan dating dan karier sebagai dua hal yang gak berhubungan, mungkin sudah waktunya melihatnya dari sudut pandang berbeda.

1. Ikuti kata hati, tapi tetap realistis

ilustrasi lowongan kerja (freepik.com/freepik)

Dalam urusan kencan, kamu tentu punya standar mengenai sosok pasangan yang diinginkan. Punya standar bukan berarti kamu terlalu pemilih atau sulit mendapatkan pasangan, lho. Namun, kalau kriterianya terlalu banyak sampai membuatmu menutup semua kemungkinan, kamu justru bisa kehilangan kesempatan bertemu orang yang sebenarnya cocok. Prinsip serupa juga berlaku ketika kamu mencari pekerjaan.

Memiliki pekerjaan impian memang menyenangkan, tapi kenyataannya gak semua pekerjaan bisa memenuhi seluruh ekspektasimu sekaligus. Kamu mungkin menginginkan gaji tinggi, lingkungan kerja nyaman, jenjang karier jelas, pekerjaan sesuai passion, serta lokasi strategis dalam satu paket. Padahal, pekerjaan yang belum sempurna bisa saja menjadi batu loncatan penting untuk mendapatkan posisi yang lebih baik di masa depan. Jadi, jangan buru-buru menolak kesempatan hanya karena belum sesuai dengan gambaran idealmu, ya.

2. Berani menetapkan batasan

ilustrasi kewalahan (pexels.com/ANTONI SHKRABA production)

Dalam hubungan, terlalu sering mengiyakan semua permintaan pasangan bisa membuatmu kehilangan ruang untuk diri sendiri. Batasan diperlukan supaya kamu tetap bisa menghargai kebutuhan dan kebahagiaan pribadi. Relationship coach Celeste Seiferling menjelaskan bahwa kemampuan mengatakan tidak terhadap sesuatu yang gak sesuai dengan kebutuhanmu dapat membantu membangun rasa percaya diri dan penghargaan terhadap diri sendiri. Prinsip ini ternyata juga relevan ketika kamu berada di lingkungan kerja.

Di kantor, kamu gak harus selalu mengatakan iya setiap kali mendapat permintaan tambahan. Kalau terus menerima pekerjaan di luar kapasitas tanpa berkomunikasi, kamu justru berisiko kewalahan dan hasil kerjamu pun ikut menurun. Penelitian dalam International Journal of Business Communication menunjukkan bahwa komunikasi yang efektif antara atasan dan karyawan berperan dalam membangun kepercayaan di tempat kerja. Karena itu, menyampaikan batasan dengan jelas bukan berarti kamu malas, melainkan menunjukkan bahwa kamu mampu mengelola tanggung jawab secara profesional.

3. Jangan menjelekkan mantan

ilustrasi gosip (magnific.com/azerbaijan_stockers)

Saat berkencan dengan orang baru, membicarakan keburukan mantan secara berlebihan bisa memberikan kesan kurang baik. Orang yang sedang dekat denganmu bisa saja bertanya-tanya apakah kamu masih belum selesai dengan hubungan sebelumnya. Bahkan, kebiasaan terus menyalahkan mantan bisa membuat orang lain mempertanyakan bagaimana kamu akan membicarakan dirinya jika hubungan kalian berakhir.

Kebiasaan ini juga perlu kamu hindari ketika sedang mencari pekerjaan baru. Saat interview, kamu mungkin akan ditanya alasan meninggalkan perusahaan sebelumnya. Daripada menjelek-jelekkan mantan atasan atau rekan kerja, lebih baik fokus menjelaskan pengalaman yang kamu dapatkan dan alasan ingin berkembang. Sikap diplomatis akan membuatmu terlihat lebih dewasa dan profesional, sekaligus menghindarkanmu dari kesan sebagai orang yang sulit bekerja sama.

4. Jangan berharap bisa mengubah semuanya

ilustrasi kecewa, lelah (vecteezy.com/Benis Arapovic)

Dalam hubungan asmara, kamu gak bisa memaksa seseorang berubah hanya karena kamu punya gambaran tentang pasangan ideal. Perubahan yang benar-benar bertahan biasanya membutuhkan kemauan dari orang tersebut. Psikolog klinis Jill Kofender menjelaskan bahwa hubungan terus mengalami perubahan, tapi masalah bisa muncul ketika harapan seseorang terlalu jauh dari kenyataan. Semakin besar jarak antara ekspektasi dan realitas, semakin besar pula potensi kekecewaan.

Prinsip tersebut bisa kamu gunakan untuk membaca situasi di tempat kerja. Misalnya, kamu sudah bekerja keras, mengambil banyak tanggung jawab, bahkan sering lembur, tapi perusahaan tetap gak memberikan peluang promosi atau kenaikan gaji. Kalau kondisi tersebut berlangsung terus-menerus, jangan menganggap kamu harus bertahan sambil berharap semuanya tiba-tiba berubah, ya. Sebelum menerima pekerjaan baru, kamu juga perlu melihat apakah perusahaan tersebut punya budaya dan peluang perkembangan yang sesuai dengan tujuan kariermu.

5. Jangan terlalu gampang diakses

ilustrasi presentasi, suasana kerja, rekan kerja (pexels.com/www.kaboompics.com)

Dalam dunia kencan, memiliki kehidupan sendiri membuatmu gak terlalu bergantung pada perhatian orang lain. Kamu tetap punya aktivitas, prioritas, dan tujuan pribadi di luar hubungan. Konsep tersebut bukan berarti kamu harus sengaja bersikap cuek atau memainkan permainan tarik-ulur, ya. Intinya, kamu perlu memiliki nilai dan keahlian yang membuat keberadaanmu memang berarti.

Di dunia kerja, prinsip ini bisa diterapkan dengan membangun keahlian tertentu sampai kamu dikenal sebagai orang yang bisa diandalkan untuk bidang tersebut. Misalnya, kamu menjadi orang yang paling memahami analisis data, strategi media sosial, atau pengelolaan proyek tertentu di tim. Ketika kamu punya keahlian yang spesifik dan mampu menghasilkan pekerjaan berkualitas, nilai profesionalmu ikut meningkat. Namun, jangan lupa bahwa menjadi spesialis harus dibarengi dengan hasil kerja yang konsisten, bukan sekadar ingin terlihat sibuk atau eksklusif.

6. Sisakan ruang untuk bernegosiasi

ilustrasi CV, interview kerja (pexels.com/cottonbro studio)

Dalam hubungan romantis, kamu gak perlu memberikan seluruh perhatian, waktu, dan energi sejak awal hanya demi membuat seseorang bertahan. Mengetahui nilai diri membuatmu lebih mampu menentukan apa yang pantas kamu berikan dan apa yang sebaiknya tetap menjadi batas pribadi. Relationship coach Lisa Hayes juga menekankan pentingnya mengetahui nilai diri dalam hubungan agar seseorang gak menerima perlakuan yang lebih rendah dari apa yang sebenarnya pantas didapatkan.

Hal serupa berlaku saat membicarakan gaji dan kompensasi di tempat kerja. Jangan takut menyampaikan nilai yang kamu bawa, terutama jika kamu punya pengalaman, keterampilan, atau pencapaian yang mendukung permintaan tersebut. Data Pew Research Center menunjukkan bahwa sebagian besar pekerja gak meminta gaji lebih tinggi dari tawaran awal ketika menerima pekerjaan baru. Karena itu sebelum menyebut angka, kamu bisa melakukan riset mengenai kisaran gaji untuk posisi tersebut, standar industri, serta pengalaman dan kemampuan yang kamu miliki.

7. Jangan menyia-nyiakan potensimu

ilustrasi lelah, stres, burnout (unsplash.com/Vasilis Caravitis)

Dalam hubungan, bertahan hanya karena takut gak akan menemukan pasangan lain bisa membuatmu terjebak dalam situasi yang sebenarnya gak lagi sehat atau membahagiakan. Kamu gak harus mempertahankan sesuatu hanya karena sudah menjalaninya cukup lama, kok. Kalau kebutuhan dasar, tujuan, atau kebahagiaanmu terus diabaikan, mengevaluasi kembali hubungan adalah hal yang wajar. Jangan sampai rasa takut kehilangan membuatmu menerima keadaan yang sebenarnya gak kamu inginkan.

Prinsip yang sama berlaku untuk pekerjaan. Rasa gak nyaman sesekali di kantor memang normal, tapi kondisi yang terus membuatmu stres, gak berkembang, atau merasa gak punya masa depan perlu dievaluasi. Kalau perusahaan gak memberikan ruang untuk berkembang dan situasinya semakin mengganggu kesejahteraanmu, mencari peluang baru bukan berarti kamu gagal. Terkadang, langkah terbaik untuk karier justru datang ketika kamu berani meninggalkan tempat yang sudah gak mampu memberikan apa yang kamu butuhkan.

Dunia kencan dan dunia kerja memang punya tujuan yang berbeda, tapi keduanya sama-sama membutuhkan kemampuan memahami diri sendiri. Kamu perlu tahu apa yang kamu inginkan, batasan yang gak boleh dilanggar, serta nilai yang bisa kamu tawarkan kepada orang lain. Jangan takut mengatakan tidak, jangan merendahkan diri sendiri, dan jangan terus bertahan di tempat yang gak memberikan ruang untuk berkembang.

Pada akhirnya, aturan kencan tersebut bukan tentang memainkan strategi supaya orang lain mengejarmu, melainkan tentang belajar menghargai diri sendiri. Ketika kamu semakin tahu nilai dirimu, keputusan yang kamu ambil dalam hubungan maupun karier juga bisa menjadi jauh lebih matang.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article